Headline
Transparansi data saham bakal diperkuat demi kerek bobot RI.
Kumpulan Berita DPR RI
APAKAH anda termasuk orang yang senang bermain ponsel di toilet? Jika iya, sebaiknya anda menghentikan kebiasaan itu.
Bermain ponsel memang kerap dijadikan cara untuk menunggu waktu buang air besar (BAB). Hal ini sebenarnya tidak jauh berbeda dengan kebiasaan lama membawa bacaan ke toilet.
Bagi beberapa orang, waktu BAB dapat menjadi waktu menyendiri yang cukup lama sehingga sekaligus dapat dimanfaatkan untuk menikmati bacaan atau meneruskan kesenangan bermain ponsel. Atau, ada pula yang mengaku bahwa tubuhnya memang perlu pengkondisian agar dorongan untuk BAB lebih kuat.
Namun ahli urologi memperingatkan bahwa kebiasaan itu justru dapat membuat anda semakin sulit BAB. “(Bermain ponsel) membuat otak terdistraksi untuk memahami apa yang sebenarnya harus dilakukan tubuh terkait fungsi kamar mandi,” tutur dr. Aleece Fosnight, Urologis di Aeroflow Urology, Amerika Serikat, seperti dikutip dari Foxnews.com, Jumat (9/12).
Distraksi perintah di otak akan berakibat pada konstipasi atau sulit untuk bab. Dampak lainnya, bukan hanya distraksi perintah di otak, bermain ponsel juga dapat berujung pada wasir/ambeien, sulit berkemih atau mengedan, dan turun berok.
“Karena dudukan toilet terdapat lubang maka bagian perineum (otot sekitar anus) tidak tersangga. Jika ini terjadi, lalu ada pengaruh gravitasi, maka darah akan mulai terakulumasi di sekitar rektum (anus),” tutur Fosnight.
Ia menambahkan jika kebiasaan itu terus terjadi maka pembuluh darah di anus akan membesar. Ini akan menjadi tahap awal dari wasir atau ambeien.
Tidak hanya menekankan orang untuk tidak bermain ponsel sembari BAB, dia merekomendasikan untuk membatasi waktu kamar mandi tidak lebih dari 8 – 10 menit. Menghabiskan lebih dari 10 menit di toilet dapat menimbulkan risiko seperti wasir dan sembelit.
"Jika anda tidak dapat menyelesaikan fungsi organ panggul anda selama waktu itu, mungkin ada lebih banyak hal yang terjadi dengan bagaimana tubuh anda berfungsi dan anda mungkin perlu mencari perawatan medis," tambahnya. Sementara itu, dr. Michael Valente, seorang ahli bedah kolorektal di Klinik Cleveland, AS mengatakan lima menit harus menjadi waktu maksimum untuk ‘nongkrong’ di toilet. (M-1)
Seiring bertambahnya usia kehamilan, ukuran bayi yang semakin besar akan memberikan tekanan mekanis pada pembuluh darah di sekitar panggul.
Kemunculan ambeien sangat erat kaitannya dengan kebiasaan sehari-hari yang kurang baik.
PERKEMBANGAN teknologi medis menghadirkan terobosan baru dalam penanganan wasir dan fistula anus atau fistula ani melalui metode berbasis laser yang minim nyeri.
WASIR dan fistula anus atau yang kerap disebut dengan ambeien merupakan dua gangguan pada area anus yang sering disalahpahami dan kerap dianggap sepele.
Kondisi wasir atau ambeien umumnya harus ditangani dengan operasi jika perubahan gaya hidup dan obat-obatan sudah tak lagi mampu membantu mengatasi gejala.
BANYAK orang masih mengira wasir dan fistula anus adalah penyakit yang pasti berakhir di meja operasi. Padahal, menurut dokter spesialis bedah anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved