Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
Michael Myers, sosok bertopeng dalam waralaba film Hallowen rupanya belum mati usai dibakar di ruang bawah tanah oleh musuh bebuyutannya Laurie Strode (diperankan Jamie Lee Curtis).
Puluhan tahun berselang, sang penebar teror bangkit kembali untuk meluncurkan serangan pada perempuan itu, berikut penduduk di kota Haddonfield. Tepat pada malam Halloween.
Myers dengan topeng seramnya yang tampak sedikit gosong kini muncul dalam film Hallowen Kills (2021), yang dirilis di bioskop Tanah Air, mulai Senin (18/10). Ia menjadi satu-satunya alasan penduduk Haddonfield, Illionis untuk bersatu di tengah-tengah ketakutan.
Lewat film ini, sang sutradara David Gordon Green, bersama si penulis, Scott Teems dan Danny McBride rupanya hendak menyematkan kritiknya atas sistem keamanan sosial. Keberadaan aparat keamanan dirasa gagal melindungi warganya dari ancaman teror dan pembunuhan.
Alih-alih menunggu langkah taktis polisi yang memang telah dilatih dan disiapkan untuk memberikan rasa aman, warga justru main hakim sendiri dan mulai memburu Myers. Sayang, usaha berburu si penebar teror itu tak berlangsung menantang dan seru, kecuali kejutan teror (jump scares) yang pada dasarnya mudah ditebak.
Perselisihan abadi, atau setidaknya kurang lebih 43 tahun sejak film Halloween pertama rilis di 1978, antara Myers dan Strode, pun kali ini terasa hambar. Cuplikan demi cuplikan adegan hanya menggambarkan Myers yang memburu secara membabi buta, sementara Strode hanya berbaring di rumah sakit sambil mengerang kesakitan dan sesekali mengeluarkan nasihat atau kata-kata bijak.
Namun, perlu diakui bahwa Green pada kesempatan ini cukup menarik dalam menyuguhkan cerita. Selain menggunakan alur campuran maju dan mudur, ia juga berusaha bermain dengan para tokoh di sekitar sang pemeran utama. Posisi Strode yang seharusnya berada di garis depan medan pertempuran, justru diganti dengan anaknya Karen (yang diperankan Judy Greer) dan cucunya Allyson (oleh Andi Matichak).
Bagi pengikut setia sekuel film ini, mungkin agak mengecewakan karena akhir cerita tidak memberikan jawaban melainkan wejangan dari Strode. Namun, bagi mereka yang baru bergabung dalam 'pesta Hallowen', film ini mungkin bisa menjadi alternatif untuk bisa memancing bulu kuduk berdiri karena dipenuhi dengan darah dan pembunuhan khas film gore.
Halloween Kills (2021) juga boleh dibilang menghimpun teror dan kekejaman dari seri sebelumnya. Film kali ini menggabungkan perkara demi perkara yang terlihat pada Hallowen 2018 hingga 2021, dan sering kali menunjukkan bagaimana hubungannya satu sama lain.
Halloween Kills (2021) bahkan disebut-sebut memiliki jumlah kematian yang paling tinggi jika dibandingan waralaba 'Halloween' sebelumnya. Meski tidak semua orang meninggal di tangan Myers, akan tetapi pembunuh bertopeng itu boleh dibilang lebih sibuk mengayunkan goloknya ke korban ketimbang bicara di dalam film.
Ilustrasi musik juga barangkali menjadi faktor plus pada film ini. John Carpenter, aktor sekaligus komposer itu, menyusun skor musik untuk film Hallowen Kills (2021) dengan berbagai elemen yang 'tidak menyenangkan' bahkan boleh dibilang mampu membuat penontonnya 'resah' dengan keadaan. Alunan musik dari piano, yang mungkin terdengar sederhana rasanya juga boleh dibilang berhasil menyihir para penonton seolah-olah berada dalam sketsa cerita. (M-2)
Selain kemitraan dengan Refinery Media dari Singapura, posisi sutradara film Esok Tanpa Ibudipercayakan kepada sineas asal Malaysia, Ho Wi-ding.
Meski berhasil memecahkan rekor untuk produksi Hollywood, Zootopia 2 harus mengakui keunggulan film animasi asal Tiongkok, Ne Zha 2.
Bagi Adinia Wirasti, bioskop bukan sekadar tempat menonton, melainkan ruang refleksi bagi manusia.
Dalam trailer film Monster Pabrik Rambut (Sleep No More), aktor Iqbaal Ramadhan tampil sangat berbeda dari yang ditampilkan di berbagai film yang ia bintangi sebelumnya.
Teaser Lastri: Arawah Kembang Desa menjadi pembuka yang kuat sekaligus emosional, karena menampilkan sosok almarhum Gary Iskak sebagai Turenggo, serta Hana Saraswati sebagai Lastri.
Berlatar di sebuah penjara di Indonesia yang dikuasai kekerasan dan ketidakadilan, Ghost in the Cell bukan sekadar film genre yang menawarkan ketegangan.
Dengan mempertemukan lagi Tom Hanks dan Robin Wright, film Here sukses menampilkan eksperimen sinematik yang out of the box, tetapi sebaliknya dari sisi emosional.
Film ini berkisah tentang teror mengerikan yang terjadi di rumah tua milik kolektor bernama Risang Wisangko.
Kinds of Kindness terdiri atas tiga bagian cerita dibintangi oleh pemeran yang sama. Membawa kembali komedi gelap nan absurd sang sutradara.
Dalam catatan Koalisi Seni, sepanjang 2010-2023 ada 40 kasus pelanggaran kebebasan di sektor film. Terbanyak ketiga dari seluruh sektor kesenian.
Po karakter utama dalam franchise Kung Fu Panda melanjutkan petualangannya dalam Kung Fu Panda 4 yang rilis pada Minggu (3/3/24).
Ia pun merasa senang bisa memerankan karakter perempuan yang berani menyuarakan pendapat dan gagasannya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved