Headline
Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.
Kumpulan Berita DPR RI
DIREKTUR Operasional dan Pelayanan Publik Perum Bulog Tri Wahyudi Saleh optimistis stok beras akan tetap tersalurkan dengan baik.
Walaupun pasar perseroan kini kian tertutup lantaran pengalihan program bantuan sosial beras sejahtera (bansos rastra) ke bantuan pangan nontunai (BPNT), masih ada banyak ruang yang bisa dimaksimalkan sebagai pintu penyaluran stok.
Baca juga: Maskapai Penerbangan Bisa Terapkan Harga Tiket Bergerak
"Kami bisa menjual secara komersial, juga mengandalkan penyaluran beras melalui skema operasi pasar. Realisasi operasi pasar per hari itu sekitar 2.000 ton. Target sampai Desember 1,5 juta ton," ujar Tri kepada Media Indonesia, Senin (4/3).
Ia juga membantah stok beras yang sudah mencapai empat bulan di gudang Bulog akan segera rusak.
"Kami melakukan perawatan cukup baik. Beras yang kondisinya baik lebih banyak dari yang berpotensi rusak," ucapnya. (OL-6)
Selain ketersediaan beras, Bulog juga memastikan pasokan minyak goreng tetap terjaga
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memastikan kondisi pangan nasional berada dalam keadaan aman dan terkendali
Perum Bulog resmi melepas kontainer ekspor Beras Befood Nusantara ke Arab Saudi untuk memenuhi kebutuhan Jemaah Haji Indonesia Tahun 2026.
Gabah tersebut tetap dibeli sesuai Harga Pembelian Pemerintah (HPP) Rp6.500 per kilogram meski kualitasnya menurun akibat terendam lumpur.
Peluncuran GPM serentak telah dimulai sejak 9 Februari 2026 dan akan berlangsung secara bertahap di berbagai wilayah.
Perum Bulog melaksanakan inspeksi mendadak (sidak) pasar secara serentak di seluruh Indonesia guna memastikan ketersediaan stok dan stabilitas harga beras serta Minyakita.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved