Headline

Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.

Di Depan Presiden Pengusaha Beras Pastikan Stok dan Harga Beras Aman

Nur Aivanni
24/1/2019 17:06
Di Depan Presiden Pengusaha Beras Pastikan Stok dan Harga Beras Aman
(Pengusaha beras memberikan keterangan pers usai pertemuan dengan Presiden Jokowi di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (24/1/2019). (ANTARA/Agus Salim))

 

PRESIDEN Joko Widodo bertemu dengan para pengusaha beras di Istana Merdeka, Jakarta. Dalam kesempatan tersebut, Jokowi mendengarkan kondisi mengenai perberasan di Pasar Induk Beras Cipinang dan daerah-daerah lainnya.

"Saya tidak ingin berbicara banyak. Tetapi saya ingin mendengarkan situasi dan kondisi mengenai perberasan baik di pasar maupun di Cipinang maupun di daerah-daerah dan ke depannya akan seperti apa," kata Jokowi saat membuka pertemuan tersebut, Kamis (24/1).

Salah satu anggota Persatuan Pengusaha Penggilingan Padi dan Beras (Perpadi) Billy Haryanto menekankan bahwa kondisi perberasan nasional saat ini dalam status aman di pasaran.

"Makanya Pak Presiden mau ke Cipinang, saya larang," katanya.

"Jadi, saya ngga usah ke Cipinang? Aman," saut Jokowi.

Billy pun membenarkan pernyataan Jokowi tersebut. Harga beras, kata dia, saat ini cenderung turun.

Baca juga : Pemerintah Dituntut Benahi Produktivitas Gula Nasional

"Harga cenderung terus turun, tapi maunya kita jangan terus, kasian petani. Makanya kalau dibilang beras mahal, itu salah," katanya.

Selain harga dan stok yang terkendali, larangan Jokowi tidak melakukan kunjungan ke Cipinang agar itu tidak disalahartikan sebagai kampanye.

"Nanti dikira pencitraan karena masa kampanye," ucapnya usai pertemuan tersebut.

Sementara itu, Ketua Umum Perpadi Sutarto Alimoeso mengatakan dalam pertemuan tersebut Presiden hanya ingin memastikan bahwa stok dan harga beras di pasaran terkendali dengan baik.

"Kami diundang untuk dimintai informasi. Tidak ada gejolak harga, ke depan lantas gimana? Kami laporkan, beberapa daerah mulai panen," ucapnya.

Untuk stok beras, kata Sutarto, aman terkendali hingga enam bulan ke depan.

"Jadi sampai dengan enam bulan ke depan, setidaknya aman. Situasi baik karena produksi juga baik," ucapnya. (OL-8)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Ghani Nurcahyadi
Berita Lainnya