Headline
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Kumpulan Berita DPR RI
INDONESIA bukan sekadar paru-paru dunia, melainkan rumah bagi keanekaragaman hayati yang tak ternilai harganya. Salah satu flora yang paling memukau di tanah air adalah bunga anggrek, tumbuhan dari keluarga Orchidaceae yang dikenal karena perpaduan estetika dan ketangguhannya. Namun, di balik keindahannya, tersimpan narasi kelam mengenai ancaman kepunahan yang kian nyata pada tahun 2026 ini.
Statistik menunjukkan betapa vitalnya posisi Indonesia dalam peta botani global. Dari total 30.000 jenis anggrek di seluruh dunia, sekitar 5.000 di antaranya tumbuh subur di Nusantara. Artinya, satu dari enam jenis anggrek di bumi berakar di tanah Indonesia.
Pulau Papua menjadi pusat keragaman utama dengan koleksi sedikitnya 3.000 jenis, disusul Pulau Jawa dengan 700 jenis. Para peneliti meyakini angka ini hanyalah "puncak gunung es", mengingat masih luasnya hutan pedalaman yang belum terjelajah dan berpotensi menyimpan spesies baru yang belum teridentifikasi oleh sains.
Fakta Utama: Indonesia menyumbang sekitar 16% dari total populasi anggrek global, dengan Pulau Papua sebagai habitat tunggal terbesar.
Eksistensi anggrek Indonesia saat ini berada dalam tekanan hebat. Guru Besar Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada (UGM), Prof. Dr. Endang Semiarti, menyoroti beberapa faktor krusial yang mempercepat laju kepunahan habitat asli flora eksotis ini:
Fokus keprihatinan tertuju pada Coelogyne pandurata atau Anggrek Hitam. Sebagai maskot flora Kalimantan Timur, anggrek ini memiliki nilai estetika tinggi yang menjadikannya incaran kolektor. Sayangnya, populasinya di alam liar kini berada di titik nadir.
Kebakaran hutan yang berulang di Kalimantan menjadi faktor pemusnah massal bagi Anggrek Hitam. Selain itu, alih fungsi hutan menjadi pemukiman menghilangkan area teduh yang menjadi syarat mutlak pertumbuhan mereka. Saat ini, benteng terakhir populasi alami Anggrek Hitam hanya tersisa di kawasan terbatas seperti Cagar Alam Padang Luway dan Kersik Luway, Kutai Barat.
1. Apa jenis anggrek yang paling langka di Indonesia?
Salah satu yang paling langka adalah Anggrek Hitam (Coelogyne pandurata) dan Anggrek Kantung (Paphiopedilum) yang keberadaannya sangat terbatas di habitat aslinya.
2. Berapa jumlah spesies anggrek di Indonesia?
Indonesia memiliki sekitar 5.000 spesies anggrek dari total 30.000 spesies yang ada di dunia.
3. Mengapa perubahan iklim berbahaya bagi anggrek?
Perubahan iklim menyebabkan pergeseran musim yang membuat waktu mekar bunga tidak sinkron, sehingga proses penyerbukan alami terganggu.
(Universitas Gadjah Mada, bibitbunga.com, lindungihutan/H-3)
mengusung tema Unity in Diversity dengan melibatkan 36 stan anggrek sebagai upaya menjaga kekayaan hayati serta mendorong pengembangan ekonomi
Enam kategori lomba anggrek meliputi Vanda, Cattleya, Dendrobium Hibryd, Dendrobium Species, Phalaenopsis Hibryd dan Phalaenopsis Species
Selain survei anggrek, tim juga mencatat data habitat dan kondisi lingkungan, sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat lokal tentang pentingnya pelestarian tumbuhan endemik.
Puan Maharani menyampaikan rasa terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto karena memberikan karangan bunga anggrek pada perayaan hari ulang tahun ke-78 Megawati.
Jelita, ada banyak kejutan soal merek-merek lokal, termasuk kosmetik asal negeri sendiriĀ yang ternyata juara loh!
Pelepasan ekspor ini dihadiri oleh Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi; Bupati Malang; Kepala Bea Cukai Malang; Staf Ahli Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved