Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
Tidur dengan lampu mati dan tirai tertutup dapat melindungi kesehatan Anda, berdasarkan sebuah studi. Sebaliknya, tidur di ruangan yang cukup terang dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan diabetes.
Ini temuan dari sebuah penelitian terbaru dari Northwestern University yang diterbitkan dalam Prosiding National Academy of Sciences. Para peneliti menemukan paparan cahaya ambient moderat saat tidur, dibandingkan dengan tidur di ruangan yang remang-remang, berbahaya bagi fungsi kardiovaskular seseorang. Tak hanya itu, paparan cahaya tersebut juga meningkatkan resistensi insulin tubuh keesokan paginya.
Dr. Phyllis Zee, penulis studi senior sekaligus chief of sleep medicine di Northwestern University Feinberg School of Medicine menjelaskan bahwa hanya satu malam saja mendapatkan paparan pencahayaan ruangan moderat saat tidur dapat mengganggu glukosa dan regulasi kardiovaskular, yang menjadi faktor risiko penyakit jantung, diabetes dan sindrom metabolik.
Penulis penelitian mengatakan ada sekitar 40 persen orang tidur dengan lampu menyala di kamar tidur atau tetap menyalakan televisi. Mereka juga mengatakan paparan cahaya buatan saat tidur adalah hal biasa, baik itu dari perangkat pemancar cahaya atau sumber cahaya dari luar rumah, terutama di daerah perkotaan besar.
Dalam penelitian ini, tim menguji efek tidur dengan 100 lux (cahaya sedang) dibandingkan dengan 3 lux (cahaya redup) pada peserta selama satu malam. Tim peneliti Zee menemukan bahwa paparan cahaya sedang saat tidur menyebabkan tubuh masuk ke kondisi siaga yang lebih tinggi.
Tim menjelaskan keadaan yang meningkat ini menyebabkan peningkatan denyut jantung dan aliran darah di pembuluh darah peserta studi dan meningkatkan kekuatan yang membuat jantung berkontraksi.
Menurut penelitian, bukti telah menunjukkan bahwa paparan cahaya pada siang hari, meningkatkan detak jantung seseorang dengan mengaktifkan sistem saraf simpatik, berkontribusi pada peningkatan kesadaran. Sistem saraf simpatik membantu seseorang menghadapi tantangan atau menghindari bahaya, kata pakar kesehatan, seperti dilansir dari foxnews.com.
"Hasil kami menunjukkan bahwa efek serupa juga hadir ketika paparan cahaya terjadi saat tidur malam hari," kata Zee. Para peneliti menemukan bahwa tubuh seseorang tidak dapat beristirahat dengan baik di ruangan yang terang dan detak jantung individu meningkat bahkan di ruangan yang cukup terang.
Rekan penulis pertama Dr. Daniela Grimaldi, yang merupakan asisten peneliti profesor neurologi di Northwestern, mengatakan meskipun Anda tidur, sistem saraf otonom Anda diaktifkan. Itu buruk, biasanya detak jantung Anda bersama dengan parameter kardiovaskular lainnya lebih rendah di malam hari dan lebih tinggi di siang hari.
Sistem saraf simpatik mengambil alih pada siang hari. Sedangkan sistem saraf parasimpatik biasanya mengambil alih pada malam hari, memungkinkan tubuh seseorang untuk beristirahat dan memulihkan. Namun, para peneliti mengatakan ini tidak terjadi pada mereka yang tidur di ruangan yang terang.
Tim juga menemukan resistensi insulin terjadi pada peserta ruangan yang terang. Di sinilah seseorang tidak dapat menggunakan glukosa dengan baik dari darahnya untuk energi karena sel-sel di otot, hati, dan lemak tidak merespons insulin dengan tepat. Pankreas kemudian harus membuat lebih banyak insulin, seiring waktu gula darah mengalami kenaikan.
"Selain tidur, nutrisi dan olahraga, paparan cahaya di siang hari merupakan faktor penting untuk kesehatan, tetapi pada malam hari kami menunjukkan bahwa intensitas cahaya yang sederhana pun dapat mengganggu ukuran kesehatan jantung dan endokrin," papar Zee. Para peneliti menyarankan tips ini untuk mengurangi cahaya saat tidur sebagai berikut.
1. Matikan lampu
Jika Anda harus menyalakan lampu, yang mungkin diinginkan oleh orang dewasa yang lebih tua untuk keselamatan, gunakan lampu redup yang dekat dengan lantai.
2. Gunakan lampu kuning atau merah atau oranye
Ini dapat mengurangi rangsangan otak. Hindari menggunakan cahaya putih atau biru ketika sedang tidur.
3. Gunakan penutup mata atau pelindung mata
Ini sangat berguna saat Anda tidak dapat mengontrol cahaya luar ruangan. Pindahkan tempat tidur agar cahaya luar tidak menyinari wajah Anda.
Lebih lanjut Zee mengatakan jika Anda dapat melihat sesuatu dengan sangat baik, itulah yang menunjukan di mana ruang tidur Anda terlalu terang. Maka usahakan untuk membuat ruang tidur tidak terlalu terang untuk menjaga kesehatan tubuh. (M-2)
Pola gangguan kesehatan ini bahkan konsisten muncul pada hari ketiga Ramadan selama dua tahun terakhir.
Kepala BSKDN Kemendagri Yusharto Huntoyungo menegaskan capaian dan penghargaan inovasi daerah tidak boleh menjadi titik akhir dalam berinovasi.
Ancaman super flu, infeksi saluran pernapasan akibat virus influenza dengan gejala yang lebih berat dibanding flu biasa, kian menjadi perhatian.
Buku berjudul Mika & Maka: Berani ke Dokter karya kolaborasi Karen Nijsen dan Maria Ardelia menghadirkan kisah yang disampaikan secara hangat dan mudah dipahami agar anak takut ke dokter
Siapa sangka, golongan darah ternyata ikut berkaitan dengan risiko serangan jantung. Ini bukan mitos kesehatan.
Dengan teknologi bedah robotik, standar perawatan bedah tidak lagi dibatasi oleh jarak geografis, melainkan ditentukan oleh kualitas keahlian dan presisi teknologi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved