Headline
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Kumpulan Berita DPR RI
INDUSTRI kreatif bisa menjadi sektor utama yang menjadi sandaran sebagian besar penyerapan tenaga kerja di Indonesia.
Tak hanya karena sumbangannya terhadap pendapatan negara yang terus naik mengalahkan sektor lain, tapi karena industri kreatif yang relatif bisa dijangkau siapa saja.
“Mengawalinya bisa dengan passion. Karena dengan passion kita akan terus mampu terus mendalami usaha kreatif ini dengan energi yang tak ada habisnya,” kata CEO IPMI Jimmy Gani dalam orasi pekerja kreatif yang diadakan oleh asumsi.co di Gedung Sabuga, Institut Teknologi Bandung (ITB), Bandung,
Para pembicara dalam acara tersebut, antara lain, Ketua Viking Herru Joko, co-founder Upnormal Sarita Sutedja, Wali Kota Bogor Bima Arya, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Bupati Banyuwangi Azwar Anas, Mantan Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi, CEO IYKRA Fajar Jaman, co-founder GetCraft Anthony Reza Prasetya, Content Creator Eka Gustiwana, CEO IPMI Jimmy Gani, Roby Murphy Saung Angklung Mang Ujo, Pendiri Mad For Lipstick Samira Alatas, CEO Everidea Aji Santika, dam Gally Rangga pendiri Exodus57.
“Setiap tahun venture capital atau angel investor berkumpul di Amerika Serikat untuk menentukan bisnis apa yang akan mereka biayai. Peluang itu ada selama kita membangun bisnis yang secara kreatif memecahkan persoalan di masyarakat,” kata Jimmy yang juga mentor bisnis dan penasehat Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi tersebut.
CEO IYKRA Fajar Jaman menambahkan, sejatinya tabiat industri kreatif di era digital mulai banyak berubah. Salah satunya industri tersebut mulai sangat mengandalkan data kebiasaan konsumen yang dipasok oleh sistem algoritma. Dia mencontohkan aplikasi Spotify dan Netflix.
Baca juga : Kelas Menengah Bisa Dorong Industri Kreatif
“Hari ini kita nonton Kingdom, besok akan muncul film-film zombie atau horor yang disuguhkan untuk kita tonton lagi,” kata Fajar.
Namun, hanya mengandalkan passion dan data tak cukup. Co-founder Upnormal Sarita Sutedja menambahkan pengalamannya membesarkan Warunk Upnormal dan sekarang Bakso Boedjangan.
“Kami sejak 2013 sudah punya Nasi Goreng Rempah Mafia, tapi justru anak kedua kami, Warunk Upnormal, yang kemudian bisa membesar seperti sekarang,” kata Sarita.
Kata Sarita, proses di belakang kesuksesan Warunk Upnormal cukup panjang. Sebelum usaha kuliner tersebut, Sarita sudah berkali-kali gagal. “Rasanya ada 10 usaha saya sebelumnya dan gagal semua,” katanya.
Karena itu, kata Sarita, yang dibutuhkan untuk membesarkan usaha kreatif adalah kreativitas, kerja keras, dan kengototan.
“Tiga itu yang menjadi kunci kesuksean dan soliditas para founder. Juga kalkulasi untuk menghitung proyeksi kami ke depan. Kira-kira dalam usia berapa pencapaian-pencapaian ini bisa kami raih. Dari situ kemudian diturunkan jenis usaha apa yang harus kami tekuni. Dari situlah akhirnya kami menekuni kuliner,” katanya. (RO/OL-8)
Data Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) RI menunjukkan tren peningkatan pengaduan serta lonjakan kerugian finansial konsumen dari tahun ke tahun.
Pelaku usaha kini bisa daftar QRIS, terima pembayaran semua bank dan e-wallet, serta pencairan dana tiap jam.
Di tengah ekspansi ekonomi digital yang kian cepat, industri financial technology (fintech) Indonesia memasuki fase baru: dari mengejar pertumbuhan.
Meski potensi ekonomi digital besar, Indonesia masih menghadapi tantangan serius pada aspek literasi.
Peran AI sebagai intelligent trust, bukan pengganti tanggung jawab manusia, melainkan alat untuk memperkuat transparansi, keadilan distribusi, dan pengambilan keputusan beretika.
Bank Indonesia melakukan reformasi pengaturan industri sistem pembayaran, salah satunya Transaksi, Interkoneksi, Kompetensi, Manajemen Risiko, dan Infrastruktur Teknologi Informasi.
Living Lab Ventures (LLV), unit corporate venture capital Sinar Mas Land, menyelenggarakan Inside LLV pada 27 Januari 2026 di Digital Experience Center (DXC), BSD City.
Harga cokelat melonjak akibat krisis kakao. Startup Prefer hadirkan bubuk cokelat tanpa kakao yang lebih murah 50% dan ramah lingkungan.
Banyak yang belum menyadari bahwa Indonesia telah memproduksi ponsel untuk dipasarkan secara internasional. Produk tersebut hadir melalui Unplugged, sebuah startup.
STARTUP kecerdasan buatan (AI) asal Indonesia, Zarfix, resmi menjadi sorotan internasional setelah tampil dalam ajang 'Take Off Istanbul' di Istanbul, Turki.
Di tengah pesatnya pertumbuhan ekonomi digital Indonesia yang kerap diukur lewat valuasi dan pendanaan, MDI Ventures menghadirkan perspektif berbeda.
Tokyo X-Hub 2025 mengundang 10 startup Jepang yang berbasis di Tokyo untuk mengeksplorasi pasar Indonesia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved