Headline

Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.

Menghidupkan Sejarah: Kereta Uap Ambarawa Jadi Magnet Wisata Heritage Dunia

Basuki Eka Purnama
03/2/2026 05:04
Menghidupkan Sejarah: Kereta Uap Ambarawa Jadi Magnet Wisata Heritage Dunia
Sejumlah turis mancanegara melihat kereta uap di Ambarawa(MI/HO)

KAI Wisata terus memperkuat posisi dalam industri pariwisata melalui pengembangan wisata berbasis heritage. Salah satu produk unggulannya, perjalanan kereta uap klasik rute Stasiun Ambarawa–Stasiun Tuntang (PP), kini menjadi primadona yang menarik perhatian wisatawan domestik maupun mancanegara.

Museum Kereta Api Ambarawa yang menjadi titik awal perjalanan pun kian ramai dikunjungi turis asing. Mereka datang untuk merasakan sensasi menaiki lokomotif uap kuno yang melintasi panorama alam hijau dan keelokan Danau Rawa Pening. 

Perjalanan berdurasi satu jam ini dinilai berhasil memadukan suasana nostalgia dengan ketenangan alam yang asri.

Pengalaman autentik ini pun menuai pujian dari wisatawan internasional. Seorang pelancong asal Inggris mengungkapkan kekagumannya pada kunjungan pertamanya ke Indonesia. 

"For sure, it was fantastic, really good! This is my first time in Indonesia," ujarnya. 

Pujian serupa datang dari pasangan wisatawan asal Hong Kong dan Australia. 

"The ride on the train was really great fun and very authentic. We've done similar rides in other countries, but these carriages are in much better condition," ungkap mereka, mengapresiasi perawatan armada heritage tersebut.

Selain menikmati perjalanan kereta, pengunjung dapat mengeksplorasi sejarah perkeretaapian di Museum Kereta Api Ambarawa. 

Sebagai bangunan cagar budaya, museum ini menyimpan koleksi lengkap mulai dari lokomotif uap, lokomotif diesel, hingga kereta ikonik yang menjadi sarana edukasi budaya bagi publik global.

Setibanya di Stasiun Tuntang, wisatawan disambut dengan kehangatan budaya lokal. Tersedia aneka kuliner tradisional seperti jamu dan bubur hangat, serta pertunjukan tarian daerah. 

Inovasi terbaru yang ditawarkan adalah wisata perahu di kawasan sungai Tuntang. Beroperasi mulai pukul 09.00 hingga 16.00 WIB, layanan ini dibanderol dengan harga promo Rp10.000 per orang untuk durasi 20 menit. 

Menariknya, penumpang juga bisa menikmati ikan segar hasil tangkapan sungai langsung di atas perahu.

VP Corporate Secretary KAI Wisata, Otnial Eko Pamiarso, menegaskan pentingnya nilai sejarah dalam layanan ini. 

"Perjalanan dengan kereta uap Ambarawa–Tuntang menghadirkan memori, edukasi, dan kebanggaan terhadap warisan perkeretaapian Indonesia,"* tuturnya. 

Ia menambahkan bahwa minat tinggi dari turis asing membuktikan daya saing global dari aset yang dikelola KAI Wisata.

Senada dengan hal tersebut, Corporate Branding & Communication KAI Wisata, Riesta Junianti, menjelaskan bahwa destinasi ini dirancang sebagai paket wisata lengkap yang menyentuh sisi emosional. 

"Ambarawa–Tuntang kami posisikan sebagai destinasi paket lengkap; ada sejarah, alam, budaya, dan pengalaman yang menyentuh sisi emosional, menjadi bentuk storytelling nyata tentang Indonesia yang ramah, kaya makna, dan layak dikunjungi wisatawan dunia," jelasnya.

Melalui integrasi antara Museum Ambarawa dan Stasiun Tuntang, KAI Wisata berharap inisiatif ini menjadi magnet pariwisata berkelanjutan yang memperkuat citra heritage nasional di mata dunia. (Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya