Headline
Pemerintah pelajari seluruh risiko menyusul putusan MA AS.
Pemerintah pelajari seluruh risiko menyusul putusan MA AS.
Kumpulan Berita DPR RI
PERUM Bulog hingga pertengahan Februari baru menyerap beras sebesar 2.000 ton. Padahal, sebagaimana ditugaskan pemerintah melalui rapat koordinasi terbatas, perseroan ditargetkan menyerap hingga 1,8 juta ton per tahun.
Direktur Operasional dan Pelayanan Publik Perum Bulog Tri Wahyudi Saleh mengatakan rendahnya serapan saat ini lantaran hasil panen di lapangan memang belum banyak.
"Kami prediksi stok di lapangan, baru banyak pada akhir maret," ujar Tri dalam sebuah diskusi di Jakarta, Kamis (14/2).
Baca juga: BPNT Diusulkan Menggunakan Beras Bulog
Sementara itu, Kepala Cadangan Pangan Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian Nita Yulianis menyatakan potensi produksi beras dalam tiga bulan pertama tahun ini mencapai 14,2 juta ton, dengan rincian 2,4 juta ton di Januari, 4,5 juta ton di Februari dan Maret sebesar 7,3 juta ton.
"Tapi ya kita lihat saja bagaimana di lapangan. Jangan data ini," ucap Tri.
Selain masih minimnya produksi, kendala lain dalam penyerapan adalah rendahnya harga pembelian pemerintah (HPP) beras yang digunakan Bulog.
Tri menyebutkan harga gabah kering panen saat ini masih berada di atas Rp5.000 per kg. Sementara, HPP yang digunakan Bulog, dengan fleksibilitas, hanya Rp4.070 per kg.(OL-5)
WAKIL Direktur Utama Perum Bulog Marga Taufiq bersama Pemimpin Wilayah Bulog Jawa Tengah Sri Muniati mendampingi Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati dalam kunjungan kerja ke Jawa Tengah.
Wakil Pemimpin Perum Bulog Kanca Banyumas, Muhammad Haekal, mengingatkan para pengecer agar mematuhi ketentuan harga sesuai regulasi yang berlaku.
Harga Minyakita di tingkat konsumen telah ditetapkan dan wajib dipatuhi seluruh pelaku usaha. Harga Minyakita di tingkat konsumen yakni Rp15.700 per liter.
Selain stok beras CBP sebanyak 22.000 ton, Bulog Sulteng juga memiliki stok gula sekitar 236 ton serta minyak goreng sebanyak 537.000 liter.
Pemerintah di bawah komando Presiden Prabowo Subianto terus melanjutkan kebijakan yang berpihak pada petani dalam negeri melalui optimalisasi penyerapan hasil produksi pangan nasional.
PERUM Bulog tengah menyiapkan ekspor beras premium untuk kebutuhan jemaah haji Indonesia di Arab Saudi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved