Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
DERETAN film horor masih mewarnai bioskop Indonesia di 2020. Setelah "Rasuk 2" yang tayang mulai 2 Januari maka Kamis (9/1) giliran "Surat dari Kematian" yang rilis.
Film yang diadaptasi dari novel populer dengan judul yang sama yang terbit 2018 tersebut, mengisahkan tentang surat kutukan yang mendatangkan maut di lingkungan mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) di Yogyakarta.
Surat kutukan yang telah menyebabkan seorang mahasiswa tewas dan satu lainnya hilang tersebut diduga berkaitan dengan kasus kematian janggal seorang mahasiswa UGM. Ia dikabarkan tewas gantung diri di sebuah gedung terbengkalai yang terkenal angker di lingkungan kampus UGM.
Dua mahasiswa UGM yakni, Kinan (Carrisa Perruset) dan Zein (Endi Arfian) yang gemar berburu urban legend di lingkungan kampus dan aktif di pers lantas berusaha menyingkap teka-teki pengirim surat kutukan tersebut dengan taruhan nyawa. Kinan yang sangat logis, kontras dengan Zein yang justru percaya akan hal-hal metafisis.
Perpaduan hal tersebutlah yang berusaha ditampilkan film ini agar tak serta merta bergenre horor, namun juga dibalut dengan nuansa thriller. Hal tersebut ditegaskan oleh sang sutradara, Hestu Saputra, yang menyebut "Surat dari Kematian" berbeda dengan film horor kebanyakan lainnya.
“Film ini mengedepankan cerita investigasi dari tokoh utama. Dalam film ini mengenalkan dunia gaib dan manusia. Basic-nya logic dan unlogic. Itu yang paling kuat dan menarik. Dengan beda pemikiran itu hasilkan kasus percampuran formulasi horor dan hal yang logis," ungkap Hestu dalam gala premier yang berlangsung di Jakarta, Senin (6/1).
Mengambil latar natural sesuai dengan lokasi yang memang dikenal angker, film berdurasi satu jam tiga puluh menit ini seolah berhasil menghilangkan jarak dengan penonton. Meskipun demikian, plot yang terlalu cepat dan awal konflik yang masih cukup sederhana, mungkin akan membuat penonton masih harus menantikan klimaks lebih jauh.
Selain Carissa Perusset dan Endy Arfian, film ini juga dibintangi oleh Jerome Kurnia, Dania Shalsabilla, Justin Adiwinata, Eric Febrian, dan Omara Estaghal.
Selain para aktor, acara gala premier "Surat dari Kematian" juga dihadiri oleh Produser Max Pictures Ody Mulya Hidayat, penulis skenario Evelyn Afnilia, dan penulis orisinil cerita Adham T. Fusama. Selanjutnya, rumah produksi Max Pictures sendiri akan segera merilis seri ketiga film Dilan, “Milea : Suara dari Dilan”, pada Februari mendatang. (M-1)
DKI Jakarta menyelenggarakan doa bersama lintas agama dan hiburan lainnya termasuk konser.
MEMPERINGATI delapan dekade perjalanan organisasi, Pengurus Pusat Pemuda Katolik melaksanakan kunjungan kasih ke Panti Asuhan Pelayanan Kasih Bakti Mandiri, Sabtu (15/11).
Kolaborasi antara Loket, Indodana, dan TikTok dalam forum ini menegaskan pentingnya sinergi antara data, layanan finansial, dan pemasaran digital.
Tiga perangkat terbarunya yakni Xiaomi Watch S4, Xiaomi OpenWear Stereo Pro, dan Xiaomi Smart Band 10 Glimmer Edition
Kehadiran Pagaehun menjadikan Icon Bali sebagai mal pertama yang menghadirkan konser publik artis K-Pop Korea di Bali.
Lebih dari dua dekade perjalanan memperlihatkan konsistensi Muchtar P Simanjuntak dalam membangun visi besar. Ia tidak pernah berhenti menekankan pentingnya kolaborasi dan keberlanjutan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved