Headline

Ada unsur yang ingin Indonesia chaos.

Jajaran Terbaik Kroasia

Thalatie K Yani
08/5/2016 04:30
Jajaran Terbaik Kroasia
(MI/THALATIE K YANI)

BILA berbicara tentang wine, tentunya orang identik dengan Prancis dan Italia. Bak tidak mau ketinggalan, Kroasia memperkenalkan kepada masyarakat Indonesia jajaran wine terbaik mereka di ajang Wine & Cheese Expo-Jakarta Fashion and Food Festival 2016, di Kelapa Gading, Jakarta, Minggu (1/5).

Memang belum banyak yang tahu tentang wine asal negara pecahan Yugoslavia itu. Bicara kualitas, Duta Besar Kroasia untuk Indonesia Zeljko Cimbur mengaku memang belum terlalu terkenal, tapi kualitasnya tidak kalah seperti Prancis. "Sebenarnya tradisi pembuatan wine sudah lama, kita memiliki kualitas tinggi seperti kualitas yang dicapai Prancis," ujar Cimbur di Multi purpose hall, La Piazza, Kelapa Gading.

Kroasia membagi kawasan pembuatan wine di dua lokasi, continental dan costal. Dari kawasan costal, Korlat Wine memperkenalkan empat jenis wine andalan mereka, Korlat Marlot, Korlat Cabernet sauvignon, Dingac 50, dan Ivan Dolac.

Korlat Marlot produksi pada 2012, memiliki aroma ceri dan rasberry. Dengan tingkat alkohol 30%, gula 5 gr per liter, anggur ini memiliki asfter taste yang cukup kuat. Anggur yang meraih Grand Gold Medal di Concours Mondial de Bruxelles pada 2015 itu cocok sekali dikonsumsi bersamaan dengan tuna.

Korlat Cabernet sauvignon 2012 memiliki warna merah gelap, aroma bunga dan plum, tapi didominasi dengan wangi black currant. Saat dihirup ada sedikit rasa pedas dari wine dengan kadar alkohol mencapai 30% itu. "Anggur ini sangat cocok diminum dengan makanan pendamping keju, daging, steak," ujar Slaven Sabolic, Area Development Manager Badel 1862.

Sedangkan Dingac 50 tahun 2011 memiliki tingkat alkohol 35% dengan tingkat keasaman 5,6 gram/liter. Dengan warna yang lebih pekat, aroma berry, tekstur yang lembut, tapi memiliki cita rasa yang kompleks. Ciri khas dari wine ini ialah gambar keledai, yang menjadi bagian proses pengolahan. "Sebaiknya anggur jenis ini dikonsumsi 30 menit setelah botolnya di buka dan berada di suhu sekitar 20 derajat celsius," ujar Sabolic.

Dari semua itu, Ivan Dolac 2009 menjadi pamungkas. Terbuat dari anggur jenis plava mali crni yang tumbuh di desa Ivan Dolac di Pulau Hvar. "Pulau ini lebih dari 300 hari disinari matahari sehingga anggur yang dihasilkan memiliki kualitas yang tinggi dan hanya ada di kawasan itu," ujarnya.

Wine yang memiliki ciri berupa koin Yunani di sisi botolnya itu memiliki aroma kuat tembakau dan cokelat akibat penyimpanan dengan barrel. Anggur dengan warna rubi pekat itu memiliki tingkat alkohol mencapai 42%, gula 3 gr/liter, dan tingkat keasaman 5 gram per liter. Meski padat, tapi anggur ini terasa smooth dan tergolong dry wine. "Anggur ini bisa dikonsumsi 10-15 tahun ke depan," ujar Sabolic.

Kontinental

Dari kawasan kontinental ada dua jenis wine. Kawasan ini termasuk kawasan yang paling banyak memproduksi anggur putih. Namun, Alen Britvarevic dari Feravino mengungkapkan 50% hasil produksi mereka berupa anggur merah.

Dalam kesempatan itu, dua anggur yang mereka perkenalkan ialah Dika Frankovka tahun 2013. Anggur dengan kadar alkoholnya 12,5% itu memiliki aroma buah-buahan dan asap dari tong tempat penyimpanannya. Saat dicicipi akan terasa sedikit pedas.

Miraz Syrah 2011, memiliki rasa yang lebih kuat. Dengan tingkat alkohol 14%, anggur ini memiliki aroma vanila, kayu, dan asap. Rasa yang dihasilkan lebih seimbang sehingga tidak ada satu rasa yang mendominasi. (M-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Vicky
Berita Lainnya