Headline
Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.
Kumpulan Berita DPR RI
TIBANYA musim kemarau sering kali diiringi dengan kedatangan penyakit pernapasan. Cuaca panas disertai polusi yang tinggi beberapa waktu belakangan kerap membawa penyakit pernapasan, terutama pada anak-anak dengan kekebalan tubuh lebih rentan daripada orang dewasa.
Hujan yang sudah lama tidak turun menyebabkan kekeringan dan debu-debu beterbangan di udara. Hal Ini juga diperparah dengan adanya asap yang dihasilkan oleh kendaraan di jalanan. Bila terhirup dalam jumlah tertentu, asap tersebut dapat menyebabkan iritasi dan peradangan di saluran napas bagian atas.
Selain itu, udara yang panas akan menyebabkan rasa gerah biasanya membuat anak-anak menginginkan minuman dingin untuk menghilangkan rasa dahaganya. Alhasil, tindakan tersebut meningkatkan risiko terjadinya batuk, pilek, atau asma.
Dokter Karin Wiradarma dari Klikdokter.com mengatakan bila anak memiliki hipersensitivitas terhadap debu, ini berarti sistem kekebalan tubuhnya menganggap bahwa debu sebagai suatu barang berbahaya yang harus dienyahkan. Karenanya, sistem imunitas melancarkan reaksi peradangan, biasanya di saluran pernapasan ketika mereka terpapar debu, baik di ruangan maupun luar rumah.
"Umumnya, gejala alergi debu terjadi pada saluran pernapasan, seperti bersin-bersin, hidung tersumbat, hidung meler, batuk, sesak napas, dan serangan asma. Selain itu, alergi debu dapat menyebabkan mata merah, gatal, dan berair, serta gatal-gatal pada kulit," ujar Karin.
Untuk mencegah kambuhnya alergi debu pada si kecil, sebisa mungkin hilangkanlah faktor-faktor yang dapat mencetuskan reaksi alergi tersebut. Jika memiliki anak yang alergi debu di rumah, berarti orang dewasa harus rajin membersihkan rumah secara teratur. terutama pada saat musim kemarau, karena debu jalanan sering masuk ke rumah. Gunakanlah alat vakum dengan filter HEPA.
Selain itu, usahakan untuk membersihkan rumah ketika si kecil tidak berada di rumah, misalnya ketika ia sedang bersekolah. Untuk menekan timbulnya alergi saat beraktivitas di luar ruangan, terlebih dengan tingkat polusi yang tinggi, baik orang dewasa maupun anak-anak disarankan untuk mengenakan masker.
Pertahanan imun
Satu hal yang tidak kalah penting, yaitu menjaga kesehatan dan meningkatkan daya tahan tubuh. Hal itu dapat dilakukan dengan menjaga pola makan yang sehat dan bergizi secara seimbang, berolahraga secara teratur, dan selalu menjaga kebersihan seperti mencuci tangan.
Apa pun yang menyangkut penyakit seperti penyakit pernapasan saat musim kemarau, mencegah jauh lebih baik (dan mudah) daripada mengobati. Jika penyakit sudah telanjur datang, segera temui dokter.
Guna meningkatkan pertahanan imun si kecil dari alergi paparan debu dan asap polusi, Kalbe Nutritionals bekerja sama dengan Morinaga Research Center Jepang menyajikan rangkaian produk teranyar. Salah satu produk yang mampu melindungi anak dari risiko alergi, yaitu Morinaga P-HP MoriCare+.
Morinaga Chil Kid P-HP merupakan susu pertumbuhan bergizi untuk anak usia 1-3 tahun yang dapat mengurangi risiko alergi bagi anak yang alergi. Morinaga Chil Kid P-HP mengandung protein susu sapi yang telah diolah secara enzimatik.
Hal itu membuatnya lebih mudah dicerna dan mengurangi reaksi hipersensitivitas serta risiko alergi bagi anak yang memiliki riwayat alergi. Di samping itu, susu itu juga baik untuk mendukung pertumbuhan otak, daya tahan tubuh, dan tumbuh kembang optimal.
Untuk anak alergi susu sapi, terdapat Morinaga Soya MoriCare+. produk ini merupakan susu pertumbuhan bergizi berbahan dasar isolat protein kedelai tanpa penambahan laktosa untuk mengatasi gejala alergi susu sapi Selain itu, susu tersebut juga dapat mendukung pertumbuhan otak, daya tahan tubuh, dan tumbuh kembang optimal. (S3-25)
BMKG memprediksi musim kemarau 2026 di Jawa Tengah akan lebih kering (di bawah normal). Cek jadwal awal kemarau dan puncak kekeringan di wilayah Anda.
BADAN Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi bahwa musim kemarau akan lebih lama, sekaligus memiliki intensitas hujan lebih rendah dibandingkan rata-rata.
BMKG memprediksi musim kemarau di NTB mulai April 2026 akan lebih kering dari biasanya. Simak wilayah terdampak dan imbauan resminya di sini.
Menurut dia, salah satu langkah yang dilakukan Pemprov Jabar adalah mendorong pengembangan komoditas pertanian yang lebih hemat air.
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memastikan kondisi pangan nasional berada dalam keadaan aman dan terkendali
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi musim kemarau 2026 akan datang lebih awal di sebagian besar wilayah Indonesia dan berlangsung lebih kering dari normal.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved