Headline
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Kumpulan Berita DPR RI
BANK Indonesia menilai wajar bila tingkat suku bunga deposito perbankan naik lebih cepat sebagai imbas dari kenaikan suku bunga kebijakan BI Rate 7 Day Reverse Repo Rate.
"Wajar kalau suku bunga deposito merespon lebih cepat kenaikan suku bunga BI. Alasannya karena memang pendanaan perbankan berupa ritel (dana pihak ketiga). Oleh karena itu kalau suku bunga pasar uang naik, ritel funding bank harus naik," ujar Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, di Jakarta, Jumat (18/1).
Baca juga: Jelang Pemilu 2019, Minat IPO Tetap Tinggi
Dia menekankan, kenaikan suku bunga acuan tidak terlalu mengakibatkan pengetatan likuiditas. Sebab, berbeda dari tahun lalu yang terjadi pengurangan likuiditas karena aliran modal asing keluar Indonesia meski BI sudah dilakukan pelonggaran likuiditas.
Tahun lalu pendanaan bank berkurang tidak hanya dari DPK juga dari dana luar negeri. Tapi tahun ini aliran modal asing mulai masuk kembali.
Meski begitu, kenaikan suku bunga deposito perbankan tidak serta merta langsung diikuti juga dengan kenaikan bunga kredit yang ekspansif. Bank lebih banyak meningkatkan efisensi, dan mengurangi spread/selisih suku bunga deposito dan kredit.
Tingkat suku bunga kredit korporasi sendiri rata-rata masih di bawah 10%. Sedangkan, tingkat bunga kredit untuk konsumsi 11%, untuk modal kerja 10% dan di bawah 10% untuk untuk investasi.
"BI dan OJK terus berkoordinasi dan memastikan lidkuitas cukup di pasar uang dan perbankan. Caranya dalam ekspansk operasi moneter, lalu terbitkan beberapa kebijakan untuk menambah manajemen maupun likuditas bank," tandasnya.
Bank Indonesia juga melihat pola musiaman pertumbuhan kredit pada triwulan IV / 2018 memang tinggi yaitu 12-13%. Sedangkan, pada triwulan I/2019 pertumbuhan kredit agak menurun. "Tapi secara keseluruhan pertumbuhan kredit pada kisaran kami berada di 10 - 12% di 2019," imbuhnya.
Baca juga: Per 17 Januari, Aliran Modal Asing Masuk Rp14,75 Triliun
Sedangkan pada rencana bisnis bank (RBB) optimistis pada angka capaian pertumbuha kredit bisa 13%.Adapun faktor yang mendorong kredit ke depan yaitu permintaan kredit untuk produksi dan untuk investasi dari dunia usaha yang diperkirakan akan naik.
"Seperti kredit untuk bahan baku, modal kerja dan investasi. Sama halnya dengan impor, yang tinggi permintaan dari barang modal dan bahan baku," tukas Perry. (OL-6)
Ekonom PT Bank Danamon Indonesia Tbk Hosianna Evalita Situmorang mengamini keputusan Bank Indonesia mempertahankan suku bunga acuan BI di 4,75%
BANK Indonesia memutuskan untuk mempertahankan BI-Rate hari ini 17 Maret 2026 sebesar 4,75 persen untuk memperkuat rupiah
Sejumlah ekonom memperkirakan Bank Indonesia (BI) akan mempertahankan BI-Rate di level 4,75% dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) Maret 2026.
Penukarkan Uang Baru Melalui Mobil Keliling Bank Indonesia
BRI menyiapkan uang tunai sebesar Rp25 triliun untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama periode Lebaran 2026.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menuturkan, pengendalian nilai tukar rupiah dari dolar Amerika Serikat masih dapat dilakukan dengan baik.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved