Senin 30 Desember 2019, 16:30 WIB

Tren Desain Taman 2020: Ala Semak Belukar

Galih Agus Saputra | Weekend
Tren Desain Taman 2020: Ala Semak Belukar

Unsplash/ Nicolas Picard
Ahli hortikultur dan pengamat pertamanan Inggris memperkirakan tahun depan tren desain taman akan alami dengan semak belukar.

APAKAH anda termasuk orang yang kewalahan mengurus taman? Tahun depan, anda tidak perlu terlalu risau jika taman anda sudah mulai tampak berantakan. Anda bisa katakan jika memang itulah tren desain taman 2020.

Meski sebenarnya merupakan pembelaan diri, alasan itu bukanlah kebohongan. Ahli hortikultur dari Royal Horticultural Society (RHS) Inggris yang juga seorang pengamat desain taman, Guy Barter, memprediksi jika tren taman 2020 mengarah ke tampilan natural.

Dilansir Daily Mail baru-baru ini, ia bahkan memperkirakan akan banyak rumah yang dipenuhi semak-semak atau tumbuhan tinggi di 2020 karena banyak orang yang mengharapkan huniannya tampak alami.

Fenomena seperti ini tergolong sebagai hal baru karena pada dasarnya orang-orang, terutama masyarakat di Inggris terkenal suka dengan taman yang terawat rapi. Bahkan taman telah menjadi prestis dan juga ibarat identitas bagi penghuninya.

Lebih lanjut Barter mengungkapkan jika selain tumbuhan tinggi dan semak, elemen desain yang lebih ekstrim adalah pembuatan sarang lebah di taman. "Lalu permintaan serbuk kayu dan pot tanaman yang terbuat dari serat kayu juga bakalan meningkat," tambahnya.  

Pada saat yang sama, menurut Barter, para ‘tukang kebun panggilan’ juga dituntut untuk mencari solusi bercocok tanam yang ramah. Hal itu dirasa perlu untuk dilakukan agar kondisi tanah tetap sehat, dimana paradigmanya diadopsi dari filosofi menanam 'tanpa penggalian’. Gaya budidaya alami tersebut dianggap dapat meminimalisir kerusakan struktur tanah maupun ekosistem di sekitarnya.

"Saya pikir beberapa tahun lalu berkebun-satwa liar masih dianggap sebagai hal yang terpisah. Tetapi sekarang kita semua adalah tukang kebun margasatwa, ini adalah pusat dari semua yang kita lakukan, dimana kita melakukan hal-hal untuk membantu burung bernyanyi, membantu kumbang, dan juga membantu kutu kayu,” imbuh Barter.

Barter menambahkan jika bagaimana pun desain taman, hal yang positif adalah semakin tingginya minat orang pada penghijauan. Hal ini penting
sebagai bagian dari adaptasi perubahan iklim.

Keberadaan taman akan membantu penyerapan air saat hujan dan kemudian dapat mengisi kantung-kantung air tanah sehingga menghindari kekeringan di musim panas yang panjang. Selain itu keberadaan taman juga memberi rumah bagi seranggga dan fauna lain yang semakin tergusur akibat perumahan.

“Ada gelombang kekhawatiran tentang lingkungan, dari bencana penurunan serangga hingga perubahan iklim dan banjir. Di taman setidaknya kita bisa mengendalikannya, yang merupakan langkah kecil tapi penting ke arah yang benar,” pungkasnya. (M-1)

Baca Juga

AFP/Charly Triballeu

Nomadland Kawinkan Titel Film dan Sutradara Terbaik Golden Globe

👤Fathurrozak 🕔Senin 01 Maret 2021, 11:27 WIB
Chloe Zhao menjadi perempuan kedua yang meraih penghargaan sutradara terbaik untuk film lepas/panjang sepanjang sejarah perhelatan Golden...
The Crown/Netflix

'Pangeran Charles' Raih Aktor Serial TV Terbaik

👤Galih Agus Saputra 🕔Senin 01 Maret 2021, 11:11 WIB
Ia mendedikasikan penghargaannya untuk mengingatkan publik tentang urgensi kesehatan...
Netflix

Checkmate! Queen's Gambit jadi Limited Series Terbaik Golden Globe

👤Fathurrozak 🕔Senin 01 Maret 2021, 11:00 WIB
Serial delapan episode Netflix Original ini juga mendapat piala Aktris Terbaik untuk akting Anya Taylor...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya