Senin 04 Maret 2019, 11:05 WIB

RI- Australia Akhirnya Tandatangani IA-CEPA 

Andhika Prasetyo | Ekonomi
RI- Australia Akhirnya Tandatangani IA-CEPA 

AFP/ADEK BERRY

 

SETELAH enam tahun melaksanakan pembahasan, Indonesia dan Australia secara resmi menyelesaikan perundingan dagang Indonesia Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement (IA-CEPA).

Rampungnya perundingan perjanjian kerja sama itu ditandai dengan penandatanganan kesepakatan antara Menteri Perdagangan Republik Indonesia Enggartiasto Lukita dan Menteri Perdagangan, Pariwisata dan Investasi Australia Simon Birmingham di Hotel Luwansa, Jakarta, Senin (4/3).

Sedianya, secara teknis, pembahasan IA-CEPA sudah rampung sejak Agustus 2018. Namun, kedua negara harus terlebih dulu menyelesaikan proses legal scrubbing untuk memastikan konsistensi hupkum dan penerjemahan ke dalam bahasa Inggris dan Indonesia.

Setelah selesai, tahapan selanjutnya adalah melalui proses ratifikasi di kedua negara.

Hingga, pada akhirnya, proses panjang dan melelahkan benar-benar usai dan penandatanganan final dilaksanakan.

Enggartiasto mengungkapkan penyelesaian IA-CEPA merupakan tonggak sejarah baru dalam hubungan ekonomi Indonesia-Australia.

IA-CEPA, sebut dia, bukanlah Free Trade Agreement (FTA) biasa, melainkan sebuah kemitraan komprehensif kedua negara di bidang perdagangan barang, jasa, investasi, serta kerja sama ekonomi.

"Biasanya FTA hanya menegosiasikan akses pasar, tetapi tidak dengan IA-CEPA. ini mencakup juga kerja sama bagaimana kedua negara dapat tumbuh bersama memanfaatkan kekuatan masing-masing dan menciptakan kekuatan ekonomi baru di kawasan,” ujar Enggartiasto.

 

Baca juga: IA-CEPA akan Ditandatangani Maret

 

IA-CEPA, lanjutnya, juga merupakan momentum untuk menunjukan kepada dunia bahwa arah kebijakan ekonomi dan perdagangan Indonesia adalah terbuka.

Melalui IA-CEPA, Indonesia ingin menjadi bagian dari rantai nilai global, sehingga dapat bersaing dengan negara lain di kawasan yang telah memiliki FTA lebih banyak.

"Di tengah-tengah situasi ekonomi global yang tidak menentu dan kebijakan proteksi di beberapa negara, perjanjian dagang seperti IA-CEPA diharapkan dapat mendorong daya saing sehingga dapat berkompetisi secara global," tuturnya.

Perundingan IA-CEPA pertama kali dilaksanakan pada 2 November 2010 oleh Presiden RI dan PM Australia yang menjabat kala itu. Namun Perundingan, sempat terhenti pada 2013 karena dinamika politik kedua negara.

Kemudian, pada 16 Maret 2016, IA-CEPA direaktivasi. Perundingan putaran terakhir IA-CEPA ke-12 dilaksanakan di Jakarta, bulan Juli 2018. (OL-3)

Baca Juga

MI/BAYU ANGGORO

Pos Indonesia Buka 7.700 PosAja Drop Point di Seluruh Indonesia

👤Bayu Anggoro 🕔Rabu 17 Agustus 2022, 23:25 WIB
Pembukaan PosAja Drop Point di Surabaya, juga menandai dibukanya layanan PosAja Drop Point secara serentak di...
Antara

PLN Hadirkan Listrik Premium di Kawasan El Tari Ende NTT di Hari Kemerdekaan

👤Insi Nantika Jelita 🕔Rabu 17 Agustus 2022, 22:32 WIB
Saat ini total daya mampu di sistem Flores mencapai 93,3 Megawatt (MW), dengan beban puncak tertinggi mencapai 77,25...
Dok MI

Transformasi Bisnis Perkuat PLN Hadapi Tantangan Global

👤M. Ilham Ramadhan Avisena 🕔Rabu 17 Agustus 2022, 22:01 WIB
Erick mengatakan PLN mampu mengurangi utang, bahkan saat...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya