Headline
Pemerintah pelajari seluruh risiko menyusul putusan MA AS.
Pemerintah pelajari seluruh risiko menyusul putusan MA AS.
Kumpulan Berita DPR RI
SERAPAN beras dalam negeri Perum Bulog hingga pertengahan Maret 2019 tercatat baru sebesar 20.844 ton. Jumlah itu sangat jauh atau baru mencapai 1,43% di bawah target yang ditetapkan pemerintah. Serapan perseroan yang kecil tidak terlepas dari kinerja produksi yang juga mengalami penurunan.
Ketua Umum Persatuan Pengusaha Penggilingan Padi dan Beras (Perpadi) Soetarto Alimoeso mengatakan setelah melihat secara langsung di lapangan, volume produksi padi pada tiga bulan pertama tahun ini memang lebih sedikit dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Hal itu terjadi lantaran musim tanam yang mengalami pergeseran sehingga jadwal panen mengalami kemunduran.
"Dibanding tahun lalu memang beda. Sekarang ini produksi lebih di bawah tahun lalu," ujar Soetarto kepada Media Indonesia, Selasa (19/3).
Baca juga: Serapan Beras Minim, Bukan Salah Bulog
Karena gabah yang beredar masih sedikit, harga pun terpengaruh. Ia menyebut rata-rata harga gabah di sentra-sentra produksi masih di angka Rp4.500-4.700 per kilogram (kg).
Dengan harga yang masih tinggi, Bulog tidak bisa bersaing kuat dengan perusahaan-perusahaan penggilingan padi lain.
Sebagaimana diketahui, sesuai Instruksi Presiden Nomor 5 Tahun 2015, Bulog hanya bisa menyerap gabah dengan harga pembelian pemerintah (HPP) Rp3.700 per kilogram (kg) dengan maksimal fleksibilitas 10% yakni Rp4.070 per kg.
Ia memprediksi, panen raya baru akan terjadi pada April mendatang. Harga gabah pun diperkirakan akan turun hingga menyentuh HPP dengan fleksibilitas 10%.
"Mungkin bulan empat (April) harga akan turun karena terjadi puncak panen. Harga akan menyentuh HPP tapi saya rasa itu tidak akan bertahan lama," tandasnya.(OL-5)
WAKIL Direktur Utama Perum Bulog Marga Taufiq bersama Pemimpin Wilayah Bulog Jawa Tengah Sri Muniati mendampingi Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati dalam kunjungan kerja ke Jawa Tengah.
Wakil Pemimpin Perum Bulog Kanca Banyumas, Muhammad Haekal, mengingatkan para pengecer agar mematuhi ketentuan harga sesuai regulasi yang berlaku.
Harga Minyakita di tingkat konsumen telah ditetapkan dan wajib dipatuhi seluruh pelaku usaha. Harga Minyakita di tingkat konsumen yakni Rp15.700 per liter.
Selain stok beras CBP sebanyak 22.000 ton, Bulog Sulteng juga memiliki stok gula sekitar 236 ton serta minyak goreng sebanyak 537.000 liter.
Pemerintah di bawah komando Presiden Prabowo Subianto terus melanjutkan kebijakan yang berpihak pada petani dalam negeri melalui optimalisasi penyerapan hasil produksi pangan nasional.
PERUM Bulog tengah menyiapkan ekspor beras premium untuk kebutuhan jemaah haji Indonesia di Arab Saudi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved