Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
KOMISI Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) meneruskan kajian penentuan tarif tiket angkutan udara dan kargo. Hal itu untuk memastikan ada atau tidaknya potensi kehadiran kartel dalam memutuskan kedua tarif yang mendapatkan keluhan masyarakat tersebut.
"Berdasarkan rapat koordinasi dengan Deputi Penindakan KPPU, Senin lalu, beliau meminta izin seminggu lagi untuk melakukan kajian dan evaluasi perubahan-perubahan komponen harga dan formulasi dalam penentuan harga tiket dan kargo angkutan udara," terang komisioner KPPU Kodrat Wibowo kepada Media Indonesia, Kamis (31/1).
Baca juga: Ikuti Aspirasi, Citilink Tunda Bagasi Berbayar
Menurut dia, satuan tugas yang tengah melakukan kajian persoalan tersebut meminta waktu tambahan kepada komisioner guna menyempurnakan data dan informasi menyangkut formulasi yang digunakan untuk menentukan tarif tiket dan kargo.
"Komisi sudah setuju memberikan waktu tambahan seminggu lagi," katanya.
Laporan hasil kajian dan evaluasi tersebut ditargetkan selesai pada pekan depan. Nantinya, akan ditentukan kelanjutannya, apakah bisa diteruskan dengan penyidikan atau tidak. Selain itu, juga ditentukan perumusan rekomendasi yang bisa berujung sanksi administrasi.
Dalam tahapan kajian dan evaluasi, satuan tugas sudah memanggil pihak-pihak terkait, mengumpulkan dokumen, serta regulasi dari pihak terkait.
"Yang jelas masih butuh waktu untuk menganalisis dan mempelajari seluruh dokumen dan informaai yang terkumpul," pungkasnya. (OL-6)
Daftar maskapai paling sering delay di dunia sepanjang 2025. Ryanair, easyJet, Frontier hingga JetBlue mencatat tingkat keterlambatan tertinggi.
Pembukaan rute ini dinilai semakin memperkuat konektivitas Jawa Tengah dengan Jawa Barat dan Jawa Timur.
Penyesuaian TBA dinilai penting untuk menjaga keseimbangan ekosistem industri penerbangan
Mukhtara Air merupakan maskapai bagian dari Manazil Al Mukhtara Company Holding, perusahaan yang berbasis di Madinah, Arab Saudi.
Keempat maskapi tersebut adalah Lion Air, Airfast Indonesia, Sriwijaya Air, dan NAM Air.
Program ini juga menjadi wujud dukungan terhadap pengembangan ekosistem kendaraan listrik ramah lingkungan di Indonesia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved