Headline
Presiden sebut dampak perang nuklir lintas batas dan jangka panjang.
Presiden sebut dampak perang nuklir lintas batas dan jangka panjang.
Kumpulan Berita DPR RI
PARA peneliti dari Universitas La Trobe Melbourne, Australia menemukan tengkorak berusia dua juta tahun di Afrika Selatan. Penemuan ini akan sangat membantu memberikan penjelasan lebih lanjut tentang evolusi manusia.
Tengkorak Paranthropus Robustus jantan tersebut merupakan "sepupu" dari Homo Erectus - spesies manusia purba yang dianggap sebagai nenek moyang langsung manusia modern.
Kedua spesies itu diperkirakan hidup dalam periode waktu yang sama, tetapi Paranthropus Robustus punah lebih awal.
Tim peneliti menggambarkan penemuan tengkorak itu sebagai hal yang langka.
"Sebagian besar rekaman fosil hanya berupa satu gigi di sana-sini sehingga sangat langka, kami beruntung," tutur salah seorang peneliti, Dr. Angeline Leece seperti dilansir bbc.com, Selasa (10/11).
Para peneliti menemukan pecahan tengkorak tersebut di situs arkeologi Drimolen di utara Johannesburg, Afrika Selatan.
Fosil tersebut ditemukan pada lokasi penggalian yang hanya berjarak beberapa meter dari tempat di mana tengkorak seorang anak Homo Erectus (yang berusia sama) ditemukan pada 2015.
Temuan ini telah dipublikasikan pada jurnal Nature, Ecology and Evolution pada Selasa lalu (10/11).
Diperkirakanterdapat tiga spesies hominin (makhluk mirip manusia) yang hidup dalam persaingan di Afrika Selatan pada paruh waktu yang sama, yaitu Australopithecus (spesies hominin yang terkenal karena penemuan fosil "Lucy" di Ethiopia), Paranthropus, dan Homo Erectus- atau lebih dikenal sebagai spesies manusia.
Paranthropus Robustus memiliki gigi yang besar dan otak kecil, berbeda dengan Homo Erectus yang memiliki otak besar dan gigi kecil. Para peneliti menduga bentuk anatomi spesies ini dipengaruhi pola makan mereka yang terbiasa mengonsumsi tanaman keras, seperti umbi dan kulit kayu.
"Seiring waktu, anatomi gigi Paranthropus Robustus kemungkinan besar berevolusi untuk menghasilkan kekuatan yang lebih tinggi saat menggigit dan mengunyah makanan keras ," jelas Dr Leece.
Para ilmuwan menyatakan ada kemungkinan lingkungan lebih basah akibat perubahan iklim yang terjadi pada zaman itu telah mengurangi ketersediaan makanan bagi spesies tersebut, yang kemudian menjadi penyebab utama kepunahan mereka. (M-4)
Fosil manusia berusia 770 ribu tahun ditemukan di Maroko. Temuan ini memperkuat teori asal Homo sapiens dari Afrika dan mengguncang peta evolusi.
Penemuan ini merupakan buah dari penantian panjang. Pada tahun 2009, para ilmuwan menemukan fosil kaki berusia 3,4 juta tahun dengan struktur jari yang dirancang untuk memanjat pohon.
Sebuah studi genetika mengubah pemahaman ilmuwan tentang bagaimana manusia modern awal menyebar di Asia Timur
Para peneliti telah mengidentifikasi spesies manusia purba baru, yang mereka beri nama Homo juluensis, yang berarti kepala besar.
Studi yang diunggah pada 2019 tersebut menyebut sekitar 200.000 tahun lalu, kawasan yang disebut Makgadikgadi Okavango wetland adalah oase hijau yang subur
Riset terbaru mengungkap manusia purba sejak awal mengandalkan tanaman yang diproses, seperti umbi, biji, dan kacang, jauh sebelum pertanian muncul.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved