Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
PROMOSI produk pemutih-peninggi-pelangsing amat mudah kita temui di kolom-kolom komentar berbagai akun media sosial, khususnya Instagram. Jangankan, di akun selebritas, pada akun orang biasa, promosi ini sering muncul. Tidak heran banyak orang merasa terganggu karena promosi tersebut sekadar memanfaatkan ruang tanpa melihat kesesuaian objek atau subjek unggahan.
Kekesalan seperti itupula yang dirasakan Alexander Thian. Travel blogger sekaligus selebgram dengan akun @amrazing ini baru saja mencurahkan kekesalannya soal gencarnya promosi yang dilakukan akun-akun toko dari (online shopping/olshop) dari tiga jenis produk itu.
'Jadi begini: kalau kalian rajin baca komen di postingan aku, pasti akan menemukan satu hal yang mencolok: aku rajin menghapus spam dari tukang jualan yang gak sopan. Foto tentang Raja Ampat, doi jualan pemutih-peninggi-pelangsing. Rasanya ingin kusamper lalu kutoyor. So inappropitae dan nggak sopan,' tulisnya Jumat (20/12), pada keterangan foto hamparan bunga matahari.
Ia kemudian menganalogikan olshop itu dengan seseorang yang bertamu namun justru menggelar dagangan di depan rumah orang itu. Meski marah, Alex mengundang para pengikutnya yang memiliki olshop untuk mempromosikan barang dagangan di kolom komentarnya.
Ia mengaku ingin membantu para pengikutnya. 'Kenapa aku melakukan hal ini? Simply because I want to help. Mana tau ada yang cari baju lucu terus liat komen kamu jadi tertarik? Mana tau ada yang laper terus liat makanan yang kamu jual jadi kepengin? Akutu jaraaaang banget mau terima endorse dari olshop jadi I'm giving you this platform to all of you. Silakan. Mwah!' tulis Alex.
Niat baik itu direspon hangat para pengikutnya. 'Ahhhhh terbaik emg Ko Alex w harusnya banyak orang yg mau jd selebgram belajar kesini dulu biar gak asal karena banyak followers jd terima endorse begitu,' komentar akun @bbytiya.
Sementara @siumang_bekasi menulis, 'Terima kasih kak Alex @amrazing lagi jualan camilan-camilan jaman dulu mulai dari mie lídi, kuaci kupas, sampe careng sampan cireng banjir ada di @siumang_bekasi Untuk yg ingin mengulang kenangan, yuk diorder,'.
Meski begitu Alex juga menekankan tiga syarat untuk berpromosi di kolom komentarnya. Itu termasuk tidak menjual produk pelangsing-peninggi-pemutih. Ia beralasan faktor bahaya kesehatan.
'Serius aku udah liat banyak korban berjatuhan karena hal ini. Pernah aku bahas juga di instastory bagaimana produk sampah yang di-endorse yang enggak bertanggung jawab yang cuma kepengin duit doang dengan embel-embel "jujur", "bagus banget", "ini langganan aku", "aku udah lama pakai ini", padahal DUSTA BELAKA yang kemudian cuci tangan komplikasi. Tolong hentikan. Cari duit kok segitunya? Jahat itu,' tulisnya.
Alex juga melarang penjualan barang kw atau palsu. Terakhir, olshop diminta untuk tidak berbohong dalam mempromosikan produk. Bagaimana, anda tertarik berjualan di akun @amrazing?
Sebelum meninggal di usia 48 tahun, James Van Der Beek meninggalkan pesan menyentuh tentang cinta dan keluarga di Instagram.
Sidang perdana kasus kecanduan media sosial dimulai di California. Meta dan YouTube dituduh sengaja merancang platform yang merusak otak anak.
Polisi meluruskan kabar viral pengamen membawa mayat di Tambora, Jakarta Barat. Karung tersebut dipastikan berisi seekor biawak.
Instagram mengembangkan fitur baru yang memberikan kontrol privasi digital yang lebih besar bagi pengguna.
Menurut tangkapan layar yang dibagikan oleh Paluzzi, Meta akan memperingatkan pengguna bahwa jika mereka keluar dari daftar Teman Dekat.
Terseret isu pajak, Cha Eun-woo menyampaikan pernyataan resmi lewat Instagram. Ia mengakui kelalaian dan menegaskan sikap kooperatif.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved