Headline
Pemerintah tetapkan 1 Ramadan pada Kamis, 19 Februari 2026.
Kumpulan Berita DPR RI
DALAM menyiasati permintaan konsumen, pengembang perumahan kerap menciptakan gaya pemasaran tersendiri. Salah satunya dalam cara mereka menangkap konsumen yang 'tanggung'. Artinya mereka yang punya penghasilan di atas standar penerima subsidi, tapi belum bisa pula digolongkan sebagai menengah atas.
Maka muncullah, misalnya, konsep rumah sederhana (RS) plus. Konsep seperti ini diklaim mempunyai konsep yang lebih baik dari rumah sederhana biasanya. Rumah-rumah di cluster seperti ini biasanya mempunyai memili sebagian elemen realestat yang bergengsi meski lahan dan tipe rumahnya sama dengan RSH.
PT Bukitnusa Indahperkasa (BNIP) mengklaim sebagai salah satu pengembang yang sudah menerapkan konsep tersebut. Mereka baru saja meluncurkan cluster Ruby di perumahan Permata Mutiara Maja, kawasan Maja, Lebak, Banten, yang dirancang sebagai RS plus.
Direktur BNIP Cornelius Widjaja menyebut keunggulan keunikan yang dipunyai cluster berkonsep seperti itu terbukti menarik minat masyarakat. Terbukti dalam peluncuran yang digelar, Sabtu (6/4), masyarakat disdebutnya terlihat antusias dengan rumah yang ditawarkan.
"Banyaknya keunggulan yang dimiliki membuat masyarakat sangat meminati rumah di cluster Ruby. Kami optimis, semua unit rumah akan terjual habis dalam waktu singkat," ujar Cornelius.
Apalagi, dalam acara tersebut Permata Mutiara Maja memberikan berbagai promo menarik kepada pembeli, antara lain free AC, gratis biaya SHM, gratis kanopi dan doorprize 1 unit motor Honda Beat setiap terjual 10 unit rumah.
Cornelius mengatakan elemen bergengsi yang disematkan dalam cluster Ruby antara lain ialah rancangannya yang peduli terhadap kualitas hidup dan lingkungan seperti 20% dari lahan adalah ruang terbuka hijau (RTH). Setiap kelebihan tanah dikelola menjadi taman bersama yang indah dan asri.
"Selain itu desain rumah di cluster Ruby tergolong dengan bahasa kerennya green building atau rumah ramah lingkungan," imbuhnya.
Cluster Ruby merupakan cluster keenam yang dibangun di Permata Mutiara Maja di atas lahan seluas 6 hektare dan akan berisi sekitar 450 unit rumah. Ada dua tipe rumah dengan 2 kamar yang ditawarkan, yakni tipe Lavender (27/60, 27/72), dan tipe Magnolia (36/60, 36/72) yang dipasarkan seharga mulai dari Rp189 juta hingga Rp246 juta.
Lokasi Permata Mutiara Maja hanya berjarak sekitar 800 meter dari Stasiun Commuterline (KRL) Maja, terkoneksi dengan jalan utama yakni Jalan Raya Maja dan Jalan Raya Kopo–Maja.
Permata Mutiara Maja dikembangkan sejak akhir 2015. Dari total lahan 200 hektar, saat ini sudah terbangun 50 hektare dengan rumah yang sudah terjual sebanyak 2.000 unit. Diproyeksikan pengembangan Permata Mutiara Maja akan selesai dalam waktur 5-6 tahun ke depan. (RO/X-12)
Pembiayaan perumahan syariah terus tumbuh dengan dukungan developer sebagai mitra strategis, memperkuat sektor properti dan program perumahan nasional.
Presiden Direktur BCA, Hendra Lembong, mengungkapkan produk KPR fix berjenjang ini memang salah satunya dikhususkan untuk generasi muda.
Kombinasi lokasi strategis, reputasi pengembang dan dukungan insentif pemerintah menciptakan proposisi nilai yang kompetitif bagi calon pembeli.
MegaProperty Expo, Megabuild Indonesia, dan Keramika Indonesia 2026 ditargetkan menjaring sekitar 50 ribu pengunjung.
Dengan populasi besar, pertumbuhan hunian baru yang berkelanjutan, daya beli yang relatif stabil, Surabaya menjadi salah satu motor utama pertumbuhan sektor properti nasional.
Tahun 2025 menjadi periode penuh tantangan, namun sekaligus fase konsolidasi bagi para pelaku industri properti.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved