Headline
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
Kumpulan Berita DPR RI
Cahaya buatan, termasuk cahaya lampu di pekarangan rumah, dapat mengancam populasi ulat. Hal itu pada gilirannya berpotensi memusnahkan populasi kupu-kupu dan ngengat.
Sebuah penelitian yang dilakukan para ilmuwan dari Universitas Cornell, Amerika Serikat yang dirilis Rabu (8/3) mengungkapkan cahaya buatan seperti bola lampu memicu meningkatnya jumlah predator karena jarak pandang mereka menjadi lebih jelas sehingga memudahkan mereka mencari mangsa di malam hari.
Ketika peneliti menempelkan ulat tanah liat palsu ke daun hutan dan melubangi daun untuk meniru kebiasaan makan mereka, larva hijau tiruan itu mengalami tingkat serangan yang jauh lebih tinggi saat terkena cahaya yang tidak wajar.
"Lampu beranda di rumah Anda dapat memengaruhi kehidupan serangga bahkan jika mereka tidak beterbangan di sekitar bola lampu," kata penulis utama penelitian itu, John Deitsch, kepada AFP.
“Polusi cahaya berdampak pada ulat bahkan jika mereka tidak berkumpul di bola lampu terang seperti yang dilakukan ngengat atau kupu-kupu, “ jelasnya.
Meluasnya area yang dipengaruhi oleh cahaya buatan di malam hari dan peningkatan kecerahan, kata dia, bakal mengancam keanekaragaman hayati serangga, dan mendorong perubahan dalam siklus alami yang mengatur segalanya, mulai dari reproduksi hingga penyerbukan, dan navigasi.
Penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa polusi cahaya telah meningkatkan kerentanan terhadap pemangsa spesies serangga lain, seperti ngengat dewasa, namun studi baru ini adalah yang pertama mengamati dampak pada tahap awal kehidupan ulat.
“Polusi cahaya malam mungkin mempengaruhi populasi ulat, “kata para penulis.
Hampir setengah dari lebih sekitar 500 ulat tanah liat menunjukkan tanda-tanda berpotensi terancam predator dari berbagai penghuni hutan, termasuk burung, kumbang, dan laba-laba. Mereka kian rentan ketika predator memiliki penuntun cahaya.
Ulat adalah anggota penting dari rantai makanan, Mereka sering mencari makan di malam hari karena untuk mengurangi risiko menjadi santapan burung atau kelelawar.
Pada tahun 2019, para ilmuwan memperingatkan tentang "kiamat serangga" setelah menyimpulkan bahwa hampir setengah dari semua spesies serangga di seluruh dunia, mengalami penurunan dan sepertiganya dapat hilang sama sekali pada akhir abad ini.
Dalam banyak kasus, semakin meluasnya area yang terpapar polusi cahaya sebagai penyebab utama hilangnya serangga. “Namun tidak seperti polutan lingkungan lain yang bertahan lama, polusi cahaya dapat dimatikan dengan menekan tombol,” kata Deitsch. (AFP/M-3)
Ilmuwan temukan empat spesies baru "springtail" di Cagar Alam Yintiaoling, Tiongkok. Meski sekecil butiran beras, makhluk ini punya peran besar bagi kesehatan tanah.
Analisis global terhadap 31.000 spesies pohon mengungkap tren mengkhawatirkan: spesies pohon yang tumbuh lambat mulai punah, digantikan pohon cepat tumbuh yang rapuh.
Indonesia menegaskan komitmen dalam melindungi keanekaragaman hayati dunia melalui penguatan hutan adat, perlindungan satwa liar, dan pemberantasan kejahatan satwa.
Tak hanya penting untuk aktivitas warga kota, Tebet Eco Park juga menjadi habitat bagi para satwa. Di antaranya adalah burung, reptil, hingga amfibi.
Senyawa alami memiliki keragaman struktur kimia dan mekanisme aksi yang menjadikannya sumber utama dalam pengembangan agen preventif penyakit kronis.
"Kami melihat akar masalah sesungguhnya adalah perusakan ekosistem hulu sampai hilir dari daerah aliran sungai dan kelalaian tata ruang yang terjadi secara sistematik,”
Ruang lingkup kerja sama antara lain mencakup pelaksanaan penelitian bersama dalam bidang lingkungan hidup dan transisi energi serta program pemagangan bagi mahasiswa Teknik Lingkungan ITY.
Reaksi emosional selama ini kerap dianggap persoalan selera pribadi, dipengaruhi oleh DNA masing-masing individu merespons karya seni.
Para ilmuwan dari Johns Hopkins University, Amerika Serikat, berhasil mendemonstrasikan bahwa kera besar memiliki kapasitas kognitif untuk "bermain pura-pura" (play pretend).
STUDI dari Spanyol melakukan sebuah penelitian untuk mencoba membantu diagnosis penyakit Alzheimer pada usia 50 tahun. Percobaan itu dilakukan dengan melakukan tes darah.
AHLI biologi dari Hebei University, Tiongkok, Ming Li bersama rekan-rekannya melakukan penelitian dan menemukan bahwa rambut bisa mendeteksi Parkinson
Stimulasi 40Hz setiap hari mampu menjaga fungsi kognitif pasien, bahkan menurunkan biomarker utama penyakit Alzheimer.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved