Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Pertamina Amankan Stok LPG Selama Ramadan 2019

Atikah Ishmah Winahyu
08/5/2019 12:00
Pertamina Amankan Stok LPG Selama Ramadan 2019
Petugas merapikan LPG tiga kilogram yang akan disalurkan ke pangkalan-pangkalan penjulan, di Agen LPG di Rawasari, Jakarta.(ANTARA/Aprillio Akbar)

MEMASUKI Ramadan 2019, Pertamina Marketing Operation Region (MOR) III telah menyiapkan berbagai langkah antisipasi untuk memenuhi kebutuhan liquid petroleum gas (LPG) masyarakat di wilayah DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten.

Unit Manager Communication & CSR MOR III Dewi Sri Utami mengungkapkan, Pertamina MOR III telah menyiapkan 30.236 pangkalan LPG siaga, 1.165 agen LPG PSO, dan 183 agen LPG NPSO siaga di wilayah Jawa Bagian Barat sejak awal Ramadan 2019.

“Kami memprediksi selama bulan puasa hingga Lebaran nanti, konsumsi LPG akan naik seiring meningkatnya aktivitas memasak masyarakat. Untuk menjaga pelayanan kepada masyarakat di bulan suci ini, kami telah menyiapkan pangkalan siaga yang tetap beroperasi agar masyarakat mudah mendapatkan LPG,” ujar Dewi Sri Utami dalam pernyataan tertulis, Rabu (8/5).

Dewi menambahkan, selain agen dan pangkalan siaga, Pertamina MOR III juga menyiapkan 388 Stasiun Pengisian dan Pengangkutan Bulk Elpiji (SPPBE) Kantong atau skid tank dengan total kapasitas 5775 MT di wilayah Jawa bagian Barat.

Baca juga: Anies Pastikan Stok Sembako dan Bawang Putih Untuk DKI Aman

Dia mengatakan, apabila dibutuhkan, pihaknya telah menyiagakan pula pasokan fakultatif atau pasokan tambahan yang sewaktu-waktu dilakukan sesuai kebutuhan.

Masyarakat juga bisa mendapatkan LPG nonsubsidi seperti Bright Gas dan Elpiji 12 kg di outlet minimarket modern yakni Bright Home Service dan di sejumlah SPBU.

“Kami mengimbau masyarakat yang tergolong mampu menggunakan Bright Gas 5,5 Kg, Bright Gas 12 kg, dan Elpiji 12 Kg di beberapa outlet dan SPBU sehingga penggunaaan LPG 3 kg benar-benar tepat sasaran,” jelas Dewi.

Selain itu, Dewi juga berpesan agar masyarakat selalu cermat dalam memperhatikan keamanan dalam menggunakan produk LPG saat memasak untuk sahur dan berbuka puasa.

“Safety selalu jadi prioritas kami. Maka kami imbau ketika bangun tidur menyiapkan sahur, pastikan tidak ada bau gas LPG. Jika tercium bau gas LPG, jangan langsung menyalakan api. Buka dulu pintu atau jendela agar bau khas LPG tidak terkumpul di ruangan. Pastikan kondisi dapur memiliki ventilasi yang cukup, dan selalu periksa aksesoris LPG seperti regulator dan selang terawat dengan baik serta berstandar SNI," tandasnya. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya