Headline
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
Kumpulan Berita DPR RI
SETELAH lebih dari 200 tahun batu bara mendominasi sumber energi pembangkit listrik, kini ia menghadapi lawan berat yakni pandemi covid-19. Sebelumnya, industri itu memang mendapat perlawanan dari para aktivis lingkungan. Namun, rupanya, perlawanan itu belum cukup kuat menekan industri pemicu polusi tersebut.
Menurut para ahli, industri batu bara global tidak akan pulih seperti sebelum pandemi covid-19. Krisis ini (covid-19) telah membuka mata dunia bahwa penggunaan energi baru terbarukan (EBT) lebih aman secara investasi, sekaligus lebih ramah kantong dan lingkungan bagi konsumen. EBT mendapati momentum untuk segera diterapkan menggantikan energi batu bara.
Administrasi Informasi Energi AS (EIA) memerkirakan, AS akan menghasilkan 5% lebih sedikit daya listrik pada 2020. Hal itu bisa menurunkan emisi karbon 11%. Dalam beberapa bulan mendatang, EIA berasumsi konsumsi batu bara di AS akan turun hampir 25%. Pada 2021, EIA juga memerkirakan kepulihan konsumsi batu bara hanya sekitar 10%. Sementara sisanya diisi gas alam dan EBT.
Ketua Global Carbon Project Rob Jackson mengungkapkan pandemi covid-19 mengkonfirmasi batu bara tidak akan lagi mampu berada di puncak sebagai penyuplai energi seperti 2013 lalu.
“Covid-19 akan sangat mengurangi emisi batu bara tahun ini. Industri itu tidak akan pulih seperti sedia kala, meskipun fasilitasnya terus dibangun. Batu bara itu berhadapan sumber yang lebih murah, seperti gas bumi, tenaga surya, dan tenaga angin. Belum lagi isu iklim dan kesehatan. Semua itu akan memukul industri batu bara," terang Jackson, seperti dikutip The Guardian.
Tidak hanya di Amerika, di Britania Raya (UK), sampai Jumat pekan lalu, UK National Grid tidak membakar batu bara selama 35 hari. Itu adalah waktu terlama sejak meletusnya revolusi industri 230 tahun lalu.
Lembaga Europe Beyond Coal, melaporkan rekor bebas batu bara berjalan hampir dua bulan di Portugal. Bulan lalu, Swedia juga menutup pembangkit listrik tenaga batu bara yang terakhir, KVV6 di Hjorthagen, Stockholm timur. Austria pun mengikuti dengan penutupan satu-satunya pabrik batu bara yang tersisa di Mellach. Belanda juga menyatakan akan mengurangi kapasitas pembangkit termal sebesar 75% untuk mengurangi risiko perubahan iklim.
Sedangkan India, sebagai negara konsumen batu bara terbesar kedua di dunia, kini memprioritaskan energi surya dibanding batu bara. Hal itu dilakukan untuk merespons turunnya permintaan listrik karena covid-19 dan pelemahan ekonomi. (M-4)
Menteri LH Hanif Faisol bekukan 80 izin lingkungan tambang batu bara & nikel. Evaluasi menyasar 1.358 unit di 14 provinsi kritis. Simak selengkapnya!
PT Bukit Makmur Mandiri Utama (BUMA) menandatangani kontrak jangka panjang dengan PT Adaro Indonesia untuk melanjutkan operasional di Tambang Tutupan Selatan
Diproyeksikan pada 2060, kebutuhan permintaan listrik sektor industri akan meningkat sebesar 43% dari total kebutuhan nasional sekitar 1.813 TWh.
Dirjen Minerba ESDM Tri Winarno menekankan potensi hilirisasi komoditas mineral dan batu bara Indonesia, termasuk timah dan nikel, untuk meningkatkan peran Indonesia di pasar global.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menegaskan pemangkasan rencana kerja dan anggaran biaya (RKAB) batu bara sebagai langkah untuk mengendalikan harga di pasar internasional.
KAI melayani angkutan batu bara melalui lima terminal utama, yaitu Kertapati, Sukacinta, Muaralawai, Merapi, dan Banjarsari.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved