Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMILU 2019 rupanya tidak menjadi hambatan bagi bisnis para pengembang. Beberapa menyatakan kondisi politik nasional yang memanas dalam tiga bulan terakhir tidak memiliki pengaruh apa pun dalam penjualan produk hunian untuk masyarakat.
Direktur PT Medina Berkah Properti Dede Ahmad Yasha, salah satu pengembang di Aceh, mengatakan pihaknya tidak menerapkan prinsip wait and see hanya karena ada pemilu. Medina yang fokus di Banda Aceh dan Aceh Besar hanya terkendala soal klasik, yakni membeli bahan baku harus dari luar provinsi.
"Kami harus dapatkan bahan bangunan dari Medan (Sumatra Utara). Itu yang buat kami jual lebih mahal. Tapi masyarakat tidak ada yang memilih menunggu hingga pemilu selesai baru beli rumah. Kami sendiri mengalami peningkatan penjualan sejak 2017," kata Dede di sela-sela Gala Dinner HUT ke-47 Real Estat Indonesia (REI) di Surabaya, Jawa Timur, Minggu (24/3).
Bahkan, Dede menjelaskan penjualan hunian di provinsi paling utara Sumatra itu juga dalam kondisi yang baik. Dari data yang dia pegang, ada sekitar 4.000 rumah terjual pada 2018 atau naik 1.000 unit dari tahun sebelumnya.
Hal senada diungkapkan pengembang asal Sulawesi Selatan, Direktur PT Zarinda Grup, M Shadiq. Shadiq mengatakan sektor properti pada 2018 mampu menyumbangkan pendapatan sebesar 10,18% pada 2018 atau naik dari 7,6% dari tahun sebelumnya. "Regulasi yang dikeluarkan pemerintah daerah mendukung, misalnya, kemudahan perizinan. Demand juga bagus. Jika dihitung-hitung masih ada backlog 360 ribu unit saat ini," kata Shadiq yang juga merupakan Ketua REI Sulawesi Selatan.
Baca Juga : Demokrasi, Diskursus, dan Pemilu Damai
Shadiq menambahkan, REI Sulawesi Selatan juga telah merancang program untuk bisa menggaet pembeli baru, khususnya yang dari kalangan milenial. "Katanya milenial divonis sulit beli rumah karena uangnya selalu dipakai traveling. Makanya, kami akan buat pameran bersama perusahaan travel. Jadi, misalnya, beli tiket pesawat dijadikan untuk uang muka beli rumah," kata dia.
Ketua Umum REI Soelaeman Soemawinata mengatakan pegiat pasar properti sebenarnya hanya takut jika kondisi ekonomi sedang memburuk. Dari laporan para pengembang di seluruh Indonesia, Soelaeman mengatakan angka pertumbuhan kredit perumahan dalam kategori bagus.
"Ke depannya, pengembang harus lebih kreatif lagi. Seandainya ada yang bilang milenial susah beli rumah, tidak kuat bayar, kan bisa saja swap bunga di tahun ke sekian. Jadi, di awal tanpa bunga. Itu butuh kerja sama antara bank dan pengembang. Saya rasa sih milenial berpendapatan tetap bisa kok sebenarnya punya rumah," kata dia.
Ulang tahun ke-47
Sekitar 1.200 anggota REI seluruh Indonesia pada Minggu (24/3) di Surabaya merayakan ulang tahun ke-47 asosiasi perusahaan properti tertua dan terbesar di Tanah Air tersebut. Acaranya digelar di Ciputra Golf Club dan hadir Menteri Agraria dan Tata Ruang Sofyan Djalil serta Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Eleatianto Dardak.
Dalam sambutannya, Soelaeman memastikan REI akan terus mendukung program Sejuta Rumah yang digagas pemerintah. Tahun ini, REI menargetkan pembangunan sekitar 430 ribu rumah yang terdiri atas 230 ribu rumah bersubsidi dan 200 ribu rumah komersial kelas bawah dengan kisaran harga Rp200 juta-Rp300 juta.
Sementara itu, Emil menyatakan sangat gembira Jawa Timur dipilih menjadi tempat perayaan ulang tahun REI. Dia berpesan agar REI dengan para anggotanya dapat memanfaatkan infrastruktur yang telah dibangun pemerintah untuk bisa terus menyediakan hunian bagi masyarakat Indonesia. "Kami minta pengembang bisa akselerasi pembangunan dengan memanfaatkan pengembangan infrastruktur darat, laut, dan udara. Tugas pengembang sekarang ialah melanjutkan pembangunan. Banyak yang bisa digantungkan ke pengembang," kata Emil. (S-1)
Peluncuran rumah contoh menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk melihat langsung wujud hunian yang ditawarkan.
Cushman & Wakefield memprediksi bahwa sektor properti akan mengalami penguatan yang berkelanjutan pada 2026. Sinar Mas Land menghadirkan program National Sales bertajuk Royal Key.
Survei Harga Properti Residensial (SHPR) Bank Indonesia menyebutkan akses terhadap infrastruktur transportasi massal menjadi pendorong kenaikan harga dan minat beli properti residensial.
Kemenangan CitraLand City CPI di level Asia Pacific Region menempatkan proyek ini sejajar dengan pengembangan properti kelas dunia dari negara-negara maju.
DAMARA Estate Jimbaran Hijau, pengembangan hunian premium oleh Greenwoods Group bekerja sama dengan Jimbaran Hijau, secara resmi menjalin kolaborasi strategis dengan Banyan Group.
Pertama kalinya sejak 1978, rumah legendaris keluarga Banks dari serial 'The Fresh Prince of Bel-Air' resmi masuk bursa properti.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved