Kamis 06 Agustus 2020, 21:14 WIB

Pulau Papua Miliki Keanekaragaman Hayati Terbanyak di Dunia

Abdillah Marzuqi | Weekend
Pulau Papua Miliki Keanekaragaman Hayati Terbanyak di Dunia

MI/SUMARYANTO BRONTO
Foto udara pulau Abidon yang terletak di Distrik Kepulauan Ayau, Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat.

 

RISET  terbaru menyatakan Pulau Papua atau New Guinea memiliki keanekaragaman tumbuhan tertinggi dari beberapa pulau di dunia. Pulau tropis terbesar di dunia itu memiliki 16% keanekaragaman tumbuhan lebih banyak dari Madagaskar. Sebelumnya, Madagaskar disebut sebagai pusat keanakaragaman hayati dengan 11.488 spesies.

Riset itu merupakan hasil kerja gabungan 99 ahli botani dari 56 institusi di 19 negara. Beberapa di antaranya adalah Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Balitbangda) Provinsi Papua Barat, Universitas Papua, Royal Botanic Gardens Kew, Natural History Museum, Royal Botanic Gardens Edinburgh, dan University of Technology Papua New Guinea. Hasil riset itu dipublikasikan di Jurnal Nature.

Tim peneliti menemukan 13.634 spesies tumbuhan dari 1.742 genus dan 264 famili. Dari jumlah tersebut, ada 68% atau 9.301 spesies merupakan tumbuhan endemik di Pulau Papua. Artinya lebih dari dua pertiga dari tumbuhan tersebut tidak ditemukan di tempat lain.

Kepala Balitbangda Provinsi. Papua Barat Charlie D. Heatubun mengatakan Pulau Papua menarik perhatian naturalis selama berabad-abad. Pulau itu merupakan rumah bagi ekosistem yang paling dilestarikan di planet, dari hutan bakau, hamparan luas hutan dataran rendah, hingga padang rumput alpin.

Menurutnya, para ahli botani telah mengidentifikasi dan menamai koleksi tumbuhan di Papua sejak abad ke-17. Mereka menyimpan sampel koleksi tumbuhan berupa herbarium di Papua New Guinea, Indonesia, Belanda, Inggris. Meski demikian, belum ditemukan data yang pasti mengenai jumlah spesies tumbuhan di Pulau Papua.

Sebelumnya diperkirakan jumlah tumbuhan di Pulau Papua berkisar antara 9.000 – 25.000 spesies. Untuk memastikannya, 99 ahli Botani memverifikasi 23.000 nama spesies tumbuhan dengan lebih dari 704.000 spesimen.

"Kami menemukanPulau Papua memiliki hampir tiga kali lipat dari jumlah spesies tumbuhan berpuluh di Pulau Jawa (4.598 spesies) dan 1,4 kali jumlah spesies tumbuhan berpembuluh dari Filipina (9.432 spesies).  ini merupakan dua wilayah di Asia Tenggara yang telah mempublikasikan flora-nya “ ujar Heatubun yang juga menjabat sebagai Guru Besar Botani Hutan pada Fakultas Kehutanan Universitas Papua Manokwari itu dalam keterangan tertulis yang diterima Media Indonesia, Kamis (6/8).

Selain itu, kata dia, anggrek menyumbang 20% dari flora di Papua New Guinea dan 17% dari wilayah Indonesia, sebanding dengan negara-negara yang memiliki keanekaragaman hayati yang tinggi seperti Ekuador (20%) dan Kolombia (15%) dan spesies pohon menyumbang 29% dari semua flora. “Sebagai perbandingan, Amazon memiliki 2,6 kali lebih banyak spesies pohon, tetapi luas daerahnya 6,4 kali lebih besar," ungkap Heatubun.

Para ilmuwan berharap data itu berguna bagi perencanaan konservasi di masa depan. Mereka juga berharap ada peningkatan upaya untuk melatih generasi muda asli sebagai ahli taksonomi tumbuhan. Selanjutnya, para ahli taksonomi muda itu bertugas untuk mendigitalkan koleksi di Pulau Papua. (M-4)

Baca Juga

Dok KCCI

Kedubes Korsel Gelar Hanbok-Batik Fashion Show

👤Basuki Eka Purnama 🕔Minggu 24 Oktober 2021, 11:15 WIB
Tujuan acara itu adalah untuk mempromosikan pertukaran budaya Korea-Indonesia dengan memperkenalkan dan mengolaborasikan busana tradisional...
ANTARA/Fikri Yusuf

Ingin Buat Teh yang Nikmat? Ini Rahasianya

👤Basuki Eka Purnama 🕔Minggu 24 Oktober 2021, 10:15 WIB
Meskipun cara penyajiannya mudah, banyak masyarakat yang belum mengetahui cara mendapatkan racikan teh yang...
MI

Sudoku edisi 24 Oktober 2021

👤MI 🕔Minggu 24 Oktober 2021, 06:40 WIB
Sudoku atau dikenal juga dengan tebak angka (number...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Krisis Energi Eropa akan Memburuk

Jika situasinya tidak membaik dalam beberapa bulan ke depan, ada potensi krisis ekonomi yang menghancurkan

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya