Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
PAMERAN imersif Skullpanda: Cage-uncage siap menyapa para penggemar di National Museum of Singapore mulai 12 Desember 2025 hingga 22 Februari 2026. Dalam pameran ini, pengunjung dapat menyelami pesan artistik, gagasan kreatif, serta narasi personal yang melatarbelakangi karakter ikonik tersebut.
Pameran tersebut dihadirkan oleh Pop Mart bersama National Museum of Singapore dan Singapore Tourism Board (STB).
Sebagai informasi, Skullpanda merupakan karya dari seniman Tiongkok Xiong Miao yang muncul pada 2018. Figur ini menjadi alter ego sang kreator, yang menampung berbagai refleksi hidup, ketidakpastian, dan pertanyaan personalnya. Kini, Skullpanda telah berkembang dari sekadar mainan koleksi menjadi media seni yang kuat.
Pameran multi-indera ini mengajak pengunjung mempertimbangkan pertentangan antara batasan dan kebebasan melalui enam tema: Emosi, Keberuntungan, Aturan, Penjelajahan, Kehidupan, dan Arah. Acara ini juga menandai debut internasional pertama Skullpanda: Cage-uncage di luar Tiongkok setelah sebelumnya sukses digelar di Gate M West Bund Dream Center, Shanghai.
Bagi Museum Nasional Singapura, pameran ini menjadi lanjutan dari program Play:Date–Unlocking Cabinets of Play pada 2024. Direktur museum, Chung May Khuen, menegaskan bahwa institusinya berkomitmen mengeksplorasi pendekatan baru dalam menyajikan sejarah kontemporer Singapura melalui budaya koleksi.
"Sebagai museum untuk semua kalangan, kami sangat antusias menyelenggarakan pameran ini, sekaligus memanfaatkan daya tarik fenomena ini untuk terhubung dengan audiens yang beragam melalui seni Skullpanda," kata Chung May Khuen, seperti dikutip dari siaran pers yang diterima Media Indonesia, baru-baru ini.
Assistant Chief Executive Singapore Tourism Board, Kenneth Lim, menambahkan bahwa kerja sama ini mencerminkan posisi Singapura sebagai tempat di mana kreativitas global bertemu identitas lokal.
"Kemitraan ini merupakan contoh dari visi Tourism 2040 untuk membangun sebuah destinasi yang menarik, di mana sejarah dan budaya kontemporer beririsan, serta menciptakan pengalaman yang berkesan dan transformatif seperti yang dicari pelancong Gen-Z dan milenial masa kini," ujarnya.
Edisi Singapura menampilkan instalasi khusus yang terinspirasi dari tradisi mendengarkan nyanyian burung—kegiatan yang sudah lama menjadi bagian dari kehidupan komunitas lokal. Bagian ini memperkenalkan sisi warisan budaya yang jarang diketahui, sekaligus menggarisbawahi nilai kebersamaan yang hadir dalam kegiatan komunitas, sebagaimana yang tercermin dalam budaya mengoleksi.
Selain itu, pengunjung dapat melihat patung dan instalasi berskala besar bertema Skullpanda serta pengalaman interaktif dalam ruang pameran imersif. Objek sehari-hari seperti kunci, gembok, dan bingkai pintu diolah menjadi simbol visual yang mengajak publik memikirkan batasan hidup, pilihan, kebebasan, dan pencarian jati diri.
Sementara itu, Senior Vice President & Chief Operating Officer Pop Mart, Justin Moon, menegaskan bahwa pameran ini menjadi wujud dukungan terhadap seniman seperti Xiong Miao dalam mengeksplorasi pesan yang lebih mendalam melalui karya koleksi.
"Dalam momen ini kami dapat membagikan visi Skullpanda bukan hanya sebagai karakter yang dicintai, tetapi juga sebagai wahana untuk refleksi bermakna tentang pengalaman manusia, ke audiens yang lebih luas," ujarnya.
Tiket Early All Access telah tersedia sejak 19 November 2025, sementara Standard All Access dibuka mulai 1 Desember 2025 melalui situs resmi. Sistem kunjungan menggunakan slot waktu agar lebih nyaman.
Sebanyak 4.500 pengunjung pertama akan mendapatkan hadiah edisi khusus. Selain itu, Pop Mart membuka pop-up store di Longer Concourse yang dapat dikunjungi publik. (Nas/M-3)
Madonna dan mantan suaminya Guy Ritchie tampil bersama mendukung pameran seni Rocco Ritchie di London.
PAMERAN watercolor bertajuk Renjana menampilkan karya seni dari tujuh pelukis cat air di Balai Budaya, Jakarta. Pameran ini digelar pada 29 November - 7 Desember 2025.
Saksikan keindahan seni daur ulang Agus Kurniawan di pameran “Rupa Pelindung” ARYADUTA Bali. Dukung keberlanjutan dan budaya melalui karya seni yang bermakna.
Pameran Adi Citra Ganesha menjadi momentum penting bagi sivitas akademika dan alumni Institut Teknologi Bandung (ITB) untuk merefleksikan kembali jati diri kampus sebagai rumah besar.
Di tengah kesibukan Jakarta yang nyaris tak pernah berhenti, Jakarta Illustration & Creative Arts Fair (JICAF) 2025 hadir sebagai ruang jeda yang menghadirkan senyum di wajah masyarakat urban
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved