Headline
Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.
Kumpulan Berita DPR RI
PENGAMAT pertanian dari Institut Pertanian Bogor (IPB) Dwi Andreas Santosa menyarankan PT Perum Bulog mengubah cara penyerapan beras supaya tidak terjadi penurunan kualitas. Hal itu untuk mempercepat masa peralihan dari Beras Sejahtera (Rastra) ke Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).
"Saya menyarankan Bulog segera mempercepat masa peralihan dari penyerapan stok dari Rastra menjadi BPNT dengan masuk ke pasar ritel. Itu supaya tidak terjadi penumpukan cadangan beras dan mencegah penurunan kualitas," katanya kepada Media Indonesia, Kamis (7/2).
Menurut dia, program BNPT yang baru berjalan beberapa waktu terakhir membuat cadangan beras di Bulog membengkak. Pasalnya dengan program baru tersebut tujuan beras Bulog menyusut separuh lebih.
Akibatnya, lanjut dia, beras di gudang Bulog mengendap sehingga terjadi penurunan kualitas. "Maka Bulog perlu segera memperbaiki manajemen perputaran beras dengan membuka penyerapan baruseperti masuk ke pasar ritel. Kemudian pemerintah perlu turun tangan karena ini masuk cadangan beras negara," pungkasnya.
Baca juga: Perum Bulog Klaim Terapkan Pengelolaan Beras dengan Baik
Pada kesempatan berbeda, Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Rusli Abdullah mengatakan cadangan beras Bulog harus dijaga supaya tidak terjadi kekurangan pasokan dan menjaga stabilitas harga. Oleh sebab itu beras yang sudah lama ditimbun perlu dikeluarkan dengan berbagai strategi pemasaran.
Terlebih, kata dia, bulan depan masa panen yang tentu akan menambah cadangan beras. "Dengan begitu manajemen beras di Bulog harus lebih profesional supaya tidak terjadi penurunan kualitas namun bisa mengantisipasi kekurangan akibat gagal panen atau potensi lain sampai akhir tahun,"tutupnya. (OL-7)
Selain ketersediaan beras, Bulog juga memastikan pasokan minyak goreng tetap terjaga
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memastikan kondisi pangan nasional berada dalam keadaan aman dan terkendali
Perum Bulog resmi melepas kontainer ekspor Beras Befood Nusantara ke Arab Saudi untuk memenuhi kebutuhan Jemaah Haji Indonesia Tahun 2026.
Gabah tersebut tetap dibeli sesuai Harga Pembelian Pemerintah (HPP) Rp6.500 per kilogram meski kualitasnya menurun akibat terendam lumpur.
Peluncuran GPM serentak telah dimulai sejak 9 Februari 2026 dan akan berlangsung secara bertahap di berbagai wilayah.
Perum Bulog melaksanakan inspeksi mendadak (sidak) pasar secara serentak di seluruh Indonesia guna memastikan ketersediaan stok dan stabilitas harga beras serta Minyakita.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved