Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
KEMENTERIAN Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-Pera) menargetkan pembelian bahan olahan karet (bokar) sebesar 2.542 ton sebagai bahan baku produksi aspal karet.
Dengan bokar sebanyak itu, diproyeksikan aspal karet yang bisa diproduksi mencapai 17.889 ton dan bisa digunakan untuk preservasi jalan sepanjang 65,8 kilometer (km).
Menteri PU-Pera Basuki Hadimuljono mengatakan, pada tahun ini, Sumatra Selatan, akan melaksanakan pemeliharaan jalan sepanjang 33 km dengan menggunakan aspal campuran karet.
"Nantinya, perkerasan jalan tol kita juga akan menggunakan aspal karet. Itu lebih kuat karena daya lenturnya tinggi sehingga bisa menahan beban berat dengan jangkan waktu lebih lama,” ujar Basuki melalui keterangan resmi, Rabu (10/4).
Untuk mendapatkan bokar sesuai target yang diterapkan, pemerintah telah melaksanakan perjanjian kerja sama dengan puluhan ribu petani di beberapa provinsi sentra produksi karet seperti Jambi, Sumatra Selatan, dan Lampung.
Baca juga: Kementerian PUPR Perluas Penggunaan Aspal Karet
Adapun, harga pembelian kini sudah menyentuh Rp9.000 per kilogram. Padahal, di tahun sebelumnya, harga karet di level petani sempat menyentuh Rp6.500 per kg.
"Selain membuat kualitas jalan lebih bagus, upaya menyerap hasil karet petani lokal juga bisa memperbaiki harga karet di tingkat nasional, bahkan bisa berpengaruh juga terhadap harga internasional," ucap Basuki.
Indonesia merupakan salah satu produsen karet alam terbesar di dunia. Setiap tahun produksi karet alam Indonesia mencapai 3,2 juta ton. Sayangnya, hanya 0,6 juta ton yang dimanfaatkan industri dalam negeri, sementara sebanyak 2,4 juta ton di ekspor ke berbagai negara. (OL-2)
Pameran internasional terbesar untuk sektor mesin, material, dan teknologi pengolahan plastik serta karet, Plastics & Rubber Indonesia, akan kembali hadir pada 19–22 November 2025.
SUB Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero), PT Perkebunan Nusantara IV menyebut capaian komoditas non core (bukan inti) teh dan karet meraih laba positif untuk pertama kali sejak 1996.
Plastic & Rubber Indonesia menjadi wujud komitmen Pamerindo dalam mendukung petumbuhan dan penguatan industri nasional.
Pemerintah bakal memperluas peran BPDPKS. Ke depan, lembaga itu tidak hanya mengurusi dana sawit saja, tetapi juga produk perkebunan lain seperti kelapa, kakao, dan karet.
PTPN melakukan pengiriman perdana karet alam berkelanjutan yang telah melalui proses due diligence sesuai aturan bebas deforestasi Uni Eropa.
Materi mengenai contoh benda elastis ini biasanya akan muncul pada tingkat Sekolah Dasar (SD).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved