Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
KEPALA Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kemenkeu Nufransa Wirasakti membantah pernyataan Mantan Menteri Koordinator bidang Maritim Rizal Ramli soal pemerintah akan melelang Surat Utang Negara (SUN) senilai US$2 miliar dengan yield atau imbal hasil 11,625% pada 4 Maret 2019.
Nufransa menjelaskan SUN berdenominasi valuta asing yang dimaksud diterbitkan pada 2009 untuk kebutuhan pembiayaan APBN saat itu.
Pada saat itu, kata Nufransa, sedang terjadi Asia Financial Crisis, terjadi guncangan pada pasar keuangan dunia yang mengakibatkan peningkatan cost of fund yang tergambar pada meningkatnya yield SUN valas mencapai 11,625%.
"SUN valas tersebut akan jatuh tempo pada Maret 2019, dan itu yang diberitakan secara tidak benar, seolah-olah SUN tersebut akan diperpanjang dengan tingkat yield yang sama (dengan 2009)," papar Nufransa, di Jakarta, Senin, 28 Januari 2019.
Saat ini, tambah Nufransa, yield SUN dalam USD di pasar sekunder untuk tenor yang sama adalah sekitar 4,24%.
"Jadi jika SUN tersebut akan di refinancing, yield yang akan dipakai adalah rate saat ini, yaitu sekitar 4,24%, bukan 11,625%," kata dia.
Baca juga: Lelang Derivatif Valas BI Membuat Rupiah Menguat Tajam
Cuitan Rizal Ramli dihapus selang beberapa jam dipublikasikan.
"Indonesia akan ngutang lagi US$2 miliar dengan yield 11,625%, issued 4 Maret 2019. Yield tertinggi di kawasan, padahal Vietnam keluarkan surat utang hanya dengan yield lima persen. Penguatan rupiah didukung oleh peningkatan pinjaman dengan bunga super tinggi!! Kreditor pesta pora, rakyat semakin terbenani. Menkeu semakin ngawur. International bonds: Indonesia, 11.625 persen 4mar2019, USD (USY20721AP44, Y20721AP4)," tulis Rizal Ramli di akun Twitter pribadinya @RamliRizal.
Selang beberapa jam, Rizal meminta maaf dan memberi klarifikasi bahwa yield 11,625% adalah surat utang lama.
"Mohon maaf terjadi kesalahan .... yield 11,625 persen adalah surat utang lama RI. Bukan rencana surat utang baru ???????? yield utang terbaru Indonesia sekitar 8,5persen, tetap lebih tinggi dari Vietnam yg hanya 5-6 persen," pungkas ekonom senior itu.(medcom.id/OL-5)
KEMENTERIAN Keuangan (Kemenkeu) merespons kabar yang menyebut Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono digadang-gadang mengisi posisi Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI).
(KPK) menduga uang kasus suap pajak turut mengalir ke oknum di Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan (Kemenkeu).
Anggota DPR RI menyebut kasus suap korupsi yang melibatkan pegawai Direktorat Jenderal Pajak harus menjadi momentum bagi Kementerian Keuangan melakukan bersih-bersih.
KPK melakukan penelusuran penerimaan uang suap ke pejabat di Ditjen Pajak.
Budi enggan memerinci sosok yang tengah dibidik oleh penyidik. KPK sedang mencari keterlibatan pihak lain yang diduga memiliki peran dalam pengurangan pajak ini.
Rudianto menilai tindakan tegas dari Aparat Penegak Hukum (APH) sangat krusial di tengah upaya Presiden Prabowo Subianto meningkatkan penerimaan negara.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved