Headline
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Kumpulan Berita DPR RI
NASA kembali mencuri perhatian dengan pencapaian terbarunya dalam eksplorasi luar angkasa. Melalui wahana Mars Odyssey yang diluncurkan pada tahun 2001, badan antariksa Amerika Serikat ini berhasil mengabadikan citra gunung berapi raksasa di Mars bernama Arsia Mons, yang tampak menjulang dari balik awan tebal di planet merah.
Arsia Mons merupakan salah satu dari tiga gunung dalam rangkaian Tharsis Montes, gugusan gunung berapi raksasa yang terletak di dekat ekuator Mars. Gunung ini juga dikenal sebagai yang paling sering tertutup awan dibandingkan dua gunung lainnya dalam deretan tersebut.
Dengan ketinggian lebih dari 20 kilometer dan diameter mencapai 450 kilometer, Arsia Mons hampir dua kali lebih tinggi dibandingkan Mauna Loa, gunung berapi terbesar di Bumi yang menjulang sekitar 9 kilometer dari dasar laut.
Tingginya Arsia Mons menyebabkan terbentuknya awan es air yang menyelimutinya, terutama saat musim aphelion, yaitu ketika Mars berada pada jarak terjauh dari Matahari. Fenomena ini menciptakan sabuk awan aphelion, sebuah pita awan yang melintasi ekuator Mars dan menjadi objek studi penting bagi para ilmuwan NASA.
Menurut Jet Propulsion Laboratory (JPL), awan yang terbentuk di sekitar gunung ini memberikan wawasan berharga mengenai siklus air dan pembentukan badai di atmosfer Mars, termasuk badai debu yang kerap kali terjadi akibat interaksi awan karbon dioksida.
Foto terbaru dari Mars Odyssey memberikan pandangan unik dari sudut cakrawala, memperlihatkan puncak Arsia Mons seperti halnya pemandangan Bumi dari Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS). Ini menjadi salah satu citra paling langka dan berharga, mengingat awan tebal sering menghalangi visibilitas gunung tersebut dari orbit.
Tak jauh dari Arsia Mons, terdapat Olympus Mons, gunung berapi terbesar di tata surya, yang menjulang hingga 25 kilometer dari permukaan Mars. Ketiga gunung dalam formasi Tharsis dipercaya terbentuk akibat aktivitas tektonik dan retakan besar di kerak Mars yang memicu letusan dahsyat jutaan tahun lalu.
Penemuan dan dokumentasi terbaru NASA terhadap Arsia Mons tidak hanya menambah kekayaan citra planet Mars, tetapi juga memberikan pemahaman mendalam tentang iklim dan atmosfer Mars, serta kemungkinan aktivitas geologis masa lalu. Penelitian lanjutan diharapkan dapat membuka jalan bagi eksplorasi manusia di masa depan. (Space.com/Z-10)
Elon Musk mengumumkan SpaceX beralih fokus ke Bulan sebelum Mars. Targetkan kota mandiri dalam 10 tahun demi selamatkan peradaban manusia.
Penelitian terbaru mengungkap meteorit Mars Black Beauty menyimpan air purba jauh lebih banyak, memperkuat bukti Mars pernah basah dan layak huni.
Mars berada pada jarak rata-rata sekitar 140 juta mil atau 225 juta kilometer dari Bumi. Jarak tersebut menyebabkan keterlambatan komunikasi, sehingga pengendalian rover secara langsung
NASA sukses menguji coba navigasi AI pada Rover Perseverance di Mars. Tanpa campur tangan manusia, AI kini mampu memetakan rute aman di medan ekstrem Planet Merah.
Menurut laporan ilmiah dan data dari pengamatan satelit, permukaan Mars terdiri dari campuran berbagai material mineral yang memantulkan cahaya dengan spektrum warna berbeda.
Dari analisis terbaru, para peneliti melaporkan penemuan sebuah kandidat planet berbatu yang ukurannya sedikit lebih besar dari Bumi dan mengorbit sebuah bintang mirip Matahari.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved