Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Pameran Renjana Hadirkan Karya 7 Pelukis Cat Air yang Menyentuh Nalar dan Rasa

Nike Amelia Sari
30/11/2025 16:00
Pameran Renjana Hadirkan Karya 7 Pelukis Cat Air yang Menyentuh Nalar dan Rasa
Pameran watercolor bertajuk Renjana(Dok. Antara)

PAMERAN watercolor bertajuk Renjana menampilkan karya seni dari tujuh pelukis cat air di Balai Budaya, Jakarta. Pameran ini digelar pada 29 November - 7 Desember 2025. 

Para seniman menghadirkan ragam eksplorasi visual yang menyoroti renjana sebagai dorongan batin yang menggerakkan proses kreatif mereka. Pada 6 Desember 2025, agenda ini juga akan dilengkapi dengan kegiatan melukis di ruang terbuka.

Karya-karya yang dipamerkan berasal dari Michellina Triwardhany, Dian Fitrasari, Niken Vijayanti, Aviliani, Baskoro Sardadi, Erika Enda Ginting, serta Dumasi Marisina Magdalena Samosir. Ketujuhnya merupakan bagian dari Agus Budiyanto Aquarelle Studio (ABAS), sebuah komunitas yang mewadahi perupa dari berbagai latar profesi.

Pengamat seni Bambang Asrini menjelaskan bahwa istilah “Renjana” berakar dari kata Sanskerta “Ranjana”, yang menggambarkan ruang penuh kegembiraan sekaligus energi emosional yang lahir dari kesadaran terdalam. 

“Bahasa Sanskerta mengartikan 'Ranjana' sebagai rasa yang muncul dari kesadaran berlandas hati, selain perjuangan dan pencarian bahasa visual tak henti," ungkapnya, seperti dikutip dari situs Antara.

Bambang menilai bahwa pameran ini menjadi wadah bagi para pelukis untuk menggali tema tersebut secara pribadi. “Pameran Renjana adalah totalitas tujuh pelukis yang bertemu dengan pengalaman nalar-rasa kehidupan, baik dari sisi pencipta maupun apresian," kata Bambang.

Dalam katalog pameran, General Manager Bentara Budaya Jakarta Ilham Khoiri mengingatkan bahwa medium cat air memiliki perjalanan panjang dalam sejarah seni rupa Indonesia. Ia mencontohkan keberadaan pelukis istana Lee Man Fong, yang kerap memakai cat air dan memiliki hubungan dekat dengan Presiden Soekarno.

“Bung Karno sendiri juga membuktikan seorang pelukis cakap saat dibuang ke Ende,” ujar Ilham.

Ilham juga menekankan bahwa seni cat air digemari bukan hanya oleh seniman profesional atau lulusan akademi seni, tetapi juga oleh banyak pembelajar autodidak yang berproses melalui komunitas. “ABAS memiliki anggota dari berbagai profesi, mulai dari arsitek hingga bankir,” katanya.

Selain pameran, penyelenggara menyiapkan sesi melukis luar ruang pada 6 Desember 2025 yang terbuka bagi masyarakat luas dan komunitas pecinta cat air, lengkap dengan fasilitas yang disediakan bagi peserta.

Ajang “Renjana” ini diharapkan menjadi sarana bertemu, berdialog, dan berbagi apresiasi antara perupa dan publik, sekaligus menampilkan beragam pendekatan visual dalam praktik seni cat air di Indonesia.

(Nas/ANT/M-3)

Foto: Ilustrasi pameran seni "Renjana. Dok. Situs Antara



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik