Headline

Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.

Cek Suhu Tubuh di Bandara Tak Efektif Cekal Korona?

Abdillah Marzuqi
10/3/2020 11:05
Cek Suhu Tubuh di Bandara Tak Efektif Cekal Korona?
Petugas Kesehatan melakukan pengecekan suhu tubuh karyawan di Bandara Husein Sastranegara, Bandung, Jawa Barat, Selasa (3/3/2020).(ANT/Novrian Arbi)

Semenjak virus Covid-19 menyebar, thermometer-gun menjadi menjadi pemandangan yang lumrah di bandara. Apalagi di terminal yang melayani penerbangan internasional. Itu semata untuk mencegah penyebaran virus korona. Alat itu menyasar dahi penumpang yang baru datang dari luar negeri. Penumpang dengan suhu tubuh diatas rata-rata, batuk-batuk, atau kesulitan bernapas akan langsung disikapi pihak berwenang. Beberapa dari penumpang dengan ciri tersebut akan langsung dikarantina.

Memang tampak meyakinkan. Pertanyaannya, apakah upaya itu efektif untuk mencegah penyebaran Covid-19?

Kenyataannya masih juga bocor. Beberapa minggu lalu, 8 penumpang tiba di Shanghai dari Italia. Mereka melenggang dari bandara, tanpa terdeteksi Covid-19. Belakangan, mereka dinyatakan positif COVID-19.

"Akhirnya, berbagai upaya yang ditujukan untuk mencegah infeksi dari pelancong hanya akan menunda epidemi lokal. Dan tidak mencegahnya," kata ahli epidemiologi di Universitas Hong Kong, Ben Cowling sebagaimana dilansir Sciencemag.org.

Menurutnya upaya semacam itu untuk menunjukkan bahwa pemerintah telah mengambil tindakan. Walau dampaknya kecil, masih ada manfaat yang didapat. Observasi pada penumpang sebelum keberangkatan bermanfaat untuk mencegah korban terpapar Covid-19 berpergian dan menginfeksi lebih banyak korban. Observasi kedatangan menjadi kesempatan untuk mengumpulkan informasi dan data terkait penumpang.
Jaga-jaga jika nantinya penumpang tersebut dinyatakan positif Covid-19.

Di sisi lain, ada pula penumpang yang menyiasati pantauan bandara dengan minum obat penurun demam, ataupun tidak memberikan informasi sebenarnya. Sebagaimana diketahui fase inkubasi Covid-19 antara 2 dan 14 hari. Artinya penderita sering kali tidak menampakkan gejala yang mencolok. (Sciencemag/M-2)

BACA JUGA: Dari Salaman dan Tos, jadi Namaste Saja



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Irana Shalindra
Berita Lainnya