Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
MASKER, asesori yang membantu menyelamatkan nyawa manusia selama pandemi virus korona, terbukti berbahaya bagi satwa liar, seperti burung dan sejumlah spesies laut. Habitat bahkan nyawa hewan-hewan tersebut terancam akibat limbah masker yang dibuang manusia sembarangan.
Masker bedah sekali pakai telah ditemukan tersebar di sekitar trotoar, saluran air, dan pantai di seluruh dunia, sejak sejumlah negara mulai mewajibkan penggunaannya di tempat umum untuk memperlambat penyebaran pandemi.
Jika dipakai sekali, bahan pelindung yang tipis ini membutuhkan waktu ratusan tahun untuk terurai.
"Ketika kita membuangnya, barang-barang (masker) ini dapat merusak lingkungan dan mengancam hewan yang selama ini hidup berdampingan di planet kita," kata Ashley Fruno dari kelompok hak asasi hewan PETA kepada AFP, Selasa (12/1)
Di Malaysia, seekor monyet tersedak ketika mengunyah tali masker yang dibuang sembarangan. Sementara itu, sebuah insiden yang menjadi berita utama di Inggris, seekor burung camar diselamatkan oleh lembaga pelindung hewan di Kota Chelmsford, setelah selama berminggu-minggu kakinya tersangkut tali masker.
Organisasi itu diberi tahu setelah burung tersebut terlihat tidak bergerak tetapi masih hidup, dan mereka membawanya ke rumah sakit hewan untuk perawatan, sebelum akhirnya dilepaskan. "Jelas masker itu ada di sana selama beberapa waktu dan tali elastis itu telah mengencang di sekitar kakinya karena persendiannya bengkak dan sakit," kata inspektur RSPCA Adam Jones.
Dampak terbesar masker juga mencemari laut. Para pegiat lingkungan khawatir masker bekas sekali pakai, sarung tangan lateks, dan alat pelindung lainnya, akan menyumbat dan mengotori laut serta sungai yang sebelumnya sudah terkontaminasi.
Menurut kelompok ligkungan OceanAsia, lebih dari 1,5 miliar masker menggenangi lautan dunia tahun lalu, ditambah sekitar 6.200 ton plastik. Mengingat penggunaan masker masih akan terus dibutuhkan manusia, para ahli khawatir benda itu semakin menjadi ancaman bagi kehidupan laut.
Ahli konservasi di Brasil menemukan sebuah masker di dalam perut penguin yang terdampar di pantai, sementara ikan buntal ditemukan mati terperangkap dalam sebuah masker di lepas pantai Miami. Kegiatan Kampanye Lingkungan Prancis, Mer Propre, juga menemukan seekor kepiting mati terperangkap dalam masker di sebuah laguna, dekat Mediterania pada September lalu.
“Limbah masker dan sarung tangan sangat berbahaya bagi makhluk laut,” kata George Leonard, kepala ilmuwan dari LSM Ocean Conservancy yang berbasis di AS.
"Ketika plastik itu terurai, mereka membentuk partikel yang semakin kecil. Partikel-partikel itu kemudian memasuki rantai makanan dan berdampak pada seluruh ekosistem,” tambahnya.
Kini manusia memang telah beralih ke masker kain yang dapat digunakan kembali, tetapi banyak yang masih memilih jenis masker sekali pakai. Para pegiat lingkungan mendesak orang-orang untuk membuangnya dengan benar dan memotong talinya untuk mengurangi risiko hewan terjerat benda tersebut.
OceansAsia juga meminta pemerintah untuk meningkatkan denda bagi mereka membuang sampah sembarangan dan mendorong penggunaan masker yang bisa dicuci dan dipakai ulang. (M-4)
Menurut dia, monorail dipilih karena tidak menimbulkan emisi dan minim gangguan terhadap habitat hewan.
Kepemimpinan transformasional kepala sekolah, budaya hijau sekolah, dan motivasi intrinsik siswa memiliki pengaruh signifikan terhadap perilaku ramah lingkungan.
Produk UltraDex menghasilkan pembakaran lebih efisien sehingga menghasilkan performa mesin yang stabil.
Selain melakukan edukasi langsung di sekolah, sebelumnya para relawan juga telah melakukan kampanye melalui media sosial untuk melakukan mindful consumption.
Upaya mendorong gaya hidup ramah lingkungan melalui sektor ritel mulai diperkenalkan di Bali.
Di tengah meningkatnya perhatian terhadap keamanan pangan, inovasi edible packaging atau kemasan yang dapat dimakan mulai banyak digunakan di berbagai produk makanan. Mengutip
KEMENTERIAN Kehutanan (Kemenhut) menetapkan tiga orang sebagai tersangka dalam kasus perburuan ilegal satwa dilindungi di kawasan Taman Nasional (TN) Komodo.
Populasi satwa dilindungi di Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS), seperti macan tutul jawa, elang jawa, dan owa jawa, semakin terancam punah.
Ditpolairud Polda Nusa Tenggara Timur (NTT) berhasil menyelamatkan dua ekor penyu laut dilindungi dari upaya perburuan di perairan Desa Henga, Kecamatan Talibura, Kabupaten Sikka.
Kegiatan ini merupakan salah satu upaya pemerintah dalam menjaga kelestarian spesies satwa Indonesia yang sudah terancam punah di alam.
Sebanyak 16 ekor satwa dilindungi berupa 13 ekor elang tikus dan 3 ekor elang bondol di Kabupaten Bangka Tengah, berhasil diselamatkan dari perdagangan satwa ilegal.
Pengungkapan kasus kepemilikan serta perdagangan satwa dilindungi di Polda Kepri, Batam.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved