Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
Jupiter sudah memerintah sebagai raja planet dan terbesar di galaksi Bima Sakti. Kali ini, planet raksasa yang memiliki bulan paling terkenal itu telah menambahkan rekor baru sebagai planet dengan jumlah bulan terbanyak.
Para ilmuwan astronom telah mengamati penambahan 12 bulan tambahan yang mengorbit Planet Jupiter, dengan penambahan tersebut, saat ini jumlah total bulan di Jupiter yang dikonfirmasi menjadi 92 bulan. Sedangkan di Saturnus saat ini hanya memiliki 83 bulan, Uranus (27 bulan), dan Neptunus (14 bulan). Tim juga melacak banyak bulan tambahan di sekitar Saturnus, tetapi itu lebih sulit ditemukan karena planet bercincin tersebut lebih jauh dari Bumi.
Astronom Scott Sheppard dari Carnegie Institution for Science di Washington melaporkan observasi sistem selama dua tahun terakhir mengungkapkan banyak Bulan baru. Interntional Astronomical Union's Minor Planet Center telah menerbitkan publikasi orbit Bulan baru yang tidak disebutkan namanya beberapa pekan terakhir.
Saat mengamati planet Jupiter, Sheppard dari timnya menggunakan Teleskop Subaru di Hawaii pada September 2021 dan Kamera Energi Gelap yang terletak di teleskop Blanco di Cerro Tololo Inter-American Observatory di Cile pada Agustus 2022. Kamera Energi Gelap tersebut mampu memprediksi keadaan langit, khususnya benda-benda redup.
Pengamatan tersebut memperlihatkan Jupiter dan satelit alaminya sejajar dengan target yang telah dicari Sheppard dan timnya di sabuk kuiper yaitu cincin objek es yang mengelilingi matahari dan terletak melewati orbit Neptunus di tepi tata surya.
"Kami telah mensurvei bulan baru di sekitar Jupiter secara kebetulan, sementara survei utama kami mencari planet di tata surya di luar Pluto," kata Sheppard seperti dilansir dari CNN pada Senin (7/2).
Tim dapat mengetahui perbedaan antara Jupiter dan benda-benda di sekitarnya dengan benda-benda tata surya yang jauh. Hal ini disebabkan benda apa pun di sekitar Jupiter akan bergerak dengan kecepatan yang sama dengan raksasa gas itu. Objek tata surya yang jauh tersebut tidak dapat bergerak secepat Jupiter.
Lebih lanjut, tim mengamati 12 bulan baru dengan menggunakan Teleskop Magellan di Cile hingga memakan waktu sekitar satu tahun. Hingga saat ini belum ada bulan yang memiliki nama sejak penemuan tersebut diumumkan, tetapi mereka akan memberikan nomor pada masing-masing bulan dalam beberapa bulan mendatang. (M-3)
Februari 2026 menghadirkan parade planet langka. Merkurius, Venus, Neptunus, Saturnus, Uranus, dan Jupiter akan terlihat bersamaan, puncaknya pada 28 Februari.
Fenomena parade planet akan menghadirkan enam planet di langit malam pada akhir Februari.
Temuan terbaru mengenai ukuran Jupiter ini dipublikasikan dalam jurnal Nature Astronomy pada Senin (2/2). Jurnal ini sekaligus disebut sebagai salah satu hasil penting
Temuan ini didapat dari pengukuran terbaru menggunakan data radio pesawat ruang angkasa Juno, yang sejak 2016 mengorbit planet terbesar di tata surya tersebut.
Penelitian yang dimuat dalam jurnal ilmiah menyebutkan bahwa tanpa kehadiran Jupiter, lingkungan orbit Bumi kemungkinan akan jauh lebih tidak stabil.
Pesawat Juno milik NASA menangkap fenomena letusan serentak di Io, bulan Jupiter. Energi yang dihasilkan mencapai 260 terawatt, mengungkap rahasia magma di bawah permukaannya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved