Senin 25 Maret 2019, 10:25 WIB

IPC akan Terapkan Autogate di Terminal 3 Tanjung Priok

MI | Ekonomi
IPC akan Terapkan Autogate di Terminal 3 Tanjung Priok

MI/PIUS ERLANGGA
Direktur Komersial PT. Pelindo II (Persero) Saptono R. Irianto

 

PT Pelabuhan Indonesia atau Indonesia Port Corporation (IPC) II akan memberlakukan autogate di Terminal 3 Pelabuhan Tanjung Priok pada semester pertama 2019. Rencananya, IPC melakukan uji coba autogate di Terminal Operasi 3 ini pada April.

"Bila sebelumnya terjadi pertemuan antarorang, yakni sopir truk kontainer dengan petugas dan aparat bea cukai di pelabuhan, dengan autogate hal tersebut tidak akan ada lagi. Semua proses pun berjalan dalam hitungan detik," ujar Senior Vice President Operations IPC David P Sirait di Jakarta, pekan lalu.

Autogate memungkinkan sopir kontainer tidak perlu lagi membawa berkas-berkas dokumen. Mereka cukup menempelkan kartu identifikasi diri di gerbang masuk. Lantas, kamera CCTV memotret nomor peti kemas sehingga mengetahui lokasinya di lapangan.

Otomatisasi itu berlaku pula bagi truk kontainer yang membawa peti kemas dari Terminal Operasi 3 Pelabuhan Tanjung Priok.

Kelebihan lain dari autogate, terang David, kameranya juga dapat membaca atau mengidentifikasi sejumlah kerusakan pada peti kemas. Kerusakan tersebut, seperti lubang, sebelum memasuki kawasan pelabuhan.

Sejak beberapa tahun terakhir, Pelindo II atau IPC dicanangkan menjadi digital port atau pelabuhan berbasis digital. Segala sesuatu yang terkait dengan proses bisnis dikonversi menjadi digital baik dalam aspek operasional, keuangan, maupun aspek-aspek lain.

Upaya melakukan digitalisasi terhadap semua aspek itu dilakukan IPC dalam rangka menyambut revolusi industri 4.0. Sejatinya, IPC melakukan transformasi digital bukan hanya dalam konteks pelayanan di terminal, melainkan juga melingkupi seluruh kegiatan pelabuhan secara korporasi, baik dari sisi laut maupun darat.

Di sisi laut, IPC menyiapkan marine operation system (MOS), vessel management system (VMS), dan vessel traffic system (VTS). Sistem ini memonitor dan memantau pergerakan kapal sejak mereka berangkat dari pelabuhan awal sampai tiba di Pelabuhan Tanjung Priok.

Di sisi darat, IPC memiliki terminal operating system (TOS) dan nonpeti kemas terminal operating system (NPKTOS) serta auto tally untuk penghitungan kontainer. Ada pula container freight station (CFS), buffer area, DO online, car terminal operating system, reception facility, serta truck identification untuk mengidentifikasi pengemudi dan tujuan pengiriman barang dari seluruh armada pengangkut barang.

"Penerapan digitalisasi berbagai sisi di pelabuhan menjadi fokus utama IPC dua tahun terakhir. Standardisasi pelayanan berbasis digital secara menyeluruh mulai saat barang dikirimkan ke pelabuhan sampai kemudahan pembayaran serta tracking dan tracing barang," pungkas Direktur Utama IPC Elvyn G Masassya. (Hym/Ant/S-4)

Baca Juga

MI/Susanto

Saham Mitratel Masih Layak Dikoleksi Investor

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 07 Desember 2021, 09:33 WIB
Saat ini  MTEL diperdagangkan di bawah harga IPO yakni di kisaran...
ANTARA/Dewa Wiguna

OJK Perintahkan LJK Kedepankan Prinsip-Prinsip Perlindungan Konsumen

👤mediaindonesia.com 🕔Selasa 07 Desember 2021, 08:38 WIB
OJK memerintahkan lembaga jasa keuangan untuk mengedepankan prinsip perlindungan konsumen khususnya perlakuan yang adil (treat...
ANTARA

Kolaborasi Tingkatkan Akses Masyarakat dalam Berinvestasi Global

👤mediaindonesia.com 🕔Senin 06 Desember 2021, 23:05 WIB
Dana investasi ini juga diinvestasikan secara global di saham-saham perusahaan inovatif (megatrend) yang merupakan perusahaan global dan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya