Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
Kadar oksigen dalam udara Mars berubah dengan cara yang belum dapat dijelaskan oleh pengetahuan akan proses kimiawi saat ini.
Itulah klaim para ilmuwan yang tengah mengerjakan misi penjelajah Curiosity, sebagaimana dilansir oleh BBC.
Mereka menemukan bahwa jumlah oksigen di "udara" Mars naik 30% di musim semi dan musim panas. Polanya tetap menjadi misteri, tetapi para peneliti mulai mempersempit kemungkinan.
Dugaan sementara, perubahan tersebut bersifat geologis. Namun, para ilmuwan planet tidak dapat sepenuhnya mengesampingkan penjelasan yang melibatkan kehidupan mikroba.
Temuan akan pola perubahan udara Mars itu diperoleh setelah Curiosity, melalui instrumen Sample Analysis at Mars (SAM), menghimpun sampel selama kurang lebih tiga tahun waktu Mars (atau nyaris enam tahun waktu Bumi).
Para ilmuwan mengukur perubahan musiman dalam gas yang mengisi udara langsung di atas permukaan Kawah Gale di Mars, tempat Curiosity mendarat.
Temuan itu kini telah dipublikasikan di jurnal JGR-Planets.
Atmosfer Mars secara umum terdiri dari karbon dioksida (CO2), dengan sejumlah kecil gas lain seperti nitrogen molekuler (N2), argon (Ar), molekul oksigen (O2) dan metana (CH4).
Nitrogen dan argon mengikuti pola musiman yang dapat diprediksi, berubah sesuai dengan seberapa banyak CO2 di udara (yang pada gilirannya terkait dengan perubahan tekanan udara). Para ilmuwan mengira oksigen akan mengikuti pola ini juga, tetapi ternyata tidak.
Kadar oksigen naik selama setiap musim semi belahan bumi utara dan kemudian berkurang pada musim gugur.
Mereka mempertimbangkan kemungkinan bahwa molekul CO2 atau air (H2O) melepaskan oksigen ketika mereka pecah di atmosfer, yang menyebabkan kenaikan berumur pendek. Namun, membutuhkan air lima kali lebih banyak daripada yang ada sebenarnya untuk menghasilkan oksigen tambahan, dan CO2 memecah terlalu lambat untuk menghasilkannya dalam waktu yang singkat.
"Kami tahu oksigen diciptakan dan dihancurkan di Mars melalui energi matahari yang memecah molekul CO2 dan H2O, yang keduanya diamati di atmosfer Mars. Hal yang tidak masuk akal adalah skala perubahannya --itu tidak tidak sesuai perkiraan," terang Dr Manish Patel, dari Universitas Terbuka - yang tidak terlibat dengan penelitian ini, mengatakan kepada BBC News.
Dr Timothy McConnochie, dari University Maryland di College Park, yang merupakan salah satu penulis di makalah JGR-Planets, mengatakan kepada BBC: "Anda dapat mengukur molekul uap air di atmosfer Mars dan Anda dapat mengukur perubahan kadar oksigen ... Tidak ada cukup molekul air (untuk skala perubahan tersebut). (M-2)
Mars sejak lama dijuluki Planet Merah. Julukan ini sudah dikenal sejak zaman kuno, ketika berbagai peradaban mengamati langit malam dan melihat Mars bersinar dengan warna kemerahan.
Waktu di planet Mars berjalan sedikit lebih cepat dibandingkan Bumi akibat perbedaan gravitasi dan lintasan orbit. Apa dampaknya bagi manusia, teknologi, dan misi antariksa?
Mars memiliki gravitasi yang jauh lebih lemah dibandingkan Bumi, sekitar lima kali lebih kecil. Selain itu, Mars juga berada lebih jauh dari Matahari
Eksplorasi Mars terancam kontaminasi mikroorganisme Bumi. Ilmuwan menemukan bakteri dan organisme tangguh yang mampu bertahan di luar angkasa.
Mars tidak hanya berbeda dengan Bumi dari segi warna dan jaraknya saja, tetapi juga dari cara waktunya berjalan
Mars Reconnaissance Orbiter (MRO) milik NASA baru saja mencatat tonggak sejarah dengan menangkap 100.000 foto permukaan Mars melalui kamera canggih HiRISE.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved