Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
PENGAMAT pertanian dari Institut Pertanian Bogor (IPB) Dwi Andreas Santosa menyarankan PT Perum Bulog mengubah cara penyerapan beras supaya tidak terjadi penurunan kualitas. Hal itu untuk mempercepat masa peralihan dari Beras Sejahtera (Rastra) ke Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).
"Saya menyarankan Bulog segera mempercepat masa peralihan dari penyerapan stok dari Rastra menjadi BPNT dengan masuk ke pasar ritel. Itu supaya tidak terjadi penumpukan cadangan beras dan mencegah penurunan kualitas," katanya kepada Media Indonesia, Kamis (7/2).
Menurut dia, program BNPT yang baru berjalan beberapa waktu terakhir membuat cadangan beras di Bulog membengkak. Pasalnya dengan program baru tersebut tujuan beras Bulog menyusut separuh lebih.
Akibatnya, lanjut dia, beras di gudang Bulog mengendap sehingga terjadi penurunan kualitas. "Maka Bulog perlu segera memperbaiki manajemen perputaran beras dengan membuka penyerapan baruseperti masuk ke pasar ritel. Kemudian pemerintah perlu turun tangan karena ini masuk cadangan beras negara," pungkasnya.
Baca juga: Perum Bulog Klaim Terapkan Pengelolaan Beras dengan Baik
Pada kesempatan berbeda, Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Rusli Abdullah mengatakan cadangan beras Bulog harus dijaga supaya tidak terjadi kekurangan pasokan dan menjaga stabilitas harga. Oleh sebab itu beras yang sudah lama ditimbun perlu dikeluarkan dengan berbagai strategi pemasaran.
Terlebih, kata dia, bulan depan masa panen yang tentu akan menambah cadangan beras. "Dengan begitu manajemen beras di Bulog harus lebih profesional supaya tidak terjadi penurunan kualitas namun bisa mengantisipasi kekurangan akibat gagal panen atau potensi lain sampai akhir tahun,"tutupnya. (OL-7)
WAKIL Direktur Utama Perum Bulog Marga Taufiq bersama Pemimpin Wilayah Bulog Jawa Tengah Sri Muniati mendampingi Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati dalam kunjungan kerja ke Jawa Tengah.
Wakil Pemimpin Perum Bulog Kanca Banyumas, Muhammad Haekal, mengingatkan para pengecer agar mematuhi ketentuan harga sesuai regulasi yang berlaku.
Harga Minyakita di tingkat konsumen telah ditetapkan dan wajib dipatuhi seluruh pelaku usaha. Harga Minyakita di tingkat konsumen yakni Rp15.700 per liter.
Selain stok beras CBP sebanyak 22.000 ton, Bulog Sulteng juga memiliki stok gula sekitar 236 ton serta minyak goreng sebanyak 537.000 liter.
Pemerintah di bawah komando Presiden Prabowo Subianto terus melanjutkan kebijakan yang berpihak pada petani dalam negeri melalui optimalisasi penyerapan hasil produksi pangan nasional.
PERUM Bulog tengah menyiapkan ekspor beras premium untuk kebutuhan jemaah haji Indonesia di Arab Saudi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved