Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
Malam itu, Michael Jackson tampak tidak seperti biasanya. Di dekat eskalator lantai UG Ashta District 8, Jakarta, ia menggunakan kaca mata hitam, akan tetapi terlihat absurd karena di kepalanya terdapat kulit pisang. Di sebelahnya juga ada prajurit Stromtrooper. Namun, bentuknya juga tidak seperti di film Star Wars, melainkan lebih menyerupai sosok Mickey Mouse berbaju prajurit.
Sosok di atas sebenarnya bukanlah mahluk nyata melainkan karya seni koleksi Museum of Toys (MOT). Didirikan Win Satrya sejak 2019 lalu, kolektor art toys ini mencoba membangun ruang dan ekosistem seni mainan di Tanah Air.
"Jadi MOT ini awalnya karena saya kolektor, kurang lebih ada 15.000 art toys yang saya miliki, jadi saya bersama dua rekan saya mencoba membuat museum art toys agar menjadi ruang dan inspirasi bagi kreator tanah air," kata Satrya, saat ditemui Media Indonesia, Jumat, (26/3).
Art Toys, menurut Satrya, berbeda dengan mainan atau action figure pada umumnya. Ia lebih terbuka dengan ide dan inspirasi seniman, yang oleh karena itu terkadang terkandung pesan di dalamya.
Karya seni ini, lanjutnya, sebenarnya juga tidak jauh berbeda dengan seni patung. Bahan yang digunakan biasa dibuat dari misalnya, resin atau vinyl, akan tetapi ukurannya lebih kecil. "Kalau patung biasanya berukuran besar, ini ukurannya lebih kecil. Kalau patung gede, biasanya bisa dibeli oleh kolektor dengan harga misalnya ratusan juta, nah ini satu atau dua juta sudah bisa dibawa pulang," imbuhnya.
Tak hanya berhenti di museum, Satrya menjelaskan MOT kini juga merambah ke dunia merek (brand) mainan. Mereka mencoba mewadahi hasil karya anak negeri mulai dari sisi produksi hingga promosi ke luar negeri.
Meski sempat meredup pada 2013, menurut Satrya, animo kreator dan pecinta art toys sebenarnya sudah terlihat sejak 2008. Kala itu, ia membangun sebuah ruang bernama Plastic Culture di Grand Indonesia dan tidak pernah sepi pengunjung.
"Jadi esensinya, dengan kita punya platform seperti ini, kreator Indonesia bisa showcase dan dikenal oleh pecinta art toys dimana pun mereka berada. Memang PR yang harus dikerjakan banyak. Tapi sesuatu yang baru ini kalau diperkenalkan terus menerus melalui pameran dan segala macam, semuanya akan terbentuk," imbuhnya.
Satrya menjelaskan MOT sebenarnya terletak di Greenlake City, Tangerang. Namun, di bulan ini mereka tengah memboyong museum ke District 8 agar lebih dikenal masyarakat umum. Lebih dari itu, mereka kini juga tengah mempersiapkan dua pameran besar bersama kurang lebih 50 seniman lokal dan 2 seniman dari Spanyol.
Proyek kolaborasi dengan 50 seniman, kata Satrya, akan mengangkat salah satu ikon yang menjadi ciri khas Tanah Air yakni orangutan. Selain terkenal, ikon ini katanya juga menjadi ruang eksplorasi yang sangat luas untuk seorang seniman.
"Di sini sampai tanggal 30 bulan depan. Dalam proyek kolaborasi tanggal 15, para seniman akan berkolektif dan kita kasih tema orangutan untuk dieksplorasi," terangnya.
Menurut Satrya, dibawanya karya seniman asal Spanyol kali ini ialah untuk menyikapi kondisi masyarakat yang tengah dilanda pandemi Covid-19. Dengan adanya karya seniman bernama Judas Arrieta dan Dhani Barragan itu, diharapkan masyarakat dapat menemukan kegembiraanya lagi, selain diharap pula para seniman Tanah Air ikut terinspirasi.
Satrya menjelaskan karya dari dua seniman ini sangat kontras. Arrieta yang kini berusia 45 tahun lebih banyak bermain dengan karakter 'pop culture terdahulu', sementara Barragan yang kini berusia 20-an lebih identik dengan semangat milenial.
"Art Toys ini meskipun basisnya mainan, tetapi sebenarnya konsumsinya untuk orang dewasa. Mengapa, karena di situ si seniman terkadang membawa pesan yang lebih umum jadi memang harus, istilahnya, ada filter kalau untuk anak-anak. Meski begitu kita sendiri juga tidak memberikan batasan untuk usia, karena siapa saja bisa membuat atau mengoleksi karya maupun bahasa yang disampaikan melalui art toys ini," pungkas Satrya. (M-4)
Dengan integrasi ini, para pelaku bisnis tidak hanya mendapatkan akses pasar, tetapi juga ruang untuk pertukaran pengetahuan dan kolaborasi lintas sektor yang lebih efisien.
Melalui pameran seni bertajuk Prosperous Horse Year, publik diajak merayakan pergantian tahun melalui deretan karya patung dan lukisan yang sarat akan makna optimisme.
Pasar barang mewah sekunder di Indonesia menunjukkan dinamika yang kuat.
Sejak pekan pertama Desember 2025, pameran ini telah menyambangi tiga titik pusat keramaian di Jakarta, yakni Masjid Istiqlal, Stasiun Tanah Abang Baru, dan berakhir di Ragunan.
Tahun 2025 menjadi tahun gemilang bagi reputasi akademik ITB.
MUSEUM Macan mempersembahkan Uma, karya terbaru untuk Ruang Seni Anak, yang dikembangkan oleh Ibu Arsitek, sebuah kolektif arsitek perempuan Indonesia.
Karya yang dipamerkan merupakan hasil pertimbangan kurasi pihak galeri maupun diskusi kurator - tim pameran (pengurus Gorta)
Penggunaan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) kini semakin meluas, termasuk di bidang seni. Seperti apa praktiknya?
Upaya untuk menghidupkan kembali karya seni patung dilakukan pameran seni Art Jakarta Gardens 2024
Memiliki ciri khas motif warna cerah, batik Banyumasan di galeri tersebut membutuhkan proses waktu sekitar dua minggu untuk setiap helai kainnya.
PrizedMoments diadakan karena terinspirasi oleh penjualan revolusioner Beeple NFT pada 2021
Grey Art Gallery yang berada di Jalan Braga ini rutin mengadakan pameran dan penghargaan untuk pelaku seni.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved