Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
ALIRAN listrik di gerai lapor diri atau check in counter maskapai Sriwijaya Air diputus tiba-tiba oleh pengelola bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, karena belum membayar utang sebesar Rp46 miliar.
"Sriwijaya Air Group memang memiliki kewajiban kepada AP II. Dan hingga saat ini kami sedang berupaya keras memperbaiki keuangan perusahaan serta dapat memenuhi seluruh kewajiban," kata Vice President Corporate Secretary Sriwijaya Air Retri Maya dalam keterangan resmi yang diterima, Kamis (28/3).
Maya menambahkan, hingga saat ini, kondisi keuangan Sriwijaya Air Group dinilai masih belum sehat.
Hal tersebut diyakini karena tingginya biaya operasional dalam bisnis penerbangan saat ini.
Kerja sama operasi atau manajemen dengan Garuda Indonesia Group menjadi poin penting untuk melakukan negosiasi dan restrukturisasi kewajiban Sriwijaya Air Group pada pihak BUMN.
Baca juga: KAI Siap Operasikan Kereta Bandara Kertajati
Namun, hal itu tentu juga masih membutuhkan bantuan dari yang lainnya termasuk para pengelola bandara.
"Apalagi pemerintah berencana akan menurunkan harga tiket kembali. Hal tersebut tentu akan semakin menyulitkan kami," katanya.
Terkait pemadaman listrik ini, seluruh proses penerbangan Sriwijaya Air Group malam ini diyakini akan mengalami keterlambatan karena terjadi penumpukan di check in counter.
Meski begitu, pihak Sriwijaya Air Group berkomitmen tetap melayani seluruh pelanggannya meski melalui proses manual.
Sriwijaya Air menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas ketidaknyamanan yang dialami seluruh pelanggan sehubungan pemadaman listrik yang dilakukan oleh pengelola bandara di wilayah Terminal II Bandara Soekarno Hatta di Tangerang.
"Untuk saat ini, seluruh proses kita layani secara manual. Sekali lagi kami atas nama Sriwijaya Air Group mohon maaf kepada seluruh pelanggan kami," pungkas Maya. (OL-2)
Daftar maskapai paling sering delay di dunia sepanjang 2025. Ryanair, easyJet, Frontier hingga JetBlue mencatat tingkat keterlambatan tertinggi.
Pembukaan rute ini dinilai semakin memperkuat konektivitas Jawa Tengah dengan Jawa Barat dan Jawa Timur.
Penyesuaian TBA dinilai penting untuk menjaga keseimbangan ekosistem industri penerbangan
Mukhtara Air merupakan maskapai bagian dari Manazil Al Mukhtara Company Holding, perusahaan yang berbasis di Madinah, Arab Saudi.
Keempat maskapi tersebut adalah Lion Air, Airfast Indonesia, Sriwijaya Air, dan NAM Air.
Program ini juga menjadi wujud dukungan terhadap pengembangan ekosistem kendaraan listrik ramah lingkungan di Indonesia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved