Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
SEORANG profesor astronom Harvard, Avi Loeb mengklaim telah menemukan bukti-bukti tidak biasa pada objek antarbintang 3I/ATLAS yang diduga kuat merupakan wahana alien.
Dalam makalah penelitan sebelumnya pada 21 Juli 2025, Profesor Avi Loeb, menyatakan objek tersebut menunjukkan karakteristik yang tidak dapat dijelaskan sebagai fenomena alam biasa.
Tim peneliti melaporkan bahwa objek antarbintang ini menunjukkan pola orbit yang sangat aneh dengan kemiringan hanya 5 derajat dari bidang ekliptika Bumi.
"Probabilitas kemunculan acak pola orbit seperti ini kurang dari 0,2%," tulis Loeb dalam laporannya yang telah dipublikasikan. Yang lebih mengejutkan, objek tersebut dideteksi memancarkan cahaya dengan karakteristik spektrum yang tidak biasa.
Pengamatan spektroskopi menunjukkan ketiadaan tanda-tanda gas komet yang normal, sementara pantulan cahayanya menunjukkan pola yang konsisten dengan material logam buatan.
Menurut Loeb, objek ini secara konsisten mendekati tiga planet berbeda dalam satu lintasan, dengan probabilitas hanya 0,005% jika terjadi secara alami. Pola pendekatannya terlalu sempurna untuk disebut kebetulan.
Penemuan ini merupakan yang kedua kalinya Loeb membuat klaim kontroversial tentang objek antarbintang setelah sebelumnya meneliti 'Oumuamua pada 2017.
Butuh bukti lebih kuat untuk klaim sebesar ini. Observatorium Gemini North kemudian mengkonfirmasi telah menangkap citra objek tersebut yang menunjukkan adanya koma samar, meskipun Loeb bersikeras bahwa karakteristik cahaya yang teramati tetap tidak biasa.
Hasil observasi ini diharapkan dapat memberikan kejelasan mengenai sifat sebenarnya dari objek misterius tersebut. Loeb menjelaskan bahwa objek tersebut berada dalam posisi strategis yang menghindari pengamatan optimal dari Bumi saat berada pada titik terdekat dengan Matahari. Menurut Loeb, posisi ini terlalu tepat untuk disebut kebetulan.
Sampai saat ini, perdebatan ilmiah terus berlanjut sementara data baru terus dikumpulkan. Loeb tetap pada pendiriannya bahwa "ilmuwan harus berani mengajukan pertanyaan-pertanyaan besar, meskipun itu berarti menantang paradigma yang ada."
Penelitian ini telah memicu diskusi intensif di kalangan astronom internasional tentang perlunya protokol baru untuk mengidentifikasi objek-objek antarbintang yang mencurigakan.
Sumber: themiddleland.com
Gerhana Matahari total terjadi ketika Bulan bergerak tepat di antara Bumi dan Matahari, menutupi piringan Matahari sepenuhnya.
Satelit Landsat 8 milik NASA menangkap gambar unik menyerupai manusia salju sepanjang 22 kilometer di Semenanjung Chukchi, Rusia.
Langit berwarna oranye pekat terlihat di sejumlah wilayah Jawa Timur dan sempat ramai diperbincangkan di media sosial.
Tim ilmuwan di Swedia berhasil menangkap fenomena langka aurora biru di ketinggian 200 kilometer, lebih tinggi dari prediksi model ilmiah.
Fenomena ini akan mencapai puncaknya pada Rabu, 5 November pukul 19:19 WIB, menandai supermoon kedua dari tiga supermoon berturut-turut yang akan menutup tahun 2025.
Riset ilmuwan ungkap bagaimana kegelapan sesaat mampu mengubah ritme biologis burung secara dramatis.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved