Selasa 28 Juli 2020, 09:00 WIB

Wah, di Saturnus Ternyata juga Terjadi Perubahan Iklim

Galih Agus Saputra | Weekend
Wah, di Saturnus Ternyata juga Terjadi Perubahan Iklim

J. DePasquale/various sources/AFP
Planet Saturnus

SEBUAH fenomena langka dan menarik di salah satu planet di tata surya, tertangkap melalui teleskop Badan Administrasi Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA). Fenomena itu terlihat di Saturnus atau yang selama ini dikenal sebagai planet bercincin.

Tak tampak seperti biasanya, planet terbesar kedua setelah Jupiter itu terlihat lebih merah. Pemandangan tersebut sebenarnya sudah diketahui sejak Sabtu (5/7) lalu, namun baru dirilis untuk publik pekan ini.

Pengamat tata surya di NASA mengatakan perubahan warna itu terjadi karena meningkatnya tingkat paparan sinar matahari. Hal tersebut lantas dianggap menjadi bukti Saturnus rupanya juga mengenal dinamika iklim, yang semula dingin menjadi lebih panas.

"Sungguh menakjubkan. Bahkan setelah beberapa tahun, kita bisa melihat perubahan musim di Saturnus," kata Ilmuwan NASA di Pusat Penerbangan Antariksa, Amy Simon seperti dilansir Dailymail.

Sebagaimana diketahui, saat ini NASA juga telah menaruh perhatian besar pada atmosfer Saturnus. Dari pengamatan mereka diketahui komponen utama planet ini terdiri dari hidrogen helium, amonia, hidrokarbon, metana, dan uap air, yang oleh karena itu lah Saturnus terlihat coklat kekuningan.

Meski begitu, hingga saat ini NASA belum dapat memecahkan misteri di balik cincin yang mengitari planet tersebut. Infomasi yang sudah diketahui saat ini masih berkutat pada potongan es besar dan kecil yang menyusun lingkaran.

Astronom dari University of California, Berkeley, Michael Wong menganggap usia cincin itu masih sangat muda. "Butiran-butiran kecil yang menghujani atmosfer Saturnus menunjukkan cincin-cincin itu hanya dapat bertahan selama 300 juta tahun lagi," pungkasnya.

Namun pendapat Michael itu hingga saat ini masih menjadi perdebatan. Beberapa argumen yang beredar di kalangan ilmuwan ada yang mengatakan cincin itu sudah berusia sekitar empat miliar tahun atau seumuran dengan planet utamanya, dan ada pula yang hampir sepakat dengan pendapat Michael. (M-4)

Baca Juga

Etienne TORBEY / AFP

Duh Kasihan, Kucing-kucing ini Terlantar Lantaran Pandemi

👤Adiyanto 🕔Minggu 17 Januari 2021, 19:00 WIB
Bukti keberadaan kucing di Siprus sudah ada lebih lama daripada di tempat lain, termasuk Mesir di era...
Instagram Nimsdai

Capai Puncak K2 di Musim Dingin, 10 Sherpa Tulis Sejarah Dunia

👤Irana 🕔Minggu 17 Januari 2021, 09:44 WIB
Dalam dunia pendakian puncak-puncak dunia yang telah lama didominasi pendaki dan ekspedisi barat --yang mengandalkan Sherpa untuk...
Sumber: Boeing/National Geographic/Gulfnews/Graphic News/Tim Riset MI-NRC

Mengenal Sejarah dan Teknologi Black Box Pesawat

👤Sumber: Boeing/National Geographic/Gulfnews/Graphic News/Tim Riset MI-NRC 🕔Minggu 17 Januari 2021, 04:45 WIB
SEKITAR seminggu lalu, tepatnya Sabtu (9/1), pesawat Sriwijaya Air dengan nomor penerbangan SJ-182 tujuan Pontianak jatuh di perairan...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya