Headline
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
Kumpulan Berita DPR RI
Sebuah komet yang tidak terlihat sejak era Neanderthal di Bumi, atau sekitar 50.000 tahun yang lalu, akan kembali dalam sepekan ini. Para astrofotografer kini sedang mengintip lesatan 'bola es' yang belum tentu terjadi sekali dalam satu generasi.
Pada awal Maret tahun lalu, para astronom menemukan Komet C/2022 E3 (ZTF) melintas antariksa dengan menggunakan kamera survei lapangan luas di Zwicky Transient Facility. Sejak itu, komet periode panjang yang baru telah menjadi sangat cerah dan sekarang menyapu konstelasi utara korona Borealis di langit dini hari.
Pengamat bintang akan dapat membedakan antara komet dan bintang di sekitarnya karena akan ada jejak debu yang mengikutinya. Lengkung hijau bercahaya, awan gas, akan menempel di sekitarnya. Komet dikenal memiliki lintasan yang tidak dapat diprediksi, tetapi kecerahan C/2022 E3, menurut trennya saat ini, seharusnya membuatnya mudah dikenali dengan teropong atau teleskop.
Mereka yang tinggal di belahan utara dan tidak memiliki peralatan khusus tidak perlu khawatir, karena komet itu diprediksi dapat terlihat dengan mata telanjang jika langit cukup gelap (tanpa polusi cahaya) akhir bulan ini. (Daily Mail/M-2)
Tata surya kita pada dasarnya terdiri dari Matahari yang menjadi pusat gaya gravitasinya, dengan benda-benda lain yang bergerak pada orbit mereka sendiri.
Pelajari perbedaan meteoroid, meteor, dan meteorit serta asal-usul “bintang jatuh”
SPICA adalah bintang terang ke-15 di langit dan yang paling terang di rasi bintang Virgo. Dikenal juga dengan nama Alpha Virginis, Spica berjarak sekitar 250 tahun cahaya dari Bumi.
Tahun 2025 diprediksi menjadi tahun penting dalam sejarah penemuan benda langit, dengan peningkatan signifikan dalam penemuan komet gelap yang belum teridentifikasi.
NASA melaporkan bahwa sebuah asteroid seukuran bus sekolah sedang melintas mendekati Bumi dengan jarak yang lebih dekat dibandingkan bulan.
Dua teleskop radio baru dari Tiongkok dengan antena besar berdiameter 40 meter resmi beroperasi pada, Jumat (27/12).
Gerhana Matahari total terjadi ketika Bulan bergerak tepat di antara Bumi dan Matahari, menutupi piringan Matahari sepenuhnya.
Satelit Landsat 8 milik NASA menangkap gambar unik menyerupai manusia salju sepanjang 22 kilometer di Semenanjung Chukchi, Rusia.
Langit berwarna oranye pekat terlihat di sejumlah wilayah Jawa Timur dan sempat ramai diperbincangkan di media sosial.
Tim ilmuwan di Swedia berhasil menangkap fenomena langka aurora biru di ketinggian 200 kilometer, lebih tinggi dari prediksi model ilmiah.
Fenomena ini akan mencapai puncaknya pada Rabu, 5 November pukul 19:19 WIB, menandai supermoon kedua dari tiga supermoon berturut-turut yang akan menutup tahun 2025.
Riset ilmuwan ungkap bagaimana kegelapan sesaat mampu mengubah ritme biologis burung secara dramatis.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved