Headline
Pemerintah pelajari seluruh risiko menyusul putusan MA AS.
Pemerintah pelajari seluruh risiko menyusul putusan MA AS.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH menugaskan Perum Bulog menyerap jagung produksi petani pada masa panen raya yang diprediksi akan tiba, Februari hingga April.
Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengatakan pasokan yang melimpah harus dapat terserap secara maksimal agar harga tidak turun terlalu drastis.
"Nanti sebagian akan diserap Bulog. Bulog akan simpan untuk persiapan akhir tahun," ujar Amran usai menghadiri rapat koordonasi terbatas di Kantor Kementerian Koordinasi Bidang Perekonomian, Jakarta, Selasa (22/1).
Bulog akan diupayakan memiliki stok penyangga untuk memenuhi kebutuhan pada akhir tahun ketika tidak ada produksi jagung di Tanah Air. Pemerintah tidak ingin tragedi tahun lalu, yakni ketika stok menipis membuat harga melonjak sehingga para peternak kecil kelimpungan, terulang.
"Dulu kita lakukan ini untuk beras saja. Sekarang jagung juga, untuk disimpan dan digunakan saat paceklik, saat panen rendah. Itu rencana kita," jelas Amran.
Baca juga: Darmin Sebut Impor Jagung untuk Tekan Harga
Kendati demikian, ia mengatakan pemerintah tidak menargetkan berapa besar volume serapan yang akan dilakukan.
Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso mengatakan pihaknya akan menyerap jagung sesuai dengan kebutuhan dan sesuai kemampuan kapasitas tampung mereka.
"Kita serap sesuai dengan kebutuhan. Untuk cadangan peternak nanti kita alokasikan," tutur Budi.
Namun, jika melihat kapasitas gudang Bulog, serapan jagung dirasa tidak akan besar. Pasalnya, saat ini kemampuan tampung perseroan hanya 3,6 juta ton. Sebanyak 2,1 juta ton dari itu sudah penuh terisi beras.
Ditambah, pada periode yang sama, yakni hingga April, Bulog juga menargetkan serapan beras hingga 1,8 juta ton.
Di sisi lain, jumlah beras yang akan dikeluarkan untuk keperluan bantuan sosial dan operasi pasar selama kurun waktu itu diperkirakan hanya 600 ribu ton. Artinya, gudang perseroan akan terisi beras 3,3 juta ton dan hanya ada ruang sekitar 300 ribu ton untuk menyimpan jagung.
Namun, pria yang akrab disapa Buwas itu mengaku masih tersedia ruang yang cukup untuk menyimpan jagung sebagai stok penyangga.
"Ada gudang yang kosong untuk beras di beberapa daerah dan ini ada kebutuhan untuk jagung. Nanti kami hitung berapa kemampuan kita. Kami sedang hitung," tandasnya.
Terkait harga pembelian, ia memastikan nominal yang ditawarkan tidak akan merugikan para petani.
Sedianya, pemerintah melalui Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 58 Tahun 2018 telah menetapkan harga acuan pembelian jagung di tingkat petani sebesar Rp3.150 per kilogram (kg) dan di tingkat pabrik pakan sebesar Rp4.000 kg.
Namun, dalam beberapa bulan terakhir, terutama akhir tahun lalu, harga jagung di level petani meroket bahkan menyentuh Rp6.000 di beberapa daerah.
Buwas mengatakan pihaknya tidak memiliki anggaran khusus untuk program serapan jagung. Mereka akan mengandalkan pinjaman dari perbankan untuk menjalankan tugas tersebut. Dibandingkan dengan program serapan gabah/beras, perseroan mencadangkan dana sebesar Rp10 triliun untuk sepanjang tahun ini.(OL-5)
WAKIL Direktur Utama Perum Bulog Marga Taufiq bersama Pemimpin Wilayah Bulog Jawa Tengah Sri Muniati mendampingi Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati dalam kunjungan kerja ke Jawa Tengah.
Wakil Pemimpin Perum Bulog Kanca Banyumas, Muhammad Haekal, mengingatkan para pengecer agar mematuhi ketentuan harga sesuai regulasi yang berlaku.
Harga Minyakita di tingkat konsumen telah ditetapkan dan wajib dipatuhi seluruh pelaku usaha. Harga Minyakita di tingkat konsumen yakni Rp15.700 per liter.
Selain stok beras CBP sebanyak 22.000 ton, Bulog Sulteng juga memiliki stok gula sekitar 236 ton serta minyak goreng sebanyak 537.000 liter.
Pemerintah di bawah komando Presiden Prabowo Subianto terus melanjutkan kebijakan yang berpihak pada petani dalam negeri melalui optimalisasi penyerapan hasil produksi pangan nasional.
PERUM Bulog tengah menyiapkan ekspor beras premium untuk kebutuhan jemaah haji Indonesia di Arab Saudi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved