Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
PERTUMBUHAN ekonomi Indonesia dipandang tidak mengagumkan, tetapi juga tidak mengecewakan. Hal ini disampaikan oleh ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira Adhinegara saat dihubungi, Minggu (14/4).
Pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun lalu berada di angka 5,17% atau dikalahkan Vietnam dan Filipina pada kawasan Asia Tenggara. Tapi jika dibandingkan dengan negara-negara G-20, pertumbuhan ekonomi Indonesia di tempat ketiga.
"Saya pikir pertumbuhan ekonomi kita moderat saja. Dibilang mau krisis ya tidak, dibilang bagus banget ya tidak," kata Bhima.
Laju pertumbuhan ekonomi yang biasa saja alias moderat salah satunya akibat investasi dari pihak asing yang cenderung melambat. Di sisi lain, pertumbuhan investor domestik ditopang kinerja Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang mencapai angka di atas 20% belum mampu mengatrol kenaikan pertumbuhan ekonomi nasional.
"Investasi asing minus jadi harus memperkuat struktur ekonomi kita. Ada 16 paket kebijakan yang perlu dipertajam insentifnya," imbuh Bhima.
Pemerintah mendapatkan apresiasi khusus dalam beberapa aspek seperti penurunan angka kemiskinan menjadi satu digit, berkurangnya pengangguran, dan semakin tipisnya ketimpangan ekonomi. Namun, Bhima menilai pemerintah seharusnya dapat menekan angka-angka tersebut lebih kecil lagi.
Sebagai contoh, angka kemiskinan per September 2018 lalu tercatat pada kisaran 9,66% dari jumlah penduduk Indonesia atau setara 25,67 juta jiwa. Angka tersebut disebut Bhima dapat dipangkas lagi menjadi 7%-8%, meski membutuhkan usaha yang lebih keras.
"Misal indikator kesejahteraan mengatakan aspek kemiskinan turun, pengangguran turun, ketimpangan turun. Ini achievement yang harus diapresiasi. Di sisi lain, kita melihat penurunan ini kurang signifikan. Target pemerintah 7%-8% dan memang harus ada effort lebih besar lagi," tutupnya. (A-2)
PEMERINTAH menegaskan pentingnya peran pemerintah daerah dalam memanfaatkan bonus demografi agar menjadi kekuatan pembangunan, bukan justru berubah menjadi persoalan sosial dan ekonomi
Selama kemiskinan terus diperlakukan sebagai objek visual dan emosional, upaya untuk memahaminya secara utuh akan selalu terhambat.
KEMENTERIAN Pertanian (Kementan) memperkuat pengembangan lahan pertanian di dataran tinggi indonesia yang memiliki potensi mencapai 5,51 juta hektar.
Capaian ini diraih berkat keberhasilan Kabupaten Bekasi menurunkan angka kemiskinan sebesar 0,44% dan menekan tingkat kedalaman kemiskinan hingga 0,26%.
PEMERINTAH dinilai perlu mendorong pembiayaan ultramikro lebih masif agar menjadi bagian dari upaya mengentaskan kemiskinan.
Riset terbaru mencatat capaian signifikan dalam satu tahun pertama pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
BI memutuskan menahan BI Rate di level 4,75% dalam RDG Januari 2026. Kebijakan ini ditempuh untuk menjaga rupiah dan mendorong pertumbuhan ekonomi.
Berdasarkan data Pemerintah Provinsi Lampung, total kunjungan wisatawan nusantara dan mancanegara mencapai 24.702.664 orang, atau meningkat 53,50 persen dibandingkan 2025.
Pemerintah dan pelaku usaha mendorong pembentukan Tim Percepatan Pembangunan dan Pengembangan Kawasan Industri untuk merealisasi Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional.
PERWAKILAN Aliansi Ekonom Indonesia (AEI) sekaligus Secretary General of the International Economic Association Lili Yan Ing menegaskan target pertumbuhan ekonomi 2026 di angka 5,4% tidak bisa hanya mengandalkan konsumsi masyarakat.
KAMAR Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menilai bahwa tekanan terhadap kelompok kelas menengah bawah menjadi pekerjaan rumah (PR) terbesar khususnya bagi pemerintah dalam menjaga pertumbuhan ekonomi nasional ke depan.
Kerusakan padang lamun di pesisir Jawa dan sebagian Sumatra berpotensi menjadi salah satu sumber emisi karbon tersembunyi terbesar di Indonesia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved