Kamis 27 Agustus 2020, 06:27 WIB

Mimpi Ternyata Berhubungan dengan Kesehatan Mental

Bagus Pradana | Weekend
Mimpi Ternyata Berhubungan dengan Kesehatan Mental

Unsplash.com/Bruce Mars
Ilustrasi: Mimpi

Pernahkah Anda terbangun dari mimpi yang sama sekali tidak masuk akal dan bertanya-tanya tentang apa mimpi itu sebenarnya?

Jika iya, jangan khawatir, karena belakangan para peneliti dari Nokia Bell Labs di Cambridge, Inggris sedang berusaha untuk membuat alat untuk menganalisa mimpi-mimpi aneh kita yang belum terpecahkan, yang kemudian diberi nama 'Dreamcatcher'.

Mimpi merupakan kelanjutan dari respons motorik otak terhadap apa yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari yang erat kaitannya dengan kesehatan mental seseorang.

Berbagai kajian terhadap mimpi pun, dalam konteks diagnosis dan pengobatan mental, mulai dilakukan oleh para ilmuwan untuk menguak rahasia apa yang terdapat dalam mimpi-mimpi aneh yang sering kita alami.

Artemidorus Daldianus merupakan sarjana yang mempelopori kajian tentang mimpi. Dia bahkan telah menulis sebuah karya yang berjudul 'The Interpretation of Dreams' pada paruh abad kedua Masehi. Kajian tentang mimpi semakin mendapat tempat dalam keilmuan psikologi di tahun 1890-an, setelah Sigmund Freud mempopulerkan pendekatan identifikasi psikis melalui objek-objek yang sering muncul dalam mimpi seseorang.

Kini, para ilmuwan Nokia Bell Labs di Cambridge, di Inggris yang sedang mengembangkan alat baru untuk mengkodifikasi mimpi yang disebut 'Dreamcatcher', memungkinkan mereka untuk menerjemahkan mimpi ke dalam suatu bahasa pemrograman. Hal ini selanjutnya dapat membantu para psikolog dalam mengidentifikasi kesehatan mental sang empunya mimpi. Dalam konteks terapeutik, tujuan utama dari pengembangan 'Dreamcatcher' ini adalah untuk membantu orang mengidentifikasi keadaan emosi latennya.

Dengan menggunakan alat baru ini, para peneliti telah berhasil mempelajari lebih dari 20.000 laporan mimpi dan menemukan korelasi antara objek-objek yang muncul dalam impian kita dengan kehidupan yang sebelumnya terjadi.

"Kami memvalidasi keefektifan 'Dreamcatcher' ini dalam menganotasi kesinambungan mimpi seseorang dengan kehidupan keseharian yang mereka alami dalam kerangka analisis psikologi," jelas perwakilan peneliti dari Nokia Bell Labs, seperti dilansir dailymail.co.uk , Rabu(26/8).

"Bagi mereka yang menderita mimpi buruk, menafsirkan mimpi mungkin merupakan cara terbaik untuk mengobati kondisi mereka," lanjutnya.

Penemuan ini juga telah dipublikasikan dalam jurnal Royal Society Open Science. (M-4)

 

 

Baca Juga

DOK. PRIBADI

Pritta Novia Lora Damanik Selalu Ada Jalan untuk Kerja Kemanusiaan

👤FATHURROZAK 🕔Minggu 06 Desember 2020, 04:35 WIB
TANGGAL 5 Desember selalu diperingati sebagai Hari Relawan Internasional...
Sumber: Satgas Penanganan Covid-19/BNPB/Tim Riset MI-NRC

Pentingnya Penerapan Protokol Kesehatan di Tempat Pengungsian

👤Sumber: Satgas Penanganan Covid-19/BNPB/Tim Riset MI-NRC 🕔Minggu 06 Desember 2020, 04:30 WIB
TERHITUNG sejak 1 Januari hingga 4 Desember 2020, BNPB mencatat 2.694 bencana terjadi di...
Dok. JFW 2021

Memori Keindahan Alam

👤Putri Rosmalia 🕔Minggu 06 Desember 2020, 03:40 WIB
PANDEMI memunculkan pengalaman akan rasa rindu yang besar pada banyak hal, salah satunya keindahan destinasi...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya