Rabu 18 November 2020, 02:10 WIB

Polusi Karbon Berlanjut, Gletser Greenland Bakal Cair Lebih Cepat

Irana | Weekend
Polusi Karbon Berlanjut, Gletser Greenland Bakal Cair Lebih Cepat

NASA/JPL
Gletser di Greenland

Tiga gletser (lempengan es) terbesar di Greenland - -yang menampung cukup air beku untuk mengangkat permukaan laut global sekitar 1,3 meter - - berisiko mencair lebih cepat daripada prediksi terburuk. 

Hingga tahun 2000, pendorong utama kenaikan permukaan laut adalah mencairnya gletser dan perluasan air laut saat iklim memanas. Selama dua dekade terakhir, lapisan es dunia di atas Greenland dan Antartika telah menjadi satu-satunya sumber kenaikan permukaan laut terbesar.

 Sebuah tim peneliti yang berbasis di Denmark dan Inggris menggunakan gambar sejarah dan sejumlah data lain untuk memperkirakan berapa banyak es yang telah hilang dari Jakobshavn Isbrae di Greenland, Gletser Kangerlussuaq, dan Gletser Helheim pada abad ke-20. Mereka menemukan bahwa Jakobshavn Isbrae kehilangan lebih dari 1,5 triliun ton es antara 1880-2012, sementara Kangerlussuaq dan Helheim masing-masing kehilangan 1,4 triliun dan 31 miliar ton sepanjang 1900-2012. 

Pencairan es telah berkontribusi lebih dari delapan milimeter ke permukaan laut global, tulis para peneliti. Shfaqat Abbas Khan, seorang peneliti di Technical University of Denmark, mengatakan menggunakan foto yang diambil sebelum era satelit adalah alat lain untuk membantu menciptakan kembali gambaran es yang hilang pada abad terakhir. 

"Pengukuran sejarah selama abad ke-19 dan ke-20 mungkin menyembunyikan informasi penting yang secara signifikan dapat meningkatkan proyeksi masa depan kita," katanya kepada AFP, seperti dilansir kantor berita itu, Selasa (16/11). 

Panel penasihat ilmu iklim di PBB, IPCC, telah memperkirakan kenaikan permukaan laut dari semua sumber antara 30-110 sentimeter pada 2100, tergantung pada emisi. Di bawah proyeksi emisi tinggi IPCC, yang dikenal sebagai RCP8.5 - - tidak ada yang dilakukan untuk meredam polusi karbon sepanjang abad ke-21-- suhu iklim naik lebih dari 3 celcius, lebih panas daripada tingkat pra-Industri. 

Model berjalan di bawah RCP8.5 untuk tiga gletser yang ditampilkan dalam studi kemarin memprediksi kenaikan permukaan laut 9,1-14,9 mm pada 2100. Tetapi, makalah yang diterbitkan di Nature Communications, menunjukkan bahwa peningkatan suhu jalur saat emisi tinggi akan empat kali lebih besar daripada yang terjadi selama abad ke-20, ketika tiga gletser sudah menambahkan 8mm ke tinggi permukaam laut. 

"Skenario kasus terburuk telah diremehkan. Risiko kehilangan es mungkin tiga atau empat kali lebih besar dari perkiraan sebelumnya untuk gletser yang dipertimbangkan dalam studi ini," kata Khan. 

Sebelumnya, sebuah studi Nature yang diterbitkan pada September menemukan bahwa jika emisi gas rumah kaca terus berlanjut, lapisan es di Greenland akan kehilangan sekitar 36 triliun ton abad ini, cukup untuk mengangkat garis air lait global sekitar 10 cm. (AFP/M-2) 

Baca Juga

AFP

Phil Spector, Produser Musik Jenius yang Nyentrik itu Telah Tiada

👤Adiyanto 🕔Senin 18 Januari 2021, 21:14 WIB
Di masa jayanya, Spector merupakan produser rock 'n' roll jenius yang tak terbantahkan. Album solo John Lennon, Imagine, merupakan...
Unsplash/ Sanzhar Alimkhanov

Wajah Raja Siberia dari Ribuan Tahun Lalu Berhasil Direkonstruksi

👤Bagus Pradana 🕔Senin 18 Januari 2021, 19:10 WIB
Penguasa Siberia dan selirnya hidup di 2.600 tahun...
Unsplash/ Vedant Choudhary

Monyet Makaka di Bali Suka Ponsel dan Dompet

👤Putri Rosmalia 🕔Senin 18 Januari 2021, 18:45 WIB
Penelitian tim universitas di Kanada menunjukkan jika monyet makaka dengan cerdik memilih barang berharga...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya