Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
Dunia maya sempat terusik setelah seorang pengguna Facebook menyatakan media sosial tersebut mendeteksi orang kulit hitam sebagai primata.
Hal itu ditemukan setelah pengguna tersebut mendapat rekomendasi video-video tentang primata tepat setelah ia menonton sebuah video berita tentang orang dengan ras kulit hitam.
Kenyataan itu disayangkan banyak pihak. Khususnya karena saat ini kampanye perlindungan terhadap ras kulit hitam tengah keras disuarakan di berbagai negara Amerika dan Eropa.
Dilansir dari bbc.com, Selasa, (7/9), pihak Facebook mengatakan kesalahan merupakan akibat sistem yang eror. Mereka memohon maaf dan berjanji akan segera melakukan perbaikan sistem algoritma yang ada di Facebook.
“Kami meminta maaf kepada semua orang yang mungkin merasa ini sebagai hal yang mengganggu atau menghina,” bunyi pernyataan resmi Facebook.
Sejak 2020, pihak Facebook menyatakan mereka terus melakukan peningkatan kualitas dan akurasi algoritma yang mereka miliki. Termasuk dalam mendeteksi gambar atau video berisikan orang-orang dengan ras yang berbeda.
“Kami langsung menonaktifkan fitur rekomendasi topik begitu kami mengetahui apa yang terjadi sehingga kami bisa lebih maksimal melakukan investigasi dan kejadian serupa tidak kembali terjadi,” tutur pihak Facebook.
Kasus kesalahan deteksi algoritma ras kulit hitam sebagai primata memang bukan hal baru. Pada 2015, Google Photos salah mendeteksi orang ras kulit hitam sebagai gorila. Pihak Google saat ini juga menyatakan permintaan maaf dan melakukan evaluasi terhadap sistemnya. (M-2)
Ilmu ini merupakan framework digital yang dirancang khusus untuk membantu UMKM bertumbuh, lebih adaptif, efisien, dan kompetitif.
Platform ini menggunakan teknologi AI untuk membantu pemilik usaha melindungi mereknya secara real-time.
PLATFORM kripto global OKX resmi meluncurkan CeDeFi, fitur inovatif terbaru di aplikasi OKX yang memungkinkan pengguna mengakses jutaan token di berbagai blockchain melalui satu aplikasi terpadu.
Kazee memperkenalkan layanan KazeeAI, platform Agentic AI untuk otomatisasi analisis dan pengambilan keputusan strategis, dan Fastra, platform AI untuk pembuatan laporan.
Dengan sistem Velodiva, setiap lagu tercatat secara otomatis, laporan tersedia secara transparan, dan royalti tersalurkan dengan adil kepada pencipta musik.
Sejalan dengan kerangka teorinya maka metode riset yang digunakan adalah mixed-method, yaitu perpaduan antara pendekatan kualitatif dan kuantitatif.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved