Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
SEBAGIAN orang mungkin menyediakan waktu untuk berbicara pada diri sendiri. Psikolog biasa menyebut hal tersebut dengan istilah external self-talk. Apakah hal ini berdampak baik pada kesehatan mental? Beberapa bukti menunjukkan berbicara kepada diri sendiri sebenarnya dapat memiliki sejumlah manfaat psikologis.
Penelitian menunjukkan jenis self-talk ini terhubung ke berbagai fungsi mental yang berbeda termasuk pemecahan masalah, penalaran, perencanaan, motivasi dan perhatian. Berikut sejumlah manfaat yang bisa didapatkan dari berbicara pada diri sendiri, seperti dikutip dari situs Verywell Mind.
1. Refleksi
Berbicara kepada diri sendiri bisa menjadi cara Anda melihat pengalaman hidup yang telah dijalani. Ini memungkinkan Anda untuk merenungkan hal-hal yang terjadi dalam hidup. Ini bisa menjadi langkah yang bagus untuk melihat sesuatu dengan lebih objektif.
Hal tersebut juga dapat meminimalkan emosi langsung dan perasaan spontan yang mungkin Anda miliki saat ini sehingga dapat melihat segala sesuatunya dengan cara yang lebih jelas dan rasional.
2. Motivasi
Berbicara kepada diri sendiri juga bisa memotivasi. Pertimbangkan saat-saat membuat diri Anda bersemangat untuk menghadapi tantangan dengan mengatakan "Saya bisa melakukan ini" atau "Anda bisa melakukannya". Pemikiran tersebut dapat lebih memotivasi Anda.
Satu studi menemukan ketika pemain bola basket berbicara kepada diri sendiri dengan pernyataan instruksional atau motivasi, mereka menunjukkan peningkatan yang signifikan dibandingkan kelompok kontrol.
Mereka yang menggunakan pernyataan instruksional menunjukkan akurasi yang lebih besar dalam kinerja dan mereka yang menggunakan pernyataan motivasi melakukan tugas lebih cepat.
3. Memori Lebih Baik
Jika Anda pernah berbicara kepada diri sendiri saat menjelajahi lorong toko bahan makanan, jangan khawatir, penelitian menunjukkan hal itu sebenarnya dapat membantu mengingat barang-barang yang Anda cari dengan lebih baik.
Dalam satu percobaan, peserta harus mencari barang di toko tanpa berkata apa-apa. Namun, selama fase percobaan, peserta diminta mengulang nama barang yang mereka cari saat mereka mencari. Hasilnya menunjukkan mereka yang berbicara sendiri dan merasa lebih mudah menemukan apa yang dicari.
Menurut para peneliti, dengan berbicara kepada diri mereka sendiri, para peserta meningkatkan ingatan dan menciptakan hubungan yang lebih kuat antara kata-kata yang mereka ucapkan dan target visual yang dicari.
4. Penyelesaian Masalah
Berbicara kepada diri sendiri juga bisa menjadi cara untuk mengatasi masalah yang sedang dihadapi. Taktik ini dikenal sebagai self-explaining, dapat membantu orang memantau kemajuan mereka dan meningkatkan kinerja saat mereka mengatasi suatu masalah.
Menghabiskan beberapa saat berbicara dengan diri sendiri dapat memberi waktu yang Anda butuhkan untuk benar-benar fokus dan merenungkan masalah hingga mencari jalan keluar dari masalah tersebut.
Seseorang dengan kondisi yang memengaruhi psikis mungkin tampak berbicara sendiri. Akan tetapi, hal tersebut umumnya terjadi dari adanya halusinasi pendengaran. Mereka membalas suara yang hanya dapat mereka dengar, jadi bukan berbicara pada diri sendiri. Apabila Anda mendengar suara atau mengalami halusinasi, Anda disarankan untuk segera mencari bantuan profesional.(M-4)
mitigasi bencana tidak dapat hanya bertumpu pada pembangunan fisik, tetapi juga harus menyentuh perubahan perilaku serta penguatan kesiapan mental masyarakat
TAWA anak-anak perlahan terdengar di sebuah sudut Kecamatan Kuta Blang, Bireuen. Di tengah rumah-rumah yang masih menyisakan jejak bencana. Penyuluh agama Islam adakan trauma healing
Dokumen baru mengungkap cara Ghislaine Maxwell menggunakan peran "kakak perempuan yang keren" untuk menormalisasi pelecehan seksual Jeffrey Epstein terhadap remaja.
Dampak ketidakhadiran ayah juga dapat terlihat dalam dunia pendidikan dan pergaulan.
Pengalaman yang mengancam nyawa dapat memicu gangguan stres akut.
PARA korban bencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat memerlukan berbagai bentuk dukungan sosial agar dapat pulih secara emosional maupun fisik.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved