Headline
Kapolri minta agar anggota Brimob pelaku insiden Tual dihukum seberat-beratnya.
Kapolri minta agar anggota Brimob pelaku insiden Tual dihukum seberat-beratnya.
Kumpulan Berita DPR RI
Sebuah aplikasi yang diklaim dapat menghapus busana secara digital dari gambar objek pemakai kini telah dihapus oleh kreatornya.
Aplikasi Deepnude yang dibanderol US$50 atau sekitar Rp700 ribu itu baru-baru ini menuai atensi dan kritik sejak diberitakan oleh situs berita teknologi Motherboard. Salah satu impak dari pemberitaan tersebut ialah crashed-nya situs kreator Deepnude lantaran animo publik yang tinggi untuk mengunduh aplikasi itu.
Di sisi lain, sejumlah kalangan beranggapan aplikasi tersebut sebagai hal mengerikan. Untungnya, para kreator Deepnude belakangan sepakat dengan hal tersebut. Menurut mereka, dunia tampaknya belum siap untuk aplikasi itu.
"Probabilitas bahwa orang akan menyalahgunakannya terlalu tinggi," tulis para programer dalam pesan di feed Twitter mereka. "Kami tidak ingin menghasilkan uang dengan cara ini."
Siapapun yang membeli aplikasi akan mendapatkan pengembalian uang, kata mereka. Lebih lanjut, mereka tidak akan menawarkan versi lain. Para kreator Deepnude juga mendesak orang-orang yang memiliki salinan aplikasi tersebut untuk tidak membagikannya, meskipun aplikasi tersebut masih akan bekerja untuk siapa saja yang memilikinya.
Perihal motivasi penciptaan aplikasi itu, para pengembang berdalih hanyalah sekadar untuk hiburan. Program ini tersedia dalam dua versi - yang gratis yang menempatkan watermark besar di atas gambar yang dibuat. Sementara itu, versi berbayar yang menempatkan cap "palsu" kecil di satu sudut.
Dalam pernyataan mereka, pengembang menambahkan: "Jujur, aplikasinya tidak terlalu bagus, hanya bekerja dengan foto-foto tertentu."
Berbicara kepada Motherboard, Katelyn Bowden, pendiri kelompok kampanye Badass, menyebut aplikasi itu mengerikan. "Sekarang siapapun dapat menemukan diri mereka sebagai korban balas dendam porno, sekalipun tak pernah mengambil foto telanjang," katanya kepada situs tersebut. "Teknologi ini seharusnya tidak tersedia untuk umum!"
Program ini dilaporkan menggunakan teknologi AI untuk menghapus pakaian dari gambar objek. Aplikasi itu memungkinkan untuk mencari tahu di mana pakaian dalam gambar, menutupi mereka dengan mencocokkan warna kulit, pencahayaan dan bayangan dan kemudian mengisi perkiraan fitur fisik.
Teknologi tersebut mirip dengan apa yang kini disebut deepfake, yang memanipulasi video untuk menghasilkan klip realistis yang meyakinkan. Perangkat lunak deepfake awal bahkan telah disalahgunakan untuk membuat klip porno selebritas. (BBC/M-2)
Industri brokerage properti di Indonesia telah mengalami perubahan signifikan dalam lima tahun terakhir. Pergeseran perilaku konsumen yang semakin rasional dan berbasis data
Upaya meningkatkan literasi dan pengelolaan keuangan karyawan semakin menjadi fokus dalam transformasi digital dunia kerja.
Amazon bersama Prestasi Junior Indonesia (PJI) kembali menggelar program Amazon Girls’ Tech Day untuk menginspirasi dan mempersiapkan generasi perempuan menghadapi masa depan.
Laporan SMACC 2021 menempatkan negara ini di peringkat pertama dunia terkait unggahan konten penyiksaan hewan.
Hidrogen merupakan unsur paling ringan dan paling melimpah di alam semesta. Namun, asal-usul hidrogen yang ada di Bumi selama ini masih menjadi perdebatan di kalangan ilmuwan
Mobil bukan hanya alat transportasi, tetapi juga bagian dari gaya hidup dan penunjang aktivitas sehari-hari. Oleh karena itu, memilih mobil yang tepat menjadi keputusan penting
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved