Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
KETUA Umum Asosiasi Perusahaan Penerbangan Nasional Indonesia atau Indonesia National Air Carriers Association (INACA) I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra atau Ari Askhara meminta pemerintah bersikap bijak dalam mengevaluasi tarif bagasi. Hal itu tidak hanya melandaskan pada keinginan masyarakat tetapi juga kelangsungan industri angkutan udara.
"Yang pasti regulator harus memastikan safety adalah hal utama. Kami berharap regulator juga bijak dalam menentukan besaran batas atas tarif bagasi sehingga tetap safety yang diutamakan," katanya kepada Media Indonesia, Sabtu (2/2).
Menurut dia, keamanan penerbangan tidak boleh ditawar. Maka dalam evaluasi tarif bagasi, pemerintah perlu mengantisipasi supaya pengguna jasa memiliki batasan berat.
"Tentunya hal-hal dimana penumpang membawa bagasi di atas batas justru nantinya akan meningkatkan risiko safety penerbangan," ungkapnya.
Ketika tarif rendah, lanjut dia, membuka ruang pengguna jasa angkutan udara membawa barang banyak. Hal itu dampaknya besar terhadap safety yang merupakan komitmen dan faktor penting industri penerbangan.
"Faktor lain ialah ketepatan waktu. Penumpang full service dan low cost karakternya berbeda, penumpang full service akan membawa bagasi secukupnya sementara penumpang low cost sebagian besar bawa bagasi untuk jualan di daerahnya," terangnya.
Baca juga: Ini Poin Evaluasi Tarif Bagasi Lion dan Wings Air
Ari menegaskan bagasi yang terlalu berat membuat beban pesawat berlebihan, selain akan berdampak pada safety juga on time performance.
"Terakhir ya tentunya komersial, dengan semakin banyak muatan maka fuel yang dibakar semakin banyak, sehingga margin bisa minus," tukasnya.
Oleh sebab itu, Inaca berharap pemerintah memberikan solusi terhadap tarif bagasi supaya tidak merugikan maskapai.
"Itu lah kami harapkan agar regulator benar-benar menghitung dan jangan sampai maskapai low cost rugi dan akhirnya tutup," pungkasnya.(OL-5)
Daftar maskapai paling sering delay di dunia sepanjang 2025. Ryanair, easyJet, Frontier hingga JetBlue mencatat tingkat keterlambatan tertinggi.
Pembukaan rute ini dinilai semakin memperkuat konektivitas Jawa Tengah dengan Jawa Barat dan Jawa Timur.
Penyesuaian TBA dinilai penting untuk menjaga keseimbangan ekosistem industri penerbangan
Mukhtara Air merupakan maskapai bagian dari Manazil Al Mukhtara Company Holding, perusahaan yang berbasis di Madinah, Arab Saudi.
Keempat maskapi tersebut adalah Lion Air, Airfast Indonesia, Sriwijaya Air, dan NAM Air.
Program ini juga menjadi wujud dukungan terhadap pengembangan ekosistem kendaraan listrik ramah lingkungan di Indonesia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved