Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
PERTUMBUHAN ekonomi Indonesia dipandang tidak mengagumkan, tetapi juga tidak mengecewakan. Hal ini disampaikan oleh ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira Adhinegara saat dihubungi, Minggu (14/4).
Pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun lalu berada di angka 5,17% atau dikalahkan Vietnam dan Filipina pada kawasan Asia Tenggara. Tapi jika dibandingkan dengan negara-negara G-20, pertumbuhan ekonomi Indonesia di tempat ketiga.
"Saya pikir pertumbuhan ekonomi kita moderat saja. Dibilang mau krisis ya tidak, dibilang bagus banget ya tidak," kata Bhima.
Laju pertumbuhan ekonomi yang biasa saja alias moderat salah satunya akibat investasi dari pihak asing yang cenderung melambat. Di sisi lain, pertumbuhan investor domestik ditopang kinerja Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang mencapai angka di atas 20% belum mampu mengatrol kenaikan pertumbuhan ekonomi nasional.
"Investasi asing minus jadi harus memperkuat struktur ekonomi kita. Ada 16 paket kebijakan yang perlu dipertajam insentifnya," imbuh Bhima.
Pemerintah mendapatkan apresiasi khusus dalam beberapa aspek seperti penurunan angka kemiskinan menjadi satu digit, berkurangnya pengangguran, dan semakin tipisnya ketimpangan ekonomi. Namun, Bhima menilai pemerintah seharusnya dapat menekan angka-angka tersebut lebih kecil lagi.
Sebagai contoh, angka kemiskinan per September 2018 lalu tercatat pada kisaran 9,66% dari jumlah penduduk Indonesia atau setara 25,67 juta jiwa. Angka tersebut disebut Bhima dapat dipangkas lagi menjadi 7%-8%, meski membutuhkan usaha yang lebih keras.
"Misal indikator kesejahteraan mengatakan aspek kemiskinan turun, pengangguran turun, ketimpangan turun. Ini achievement yang harus diapresiasi. Di sisi lain, kita melihat penurunan ini kurang signifikan. Target pemerintah 7%-8% dan memang harus ada effort lebih besar lagi," tutupnya. (A-2)
Capaian tersebut menunjukkan tren pemulihan pascapandemi yang berkelanjutan. Meski demikian, tingkat kemiskinan Jakarta saat ini masih belum sepenuhnya kembali ke posisi sebelum pandemi.
Pemberdayaan masyarakat merupakan kunci utama untuk memutus mata rantai kemiskinan dan mengurangi ketimpangan sosial di Indonesia.
BPS mencatatkan bahwa tingkat kemiskinan pada September 2025 pada angka sebesar 8,25% atau mengalami penurunan jika dibandingkan kondisi Maret 2025 yang tercatat 8,47%.
Kasus bunuh diri anak SD di NTT diduga dipicu kondisi learned helplessness. Psikolog menyoroti faktor kemiskinan, kekecewaan berulang, hingga tekanan sosial yang dialami korban.
PEMERINTAH menegaskan pentingnya peran pemerintah daerah dalam memanfaatkan bonus demografi agar menjadi kekuatan pembangunan, bukan justru berubah menjadi persoalan sosial dan ekonomi
Selama kemiskinan terus diperlakukan sebagai objek visual dan emosional, upaya untuk memahaminya secara utuh akan selalu terhambat.
Pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp911,16 miliar untuk memberikan diskon transportasi selama periode mudik Lebaran 2026.
Indef menilai outlook negatif Moody’s mencerminkan kenaikan persepsi risiko, bukan pelemahan fundamental, sehingga menekan kepercayaan investor.
TRANSFORMASI sektor manufaktur, khususnya manufaktur padat karya, menjadi kunci utama untuk mendorong akselerasi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026.
Pemerintah menegaskan komitmen untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan.
Dari sisi pengeluaran, perekonomian Jakarta masih ditopang oleh konsumsi rumah tangga dengan kontribusi 62,80%, diikuti Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) sebesar 33,79%.
Secara tahunan, ekonomi DIY tumbuh sebesar 5,94% (year-on-year/yoy) dibandingkan triwulan IV-2024.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved