Rabu 10 Agustus 2022, 09:00 WIB

Cara Bijak Menjalani Patah Hati

Fathurrozak | Weekend
Cara Bijak Menjalani Patah Hati

dok: Buku Mojok
buku Lemon Cake karya Inge Agustin

 

Buku-buku pengambangan diri belakangan kian marak dan muncul dengan banyak formula. Spesifikasi tema yang diulik pun tidak sekadar disajikan sebagai pengalaman pribadi, tapi sebagai pengetahuan baru untuk mengembangkan diri.

Penulis Inge Agustin, memiliki pengalaman unik yang hanya terjadi pada dirinya, namun nilai-nilai tentang keberhargaan diri yang ia petik dari pengalaman personal itu yang membuat buku terbarunya bisa jadi penghubung dengan banyak orang di luar sana.

Lewat buku Lemon Cake yang diterbitkan Buku Mojok, Inge mencoba menceritakan perjalanannya ketika ia berusia 30 tahun. Setelah mengalami patah hati pertama dalam hidupnya. Ditulis seperti buku harian, buku ini menguraikan bagaimana cara si perempuan berusaha bisa mengatasi tragedi romantik ini sebaik mungkin.

Kesedihan dan keputusasaan diceritakan bersamaan dengan segala usahanya untuk bisa menjadikan sakit hatinya suatu pelajaran baik. Kesadaran dia harus bisa belajar jatuh cinta dengan diri sendiri dan hidup terlebih dahulu sebelum bisa jatuh cinta dengan orang lain.

Patah hati sampai saat ini secara umum masih dianggap sebagai hal yang trivial dan terkesan remeh. Tulisan-tulisan di buku ini berusaha untuk menunjukkan patah hati sebagai hal yang wajar untuk diratapi dan itu bukan sesuatu yang berlebihan.

Wajar bagi seseorang memerlukan waktu untuk bisa keluar dari kedukaan patah hati. Patah hati juga bisa menjadi salah satu cara bagi seseorang untuk menemukan diri mereka sendiri, sebagai jalan pembuka untuk memahami hidup dan diri sendiri. Patah hati di buku ini mendapat porsi yang sepantasnya: diratapi, dan dipelajari.

Buku ini juga merekam proses Inge bisa berada di posisi yang lebih baik setelah kebingungan dan sakit hati dari patah hati. Diceritakan melalui kejadian dan percakapan sehari-hari yang dialami.

“Patah hati yang asam seperti lemon, berusaha diolah sebaik mungkin menjadi lemon cake yang enak dan menyenangkan. Sehingga buku ini seperti buku resep untuk bisa mengolahnya. Reconnect dengan diri sendiri adalah poin utama yang Inge Agustin usung sebagai hikmah dari pengalaman patah hati yang menyakitkan,” bunyi penerbit Buku Mojok mengenai Lemon Cake dalam siaran pers yang diterima Media Indonesia, Selasa, (9/8).

Inge Agustin adalah lulusan sastra Jerman yang saat ini berkarier sebagai sekretaris di sebuah firma hukum. Tulisan-tulisan dalam buku ini adalah transformasi dari buah pikirannya yang tertuang dalam blog pribadi yang diisinya selama bertahun-tahun. (M-4)

Baca Juga

AFP/STR

Kenali Bahaya dan Hal Terpenting Dilakukan Saat Terkena Gas Air Mata

👤Nike Amelia Sari 🕔Minggu 02 Oktober 2022, 18:39 WIB
  Menyebarkan gas air mata sering menyebabkan kepanikan dan disorientasi yang meluas di kerumunan...
MI/Tiyok

Jon Bodo: Mahar Kepala Daerah

👤M. Tiyok 🕔Minggu 02 Oktober 2022, 05:55 WIB
GILA ya Jon untuk jadi kepala daerah MAHARNYA sampai puluhan...
Butet K

Bung Sentil: Jangan Berisik

👤Butet K 🕔Minggu 02 Oktober 2022, 05:35 WIB
MASIH inget partai yang kampanye anti korupsi, tapi kadernya ditangkapi...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya