Headline

Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.

Nasib Anggrek Nusantara: Ancaman Kepunahan dan Upaya Penyelamatan

Nadhira Izzati A
22/2/2026 00:45
Nasib Anggrek Nusantara: Ancaman Kepunahan dan Upaya Penyelamatan
Tanaman anggrek.(Dok. Bibitbunga.com)

INDONESIA bukan sekadar paru-paru dunia, melainkan rumah bagi keanekaragaman hayati yang tak ternilai harganya. Salah satu flora yang paling memukau di tanah air adalah bunga anggrek, tumbuhan dari keluarga Orchidaceae yang dikenal karena perpaduan estetika dan ketangguhannya. Namun, di balik keindahannya, tersimpan narasi kelam mengenai ancaman kepunahan yang kian nyata pada tahun 2026 ini.

Kekayaan Anggrek Indonesia: Satu dari Enam Spesies Dunia Ada di Sini

Statistik menunjukkan betapa vitalnya posisi Indonesia dalam peta botani global. Dari total 30.000 jenis anggrek di seluruh dunia, sekitar 5.000 di antaranya tumbuh subur di Nusantara. Artinya, satu dari enam jenis anggrek di bumi berakar di tanah Indonesia.

Pulau Papua menjadi pusat keragaman utama dengan koleksi sedikitnya 3.000 jenis, disusul Pulau Jawa dengan 700 jenis. Para peneliti meyakini angka ini hanyalah "puncak gunung es", mengingat masih luasnya hutan pedalaman yang belum terjelajah dan berpotensi menyimpan spesies baru yang belum teridentifikasi oleh sains.

Fakta Utama: Indonesia menyumbang sekitar 16% dari total populasi anggrek global, dengan Pulau Papua sebagai habitat tunggal terbesar.

Mengapa Anggrek Nusantara Terancam Punah?

Eksistensi anggrek Indonesia saat ini berada dalam tekanan hebat. Guru Besar Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada (UGM), Prof. Dr. Endang Semiarti, menyoroti beberapa faktor krusial yang mempercepat laju kepunahan habitat asli flora eksotis ini:

  • Ekspansi Infrastruktur dan Industri: Pembangunan masif, eksploitasi hutan, dan pembukaan perkebunan sawit skala besar secara langsung melenyapkan inang tempat anggrek hidup (epifit).
  • Krisis Iklim Global: Perubahan pola cuaca ekstrem mengacaukan siklus biologis tanaman. Fenomena ini menyebabkan waktu pembungaan menjadi tidak menentu.
  • Kendala Pemuliaan: Ketidaksinkronan jadwal mekar bunga menyulitkan proses penyerbukan, baik secara alami maupun buatan (persilangan konvensional), yang menghambat upaya regenerasi spesies.

Tragedi Anggrek Hitam: Maskot yang Kian Menghilang

Fokus keprihatinan tertuju pada Coelogyne pandurata atau Anggrek Hitam. Sebagai maskot flora Kalimantan Timur, anggrek ini memiliki nilai estetika tinggi yang menjadikannya incaran kolektor. Sayangnya, populasinya di alam liar kini berada di titik nadir.

Kebakaran hutan yang berulang di Kalimantan menjadi faktor pemusnah massal bagi Anggrek Hitam. Selain itu, alih fungsi hutan menjadi pemukiman menghilangkan area teduh yang menjadi syarat mutlak pertumbuhan mereka. Saat ini, benteng terakhir populasi alami Anggrek Hitam hanya tersisa di kawasan terbatas seperti Cagar Alam Padang Luway dan Kersik Luway, Kutai Barat.

People Also Ask (FAQ)

1. Apa jenis anggrek yang paling langka di Indonesia?
Salah satu yang paling langka adalah Anggrek Hitam (Coelogyne pandurata) dan Anggrek Kantung (Paphiopedilum) yang keberadaannya sangat terbatas di habitat aslinya.

2. Berapa jumlah spesies anggrek di Indonesia?
Indonesia memiliki sekitar 5.000 spesies anggrek dari total 30.000 spesies yang ada di dunia.

3. Mengapa perubahan iklim berbahaya bagi anggrek?
Perubahan iklim menyebabkan pergeseran musim yang membuat waktu mekar bunga tidak sinkron, sehingga proses penyerbukan alami terganggu.

(Universitas Gadjah Mada, bibitbunga.com, lindungihutan/H-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri Rosmalia
Berita Lainnya